
Felicia akhirnya melangkahkan kakinya dia mau menemui keluarga Kiano.
Rakka merangkul Felicia, dia terus memperhatikan kekasihnya itu.
Ketika mereka masuk ke dalam rumah tersebut ternyata mereka sudah kumpul untuk menunggu mereka.
"Ada apa sih pap, kita di suruh kumpul di sini kasian kan Erika di kamar sendirian dia buat perhatian yang khusus karena dia mual muntah sangat parah sekali, kita di sini seperti akan kedatangan orang penting saja."
Melinda langsung berdiri dari tempat duduk nya, dia kaget melihat kedatangan kembali Felicia.
"Hahhh, mau apa lagi wanita itu kembali, pasti ingin meminta warisan keluarga kita."
Felicia yang mendengar perkataan Melinda mulai terbawa emosional.
"Heh, Tante punya etika nggak ? kita tuh tamu loh sambut yang baik bukan selalu berprasangka negatif."
Felicia mengelus pundak Rakka, seakan menenangkan perasaan nya.
Kiano yang melihat Rakka mengendong Alexa langsung menghampiri Rakka.
__ADS_1
"Rakka, gue mau gendong anak gue boleh kan karena bagaimanapun juga gue ayah kandungnya."
Kiano seakan memaksa untuk mengendong Alexa yang sedang tertidur pulas. Rakka hanya bisa terdiam karena Kiano adalah ayah kandung nya.
Alexa seketika terbangun dari tidurnya dan langsung memandangi wajah Kiano, dan langsung tersenyum riang melihat wajah Kiano.
Felicia sungguh di buat kaget, sebelumnya Alexa menangis ketika melihat wajah Kiano tapi sekarang dia malah tersenyum riang.
"Yaa Tuhan, sayang anak papa kamu cantik sekali nak, gemes sekali papa lihat kamu."
Kiano mencium kening Alexa, wajah nya terlihat sangat bahagia sekali, dan itu membuat Rakka kesal.
"Mirip sekali dengan Kiano kecil mam, coba deh kamu lebih."
Melinda langsung melihat kepikiran wajah antara Kiano dengan Alexa, tapi malah memalingkan wajahnya seakan tidak peduli.
"Jadi gini yaa Om dan Tante dan Kiano, kita datang kesini ingin memberitahu kalau saya dan Felicia akan segera menikah secepatnya sekitar 2 Minggu lagi."
Kiano langsung terkejut mendengar perkataan Rakka.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan Alexa, setelah kalian menikah, apa akan di urus oleh orang tua Felicia,?"
Felicia langsung berdiri dari tempat duduk nya, dia terlihat sangat emosional melihat wajah Kiano.
"Alexa akan tinggal bersama dengan aku dan Rakka, dia tidak keberatan untuk mengurus Alexa seperti anak kandungnya sendiri, karena Rakka sosok lelaki yang ada di samping aku di saat aku mengandung dan melahirkan Alexa, dia yang menemani aku proses persalinan dari awal sampai Alexa terlahir di hari pernikahan kamu dengan Erika."
Kiano terlihat sangat malu sekali ketika Felicia berkata seperti itu, Felicia langsung menghampiri Kiano dan mengambil Alexa.
"Ayoo sayaaaaang, kita pergi dari sini kamu jangan terlalu lama diam di sini, Ibu takut sikap jelek keluarga ini menempel di hati kamu."
Rakka langsung tersenyum mendengar perkataan Felicia.
"Kita pamit dulu ya om Alex, seperti sudah jelas kan kedatangan kita ke sini untuk apa, dan loe Kiano nggak usah hawatir dengan Alexa, karena mungkin nggak akan lama Alexa akan mempunyai Adik jadi dia nggak akan Kesepian."
Rakka merangkul Felicia dan mencium kening felicia dan pipi chubby Alexa.
Kiano langsung memalingkan wajahnya, dan pergi meninggalkan tempat tersebut.
Rakka tersenyum puas melihat Kiano yang ternyata masih punya perasaan cemburu kepada Felicia.
__ADS_1