
Kiano mengunci kamar mengurung diri di dalam kamar.
"Gue harus gimana makin ke sini mama makin nekad aja".
Kiano langsung menghubungi teman baik nya Raka.
*Hallo,raka sekarang loe lagi di mana"
"Ada apa lagi Kianooo,gue lagi menikmati masa santai di rumah sebelum kuliah*.
*Bantuin gue, masalah gue makin rumit*.
*Masalah apa lagi masalah dengan felicia lagi*
Mendengar ketukan pintu Kiano langsung menutup telephone nya.
"Kiano,buka pintu nya mama mau bicara cepat buka pintu nya".
Kiano langsung membuka pintu kamar nya.
"Kiano mama nggak mau tau ya secepatnya kamu harus bertemu dengan perempuan pilihan mama itu".
Kiano langsung keluar dari kamar dan pergi.
"Kiano mau kemana lagi kamuuuu,mama belum selesai ngomong Kianooooooo".
Kiano tidak memperdulikan teriakan mama melinda di memilih pergi dari rumah.
Di perjalanan kiano bingung dia harus pergi kemana.
Kiano lebih memilih pergi ke rumah raka.
Di depan gerbang rumah raka kiano menelepon raka supaya bisa keluar rumah.
Tak lama raka pun keluar dari gerbang.
"Ada apa kiano tadi di telephone maen di mati in aja".
"Udah gausah banyak ngomong cepetan naek"
Raka pun langsung naik ke mobil Kiano.
"Mau kemana kita kiano".
Kiano membawa mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Raka di buat diam dia tidak berani banyak nanya lagi kepada Kiano.
Dan ternyata Kiano membawa Raka ke toko kue felicia.
Kiano turun dari mobil nya ternyata yang menunggu toko kue itu orangtua felicia.
"Bukan felicia yang menunggu toko kue berarti felicia lagi ada di rumah nya".
Kiano tidak jadi menghampiri toko kue itu dia langsung kembali ke mobil nya.
"Heh,Kiano sebenarnya loe mau bawa kemana sih".
Kiano masih diam tidak menjawab pertanyaan Raka.
Kiano langsung memberhentikan lagi mobil nya dia tiba di depan rumah felicia.
"Ayo kaa turun sekarang".
__ADS_1
Raka tidak banyak ngomong lagi dia mengikuti apa yang di perintah Kiano.
Kiano mengetuk pintu rumah felicia.
Tak menunggu lama felicia langsung membuka pintu rumah nya.
"Kianoo,Raka ada apa kalian ke sini".
Raka langsung kaget ternyata dia di bawa ke rumah felicia.
"Felicia boleh aku sama raka masuk ke dalam".
Felicia langsung membuka lebar pintu rumah nya.
"Oh iya iya silahkan masuk dan duduk".
Kiano dan raka masuk dan langsung duduk.
"Ada apa ini kiano,ada masalah apa lagi ?".
Felicia mulai merasakan kebingungan dengan kehadiran Kiano dan rakka.
"Felicia sebelumnya kan mama bilang dia mau mengirim aku kuliah ke luar negeri.sekarang mama merencanakan sesuatu yang berbeda."
ucap kiano dengan ucapan yang bergesah-gesah.
"Lalu apa lagi rencana mama kamu?".
Kiano langsung menarik nafas dalam-dalam.
"Mama mau menjodohkan aku dengan anak teman nya".
Felicia langsung terdiam mendengar perkataan Kiano.
Felicia langsung menundukan kepalanya.
Mata Raka langsung melotot ketika nama nya di sebut Kiano.
"Hah, minta bantuan gue ??? nggak salah tuh".
Ucap Raka dengan nada kaget.
"Iyaa, jadi kan felicia aku bilang ke mama aku sudah putus hubungan dengan kamu.jadi gimana kalau kalian pura-pura pacaran".
Felicia dan rakka pun langsung terkejut.
"Kiano,kamu apa-apa in ide kamu nggak lucu ahhh".
Felicia langsung marah kepada Kiano.
"Gila loe yaa kiano nyuruh gue pura-pura pacaran sama felicia".
Ucap rakka sambil menggelengkan kepalanya.
"Tapi cuman dengan cara ini.kita bisa ketemu terus tampa ada halangan dan mama pun nggak bakalan curiga".
Kiano memohon kepada rakka dan felicia.
"Gue sih terserah felicia dia pasti canggung donk walaupun cuman pura-pura tapi harus kelihatan kaya pacaran".
Kiano langsung melirik ke arah felicia.
Felicia membuang mukanya ketika di perhatikan Kiano.
__ADS_1
"Sayang aku mohon yaa sayang please demi kita yaa sayang".
Felicia masih saja terdiam tidak menjawab permohonan dari kiano.
Felicia langsung teringat dengan apa yang sudah dia lakukan dengan kiano.
Dia pun harus bisa mempertahankan hubungan nya karena belum ada lelaki yang mau menerima dia.
"Yasudah jika memang ini jalan yang terbaik untuk hubungan kita.aku ikuti aja semua rencana kamu".
Kiano langsung memeluk erat Felicia di depan rakka.
"Woy,ada orang nih di sini.bukan dunia milik berdua".
Kiano langsung melepaskan pelukan nya.
"Hahaha,sorry friend maaf kehilapan yang di sengaja".
Felicia tersenyum malu oleh tingkah laku Kiano.
"Oh,iyaa aku sampai lupa kalian mau minum apa ?".
Rakka melirik kardus kue di sebelah Felicia.
"Kayanya enak tuh yang di dalam kardus sama es teh manis".
Felicia langsung membuka kardus yang berisi kue itu.
"Silahkan di coba ini kue aku yang buat loh.aku bikin dulu minuman nya ya".
Felicia meninggalkan kiano dan rakka dan mereka memakan kue tersebut.
"Wah,enak banget nih kue nya.yakin deh felicia pasti bakalan sukses jadi pengusaha kue".
Rakka terus memakan kue yang di sediakan felicia.
Felicia datang membawa minuman untuk Kiano dan rakka.
"Felicia ini enak banget loh kue nya sumpah bisa habis nih sendiri".
Felicia memperhatika Kiano yang hanya sibuk dengan handphone nya.
"Rakka kalau kamu suka nanti bawa aja ke rumah kamu ya".
Kiano masih saja sibuk dengan handphone nya.
"Wah, serius felicia ini bisa di bawa ke rumah".
Rakka memperhatika Felicia yang mata tertuju kepada Kiano.
Rakka pun langsung memukul pundak Kiano.
"Heh,Kiano dari tadi serius banget sama handphone.liat tuh felicia dari tadi merhatiin terus tuh kasian".
Kiano langsung melihat wajah felicia.
"Oh,iya tadi kalian ngomong in apa.maaf yaa".
Wajah felicia langsung berubah seperti menahan rasa kesal kepada Kiano.
"Yasudah kiano kalau sudah selesai lebih baik kalian pulang saja yaa.aku harus pergi ke toko lagi".
Kiano langsung menghampiri felicia.
__ADS_1
"Aku minta maaf yaa,aku pulang dulu ya".
Rakka terus merhatiin felicia yang sangat sedih melihat Kiano pun dia seperti sangat kebingungan.