Wanita Penggoda (Cinta Felicia)

Wanita Penggoda (Cinta Felicia)
Episode (31)


__ADS_3

Membaca pesan dari mama melinda rakka langsung terdiam.


"Erika, bener-bener yaa langsung ngadu aja ke tante melinda.sabar kiano semoga banyak cara buat bisa lewati semua ini".


Rakka langsung melanjutkan perjalanan menuju kosan nya bersama kiano.


Sesampainya di kosan kiano tampak sangat lemas dia terus diam saja dari perjalanan sampai ke kosan pun.


"Udah dong kiano, semangat besok kita ada mata kuliah pagi".


Rakka menepuk-nepuk pundak Kiano.


"Gimana dengan perasaan felicia, kalau sampai dia tau pertunangan gue sama erika bulan depan lebih cepat dari yang gue pikir kan.sekarang buat ketemu sama felicia pun susah buat komunikasi pun nggak bisa".


Kiano termenung duduk menyender di pintu kamarnya.


"Kalau gue, keseringan ke rumah felicia nanti tante vania nyangka gue pacaran sama felicia.mendingan loe aja yang ke sana ngomong baik-baik sama tante vania buktikan kalau loe bener-bener cinta sama felicia".


Rakka mendekati kiano mereka duduk menyender bersama.


"Gue rasa ini udah terlambat, karena percuma gue bilang cinta dan sayang sama felicia di depan kedua orang tuanya pun tapi bulan depan gue tetep tunangan sama perempuan lain bukan felicia".


Kiano langsung bangun dari duduknya dan membuka pintu kamarnya.


"Gue, tidur duluan yaa kalau jam 7 gue belum bangun jangan lupa loe bangunin gue".

__ADS_1


Kiano masuk ke kamar nya dan meninggalkan rakka sendiri di luar.


"Dia yang tidur duluan, kenapa jadi gue yang harus ngebangunin dia".


Rakka langsung masuk ke kamar nya juga.


Ketika rakka mau mengganti baju nya.


Tiba-tiba handphone rakka bergetar.


"Siapa nih, malem-malem yang kirim pesan".


Rakka membuka handphone nya dan ternyata felicia yang mengirim pesan kepada nya.


Rakka membuka pesan dari felicia dan langsung membacanya.


*Rakka,maaf aku gangu waktu nya.rakka apa Kiano baik-baik saja.kenapa dia nggak ngehubungi aku lagi yaa.apa dia udah mulai suka sama perempuan pilihan mama nya*.


"Aduh,gue bingung harus jawab apa.nggak mungkin kan gue terus-menerus bohongin felicia terus kasian".


*Kiano, baik-baik saja ko felicia.cuman hari ini dan seminggu kedepan kita bener-bener di sibukkan sama tugas di kampus*.


Felicia yang membaca pesan dari rakka membuat nya sedikit tenang.


*Oke, terimakasih rakka atas informasi nya*.

__ADS_1


"Felicia maafkan, gara-gara Kiano gue jadi ikut-ikutan pusing mikirin dia.kiano udah gue bilang mending nikahin aja ke dua-duanya daripada gue ikutan jadi pusing".


Rakka langsung tertidur pulas di kasur nya.


Sedangkan felicia masih saja memikirkan Kiano.


"Aku kangen banget sama Kiano, semoga aku bisa bisa bertemu dengan nya.aku yang harus banyak sabar dengan kiano.aku nggak boleh bikin Kiano marah lagi".


Felicia langsung menghapus percakapan pesan dengan rakka.


Felicia tertidur dengan memeluk foto bersama nya dengan kiano.


Keesokan harinya rakka mengetuk pintu kamar Kiano.


Karena tidak ada terus jawaban dari kiano rakka langsung masuk ke kamar kiano.


Ternyata Kiano sudah rapih tapi sedang melamun sambil duduk di atas kasur nya.


Rakka yang melihat kiano seperti itu langsung


menghampiri kiano.


"Kiano loe nggak apa-apa kan ? loe masih sadar kan".


Rakka menepuk-nepuk pipi Kiano tapi Kiano masih saja terdiam tampa memberikan tanggapan kepada rakka.

__ADS_1


__ADS_2