
Selesai felicia membersihkan badan nya.
Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu.
Felicia langsung membuka pintu rumahnya.
Ternyata ayah dan ibu nya sudah pulang.
"Ayah,ibu kenapa kalian pulang nya malam sekali".
Tanya felicia kepada orang tua sambil membantu membawakan bahan-bahan kue untuk besok.
"Iyaa nak,tadi sangat ramai sekali di toko dan pesanan pun lumayan banyak sekali untuk seminggu ini".
Ucap ayah felicia dan langsung pergi ke dapur.
"Felicia,kenpa rambut mu basah begitu ? kamu keramas malam-malam yaa ?".
Tanya ibu felicia yang lagi-lagi fellicia selalu di tanya oleh ibunya.
"Ohhh,iya Bu aku tadi mandi dan keramas aku ngerasa malam ini panas sekali".
Ucap felicia dengan suara yang sedikit bergetar.
"Jangan di biasakan,mandi malam-malam nanti kamu malah masuk angin.yasudah pergi sana tidur besok kita bantu ibu dan ayah membuat kue pesanan".
Felicia langsung pergi ke kamar nya.
"Lagi-lagi,aku ketahuan oleh ibu.maaf aku bu".
Felicia langsung bersiap untuk tidur.tapi bayangan tadi malam masih terus terngiang di ingatan nya.
"Aku sudah melakukan nya dua kali.aku takut sekali kiano meninggalkan aku di saat aku sudah begini".
Felicia pun langsung memejamkan mata dan tertidur.
Sedangkan Kiano masih dalam perjalanan untuk pulang.
"Felicia, Felicia kamu luar biasa sekali".
Kiano hanya tersenyum tipis mengingat yang terjadi di dalam mobilnya itu.
"Lama kelamaan bukan rasa cinta dan sayang yang ada malah rasa nafsu yang besar.Ahhhh semoga saja ini yang terakhir kali aku melakukan nya dengan felicia aku takut felicia sampai hamil bisa hancur semuanya".
Kiano langsung keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam rumah nya.
Ternyata keadaan rumah sangat sepi.
"Sepi banget, kayanya mama sama papa udah pada tidur.baguslah supaya nggak ada yang nanya-nanya lagi".
Kiano langsung membuka pintu kamarnya.
Handphone nya berdering ternyata itu balasan pesan dari rakka.
__ADS_1
*Sorry,Kiano tadi gue udah tidur jadi nggak bales pesa dari loe*
Kiano langsung membalas pesan dari rakka.
*Nggak apa-apa, gara-gara gue nggak jadi ketemuan sama loe gue jadi bahagia malam ini*.
Membaca pesan dari kiano.rakka heran dengan teman nya itu.
"Kenapa sih kiano,aneh banget".
Ucap rakka yang langsung menyimpan handphone nya.
Ke esokan harinya.
Kesibukan kiano di mulai dari hari ini.
Kiano dan rakka berangkat bersama menuju kampus yang mereka pilih.
Di perjalanan rakka yang masih penasaran dengan perjodohan kiano mulai menanyakan.
"Kiano, gimana perjodohan loe sama perempuan pilihan orang tua loe itu".
Kiano langsung melirik ke arah rakka.
"Sebelum gue jawab, pertanyaan itu.gue mau bilang terimakasih banyak loe udah ngasih tau duluan ke felicia".
Rakka langsung terkejut mendengar ucapan Kiano.
"Ohhh, jadi semalam itu loe pergi ke rumah felicia pantesan bilang bahagia".
"Nah, sekarang jawab pertanyaan dari gue soal perjodohan itu.tapi kiano gue nggak habis pikir ya sama tante melinda.ko bisa tega gitu yaa ngejodohin anak tunggal nya sama perempuan yang hampir seumuran tante melinda".
Kiano langsung mengerem mobil nya tiba-tiba.
"Maksud loe apa rakka ?".
Kiano kaget mendengar perkataan rakka.
"Iyaa,Kiano loe di jodohkan sama perempuan yang waktu itu ada di rumah loe kan.yang duduk nya di pinggir Tante melinda".
Kiana langsung menepuk pundak rakka.
"Yang bener aja,masa gue di jodohkan sama tante-tante sih.itu sih mama nya anak nya masih belum tau kaya gimana.yang pasti dia udah lulus kuliah dan umurnya di atas gue 4 taun an lah".
Rakka langsung tersenyum tipis.
"Wow perempuan dewasa donk,awas langsung terpesona terus lupa sama felicia anatasya".
Kiano langsung menggelengkan kepalanya.
"Nggak mungkin, gue tergoda sama perempuan lain apalagi Felicia itu cinta pertama gue.pokoknya serba pertama deh gue sama felicia".
Rakka langsung terdiam.
__ADS_1
"Pikiran gue ko jadi nggak karuan gini.sama kata-kata serba pertama".
Kiano langsung menutup wajah rakka.
"Dah, jangan mikir keterlaluan sebentar lagi kita nyampe kampus dan mulai berperang menuju kesuksesan".
Rakka dan Kiano tiba di kampus mereka berdua mulai melaksanakan kewajiban mereka menjadi seorang mahasiswa.
Di kediaman felicia.
Seperti biasa nya setiap pagi Felicia yang menunggu toko kue itu.
"Ibu,aku berangkat dulu ke toko yaa.sepertinya aku sekarang bisa menunggu toko sampai sore".
Felicia langsung berpamitan dan bersalaman dengan ibunya.
"Tunggu Felicia,ada yang mau ibu tanyakan kepada kamu".
Felicia langsung terdiam dan ibu nya langsung menghampiri felicia.
"Tadi malam, kamu tidak bertemu dengan genzy kan di rumah ini".
Felicia langsung terkejut dengan pertanyaan ibu nya itu.
Dengan suara yang sedikit bergetar Felicia menjawab pertanyaan dari ibunya.
"Hmmmm, tidak ko buu.aku tidak bertemu dengan kiano lagian kan Kiano sekarang sedang sibuk-sibuknya dengan kuliah nya,".
Felicia tidak bisa menahan rasa takut nya.
Wajah nya pun mulai terlihat gelisah.
"Kamu tidak membohongi ibu kan.ingat felicia harga diri perempuan itu harus di jaga".
Hati felicia langsung hancur mendengar perkataan ibu nya itu.
"Yasudah,yaa buu aku sekarang mau ke toko supaya buka lebih pagi".
Felicia langsung berjalan menuju toko kue milik keluarga nya.
Tatapan mata nya se akan kosong mendengar perkataan dari ibunya.
"Maafkan aku bu,aku membohongi ibu untuk ke dua kali nya.Harga diri sudah hilang bu maafkan aku".
Felicia tertentu di depan elalase toko nya.
"Aku sangat menyesal sekali bu,tapi aku sudah buta oleh cinta.pacaran ku sudah keterlaluan dengan kiano.sudah bukan lagi cinta dan sayang yang aku rasakan tapi nafsu besar yang aku rasakan di hubungan ku ini".
Felicia termenung dan menangis di toko kue nya itu
Air matanya terus mengalir tampa henti felicia mencoba mengusap nya tapi air mata terus ada.
"Aku nggak boleh terus-menerus menangis di sini.bagaimana kalau ibu dan ayah datang".
__ADS_1
Felicia langsung pergi ke kamar mandi di toko nya untuk mencuci mukanya.
Agar ibu dan ayah tidak curiga dengan dia.