Wanita Penggoda (Cinta Felicia)

Wanita Penggoda (Cinta Felicia)
Episode (120)


__ADS_3

Kiano dan erika hari ini kembali pulang ke rumah kiano karena jadwal pemotretan erika yang sudah di mulai.


"Erika, hari ini kita tinggal di rumah mama dulu yaa.nanti ke depan nya kita pikirkan kembali akan tinggal di mana".


Erika seperti tidak mau tinggal di rumah kiano karena pasti mama melinda akan terus menanyakan tentang kehamilan.


"Iyaa kiano semua terserah kamu saja.aku mengikuti saja tapi sepertinya aku ingin kita punya rumah sendiri saja atau kita tinggal di apartemen saja".


Perkataan erika seakan menggambarkan bahwa dia tidak mau tinggal lama di rumah kiano.


"Baiklah, kalau itu memang kemauan kamu.nanti kita bicarakan lagi dengan mama melinda".


Kiano dan erika langsung berkemas barang-barang yang akan mereka bawa.


"Sudah selesai kan, semua nya.ayo kita segera pergi dari hotel ini".


Erika pun tampak sangat lemas dan tidak bersemangat sama sekali.dia mulai tidak nyaman dengan perlakuan tante melinda kepada nya.


Kiano memperhatikan terus erika yang berjalan pun seperti malas dan sangat pelan-pelan sekali.


"Erika,apa kamu baik-baik saja ? kamu sakit ? kamu seperti tidak semangat seperti itu".

__ADS_1


Erika langsung berjalan dengan normal kembali dan langsung berjalan cepat meninggalkan kiano.erika langsung masuk ke dalam mobil Kiano.


Melihat tingkah laku erika kiano menggelengkan kepalanya.


"Kenapa dengan erika.sangat aneh sekali nggak seperti biasa nya".


Kiano langsung berlari menyusul Erika yang sudah ada di dalam mobil nya.


"Erika,apa kamu mau kita ke dokter dulu ? periksa kan keadaan kamu ?".


Erika menggelengkan kepalanya dan memilih memejamkan mata dan tertidur di mobil.


Kiano langsung menjalankan mobilnya menuju ke rumah nya.


"Kenapa, masih saja ada getaran di hati ini.ketika melewati jalan untuk ke rumah felicia.ternyata gue emang belum bisa sepenuhnya melupakan felicia".


Ucap Kiano yang berbicara di dalam hatinya.


Kiano langsung melirikan ke arah wajah erika.kiano mengusap rambut panjang erika.


"Kamu perempuan pilihan orang tua ku,aku yakin kamu perempuan yang terbaik untuk masa depan ku nanti".

__ADS_1


Di luar kiano terlihat sangat mencintai erika dan terlihat seperti sudah melupakan felicia seutuhnya.tapi hati kecil nya masih mengingat felicia.


Akhirnya Kiano sampai di depan rumah nya.kiano pun langsung membangunkan erika yang tertidur pulas dari awal perjalanan sampai sampai.


"Erika,ayo bangun kita sudah sampai".


Kiano menepuk-nepuk pipi Erika dan erika langsung membuka mata nya pelan-pelan.


"Sudah, sampai yaa.yasudah kiano kamu turun duluan saja.nanti aku nyusul".


Erika pun merasa sangat malas sekali untuk melangkah kaki nya ke dalam rumah Kiano.


"Hah,aku malas sekali apalagi kalau tante melinda sudah membahas tentang kehamilan.rasa nya aku ingin pergi saja".


Kiano menunggu erika di depan pintu kamar nya.dan langsung menggandeng tangan erika.


Wajah erika sangat datar seperti tidak bersemangat sekali.erika tidak bisa menutupi perasaannya yang dia rasakan.


"Erika kamu kenapa sebernarnya,masa baru pulang honeymoon wajah kamu seperti itu.seperti nggak ada sedikit pun bahagia nya sama sekali".


Erika langsung memaksakan untuk tersenyum.senyuman yang di paksakan dan matanya langsung melirik sinis ke wajah kiano.

__ADS_1


Erika Putri.



__ADS_2