
Empat bulan sudah berlalu Felicia merasa sangat marah dengan apa yang di lakukan oleh keluarga nya dan suaminya, dengan mudah memberikan Alexa kepada keluarga Kiano.
Kehamilan Felicia yang penuh dengan drama yang membuatnya harus bedrest membuatnya sangat sedih karena harus merelakan Alexa.
"Aku sudah sehat sekarang, aku ingin mengambil Alexa dari keluarga Alexander. Aku sudah sangat merindukan Alexa, aku mohon secepatnya sekarang bawa aku ke rumah itu."
Rakka hanya terdiam karena dia merasa sangat bersalah kepada istrinya.
"Sayang, Alexa baik-baik saja di sana dia sangat senang ketika bersama dengan Kiano dan Erika. mereka merawat Alexa dengan baik sekali jadi kamu jangan hawatir yaa, apalagi Dokter bilang kamu harus bedrest."
Felicia langsung menangis di depan Rakka.
"Kamu tidak ingat di saat aku hamil dan melahirkan dimana Kiano ? dimana keluarga semuanya tidak ada. Sekarang setelah Alexa sudah besar cantik dan mengemaskan mereka dengan mudahnya mengambil Alexa dan merawatnya, begitu indahnya hidup mereka."
Felicia pergi untuk menemui Kiano dan mengambil Alexa, dia nekat membawa mobil sendiri.
Rakka langsung berlari menghampiri Felicia, dan membukakan pintu mobil nya.
__ADS_1
"Feli, kamu harus tenang dong. Kamu sekarang juga lagi hamil anak aku kamu jangan egois hanya memikirkan Alexa saja. Lagian Alexa kan lagi sama Papa nya bukan orang lain."
Rakka sedikit di bawa emosional dengan tingkah Felicia. dia langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi.
Felicia di buat sangat ketakutan sekali dia terus memegangi perutnya. Mereka pun sampai di depan rumah Kiano.
Rakka dan Felicia langsung masuk ke dalam rumah tersebut, terlihat Melinda sedang menyiapkan keperluan untuk Alexa.
Melinda langsung terkejut melihat kedatangan Rakka dan Felicia, itu tandanya mereka akan membawa Alexa untuk pergi.
"Tante di mana Alexa anak saya, saya membawa pulang sekarang. Saya sudah sembuh dan bisa kembali bersama Alexa."
"Saya nggak tahu Kiano dan Erika membawa Alexa pergi ke mana. Karena saya baru pulang dari kantor, silahkan tunggu saja di sini sampai mereka pulang."
Melinda memilih untuk pergi meninggalkan Felicia dan Rakka di ruang tamu.
"Sudah tunggu dulu, jangan panik seperti itu Alexa pasti baik-baik saja."
__ADS_1
Rakka mencoba membuat Felicia tenang tapi tetap saja Felicia lebih untuk berdiri dan melihat ke arah luar.
"Kenapa mereka sangat lama sekali sih, aku takut terjadi sesuatu dengan Alexa.".
Felicia terus di buat tidak bisa diam, Melinda memperhatikan Felicia dari balik tembok.
"Anak itu akan di bawa oleh Felicia hari ini, kenapa aku sangat tidak rela menyerahkan nya."
Melinda memilih untuk pergi ke kamar nya, dia tidak mau melihat semuanya.
Tak lama kemudian Erika dan Kiano pun datang, terlihat wajah Alexa yang sangat senang sekali.
Felicia yang melihat hal tersebut langsung menghampiri Kiano dan mengambil paksa Alexa dari pangkuan Kiano sampai membuat Alexa nangis histeris.
"Ini anak aku yaa, sudah waktunya dia aku ambil kembali, kamu nggak bisa lagi bersama dengan Alexa walaupun kamu itu adalah ayah kandungnya tapi kamu lepas tanggung jawab."
Melihat Felicia, Rakka langsung menghampiri Felicia dia mencoba untuk menenangkan istri nya tersebut.
__ADS_1
"Sayang kamu yang sabar jangan seperti itu, ingat kamu lagi hamil jangan marah-marah begini sama Kiano. Kamu mau anak kita mirip sama dia ohhhhhhh jangan aku lebih ganteng dari Kiano sayaaaaang."