
Keesokan harinya felicia merasa kontraksi itu semakin sangat hebat.
Felicia pun mulai berteriak memanggil ibu nya.agar segera menghampiri nya.
"Ibuuuuuuuu,buuuuuu kesini buu perut aku rasanya sakit sekali buuuu".
Mendengar teriakkan felicia Vania langsung berlari menghampiri felicia di kamar nya.
"Yaampuun nak, kamu sudah merasakan mau melahirkan ayo cepat kita ke dokter".
Vania langsung memanggil suaminya yang sedang berada di dapur untuk segera membawa felicia ke rumah sakit.
Vania dan suaminya langsung membawa felicia ke rumah sakit dengan ambulance.
Di perjalanan felicia terus meringis kesakitan sambil memegang perut nya.
Tiba-tiba handphone felicia pun berdering dan ternyata itu panggilan telephone dari rakka.
Seakan sangat kebetulan rakka selalu ada di saat felicia membutuhkan.
Vania langsung menggangkat panggilan telephone dari rakka.
{Hallo rakka ini ibu, felicia sekarang sedang di perjalanan menuju rumah sakit.sayang bunda}
Tampa menunggu jawaban dari rakka Vania langsung mematikan panggilan telephone nya.
"Felicia,di bawa ke rumah sakit seperti nya felicia mau melahirkan sekarang".
Rakka yang mau langsung pergi terdiam sejenak.
"Pagi ini adalah hari pernikahan kiano dan erika.tapi sekarang juga felicia sedang berada di rumah sakit untuk melahirkan".
__ADS_1
Rakka pun di buat kebingungan dia harus pergi menghadiri pernikahan kiano atau dia menemani felicia di rumah sakit.
"Gue harus gimana,gue bingung kenapa bisa barengan kaya gini sih".
Rakka langsung masuk ke dalam mobil nya dia nggak tau mau pergi ke mana.
Sesampainya di rumah sakit ternyata felicia sudah memasuki pembukaan 8.
Dokter pun langsung keluar dari ruangan dan menyampaikan sesuatu.
"Apa ada suami nya ? kalau ada bisa masuk ke dalam mendampingi di saat proses persalinan".
Hati vania seakan di buat sakit ketika mendengar perkataan dari dokter tersebut.
Vania dan suaminya pun hanya bisa terdiam dan menangis.
Tapi tiba-tiba datang suara teriakan sambil berlari tergesa-gesa.
Vania dan suaminya di buat kaget ketika suara teriakan itu adalah suara rakka.
Rakka langsung masuk ke dalam ruangan persalinan.
Felicia pun di buat tersentuh hatinya ketika rakka yang ada di samping nya.
"Kamu yang kuat yaa felicia, kamu pasti yaa.ayo semangat".
Felicia langsung menarik nafas dalam-dalam dan mulai mengedan sekuat tenaga nya.
Rakka di buat gemetar dan wajah sangat pucat sekali se akan dia mau pingsan di ruangan itu.
"Aaaaaaaaaaahhhh,sakit sekali".
__ADS_1
Felicia terus berjuang sambil memegang erat tangan rakka.
"Ayoo,buuu semangat sedikit lagi rambut nya sudah kelihatan".
"Aaaaaaaaaaaaaahhhh".
Dan akhirnya dengan penuh perjuangan lahir malaikat kecil yang di tunggu-tunggu selama ini.
Rakka langsung melepaskan tangan felicia ketika dokter membawa bayi itu ke hadapan rakka.
"Selamat yaa pak, bayi nya sangat cantik sekali seperti ibu nya".
Rakka pun hanya terdiam kaku tak berdaya melihat bayi cantik itu.
Felicia langsung menangis ketika melihat wajah putri cantik nya.
Rakka pun tiba-tiba tidak sengaja berkata seperti ini di depan felicia.
"Yaa tuhan, wajah nya kenapa mirip sekali dengan kiano".
Felicia langsung melirik cepat ke arah wajah rakka.
"Jaga ucapan kamu rakka,ini anak aku wajah nya pun pasti mirip aku.karena aku ibu nya".
Melihat orang tua felicia mulai bisa melihat felicia dan putri cantik nya.rakka langsung berpamitan untuk segera pergi.
"Om dan tante,saya pamit dulu ya.saya harus menghadiri pernikahan kiano dan erika".
Rakka pun langsung pergi meninggalkan felicia dan keluarga nya.
"Terimakasih banyak yaa rakka".
__ADS_1
Rakka pun hanya membalas dengan senyuman.