
Kiano dan felicia pun langsung berlari masuk ke dalam villa.
"Kobisa tiba-tiba hujan ya".
Baju felicia pun sedikit basah.
"Iya sayang aku juga gatau ko tiba-tiba langsung turun hujan aku juga gatau".
Felicia mulai merasakan kedinginan.
"Kamu kedinginan ya ? coba sebentar aku dapur dulu untuk buat kan teh hangat".
Kiano berjalan ke arah dapur Felicia pun langsung berlari.
"Aku ikut ya kiano".
Kiano tersenyum tipis.
"Kenapa ? kamu takut ya ? di tinggal sendiri ?".
Lagi-lagi fellicia memasang wajah cemberut.
"Nggak ko aku nggak takut.aku cuman pengen tau aja dapur di sini seperti apa".
Kiano langsung menarik tangan felicia untuk berjalan menuju dapur villa tersebut.
Dan ternyata sesampainya di sana semuanya udah complete di sediakan.
Makanan ringan, buah-buahan minuman semua nya ada.
Felicia kaget melihat dapur yang menurut nya seperti masuk ke supermarket semuanya ada.
"Waahhhh yaa ampun banyak sekali makanan nya di sini.aku pikir kita bakalan kelaparan di sini".
__ADS_1
Mendengar ucapan felicia Kiano langsung tertawa.
"Hahaha,yaa nggak mungkin sayang aku tega bikin kamu kelaparan di sini.tenang saja semua nya udah di persiapkan".
Mereka mulai memasak di dapur bersama.Niat hanya untuk membuat teh hangat tapi ternyata mereka malah masak dan memakan apapun yang ada di dapur.
"Ahhh,aku sudah sangat kenyang sekali tapi hujan masih belum reda terus gimana kita pulang kiano".
Kiano melihat ke kaca jendela hujan yang semakin besar di tambah angin kencang dan petir.
"Kamu sabar yaa sayang,kita pasti pulang ko kita tunggu satu jam lagi yaa".
Felicia mulai sangat hawatir.
"iyaa Kiano semoga hujan segera reda".
Satu jam berlalu hujan angin dan petir semakin deras.
"Kiano aku takut sekali jangan tinggalkan aku".
Felicia memeluk erat Kiano.
"Kamu tenang yaa felicia".
Kiano mengusap kan tangan nya ke punggung Felicia.
"Sebentar yaa aku cari informasi dulu".
Kiano mencoba menelephone karyawan untuk mencari informasi di jalan untuk menuju pulang.
Ternyata banyak pohon yang tumbang yang mengakibatkan jalan macet total.
Kiano langsung menghampiri felicia untuk memberitahu kan informasi tersebut.
__ADS_1
"Felicia aku dapat informasi dari karyawan di sini banyak pohon yang tumbang akibat hujan angin ini".
Felicia mulai hawatir.
"Terus kita pulang gimana Kiano".
Kiano terdiam.
"Jawab dong kiano terus kita gimana ?".
"Hmmm terpaksa ketika menginap di sini karena kalau tidak maksain pulang pun percuma di jalan macet banget".
Felicia terus memandangi ke arah jendela hujan yang sangat lebat dan angin pun sangat kencang sekali.
"Lebih baik kamu hubungi dulu ayah dan ibu supaya mereka nggak hawatir nungguin kamu di rumah".
Felicia langsung mengetik pesan ke pada ibunya.
*buu, di sini hujan angin yang sangat kencang aku nggak bisa pulang sekarang karena di jalan juga banyak pohon yang tumbang.aku menginap dulu di sini*
"Felicia apa kamu mau beristirahat dulu di kamar ? ".
Felicia terdiam ini tidak seperti yang di bayangkan nya.
Dia harus menginap dengan kekasih nya di sebuah villa.
"Iyaa, tapi aku takut sekali aku takut petir".
Felicia menundukkan kepalanya dia tidak berani menatap wajah Kiano.
"Yasudah ayo aku temenin yah kamu gausah takut lagi".
Kiano dan felicia berjalan menuju kamar dengan suasana hujan angin kencang dan suara petir yang kencang sekali.
__ADS_1