Wanita Penggoda (Cinta Felicia)

Wanita Penggoda (Cinta Felicia)
Episode (242)


__ADS_3

Erika langsung di larikan ke Rumah Sakit, wajah kiano begitu sangat cemas sekali ketika Erika mulai di periksa oleh Dokter.


"Kiano, kamu tenang Mama yakin sekali Erika hanya kecapean saja coba kamu batasi aktivitas nya sebagai model."


Kiano hanya menganggukkan kepalanya saja.


Dokter akhirnya keluar dari ruangan pemeriksaan.


Kiano langsung menghampiri Dokter tersebut.


"Bagaimana Dok, keadaan istri saya dia baik-baik saja kan ?."


Dokter tersebut tersenyum memandangi wajah Kiano yang cemas sekali.


"Selamat yaa Pak, istri nya sedang hamil."


Kiano seketika terdiam mendengar perkataan Dokter tersebut di seakan tidak percaya.


Mama Melinda yang mendengar perkataan Dokter langsung histeris senang.


"Akhirnya, penerus keluarga Alexander."


Melinda langsung masuk ke dalam kamar perawatan Erika.


Wajah Erika sedikit tegang sambil memegang perut nya.

__ADS_1


"Erika sayang, terimakasih yaa akhirnya kamu sekarang sedang mengandung penerus keluarga kita."


Wajah Melinda sangat gembira sekali sambil mencium kening Erika.


"Kamu harus jaga baik-baik yaa, mulai sekarang kamu stop aktivitas kamu sebagai model, kamu harus fokus pada kandungan kamu ini."


Melinda terus mengelus perut Erika sambil tersenyum.


Kiano hanya memandangi dari kaca pintu.


"Secepat ini gue jadi ayah dari dua perempuan, tapi kehamilan Erika ini sangat cepat sekali, gue emang nggak ngerti masalah perhitungan tentang kehamilan tapi ini menurut gue cepat banget."


Kiano mulai memberanikan diri untuk masuk ke dalam ruangan dan menghampiri Erika.


Erika seakan malu untuk menatap wajah Kiano dia hanya memegang perut nya.


"Kiano, istri kamu lagi hamil loh ini di jamin asli 💯 persen anak kamuuu, penerus keluarga kita."


Kiano menghampiri Erika dan memegang perut nya.


"Terimakasih yaa, kamu dengan cepat bisa memberikan aku calon anak, semoga selalu sehat sampai saat nya tiba."


Erika masih belum berani untuk menatap wajah Kiano.


"Iyaa, akan aku jaga dengan baik kandungan ini."

__ADS_1


Suasana mereka berdua sangat datar sekali tidak ada perasaan rasa gembira di wajah mereka.


"Yasudah, mama harus menghubungi Papa sekarang pasti Papa sangat senang sekali."


Kiano menarik tangan Mama Melinda.


"Mama jaga Erika saja yaa, biar aku saja yang menghubungi Papa."


Kiano keluar dari ruangan tersebut dan mencari tempat yang nyaman supaya pembicaraan tidak di dengar oleh Mama nya.


Kiano mulai mengambil handphone dan menelephone Papa nya.


*Hallo papa, papa lagi sibuk nggak di kantor ?


*Tidak Kiano, memang ada apa .?*


*Begini pap, tadi Erika terlihat pucat dan lemas sekali, terus aku sama mama bawa Erika ke Rumah Sakit dan ternyata dokter bilang Erika positif hamil.


Mendengar perkataan Kiano di telephone, Alexander langsung terdiam.


*Hallo pap, pap kalau menurut aku permasalahan tentang Alexa jangan dulu kita bahas yaa pap, karena aku takut nanti berpengaruh terhadap kandungan Erika putri nanti dia bisa kaget mendengar nya.


*Hmmmm, lalu sampai kapan kita tutupi masalah ini, sampai menunggu istri mu melahirkan, kamu tidak kasihan dengan Alexa ingat dia anak pertama kamu cucu pertama papa, jangan sampai setelah Erika hamil kamu langsung melupakan Alexa.


Alexander langsung menutup telephone nya.

__ADS_1


"Aku tidak yakin dengan kehamilan Erika itu adalah anak dari Kiano, tapi percuma saja aku tidak punya bukti yang akurat."


__ADS_2