Wanita Penggoda (Cinta Felicia)

Wanita Penggoda (Cinta Felicia)
Episode (258)


__ADS_3

Keesokan harinya Felicia sudah terbangun duluan, dia menyiapkan makanan untuk sarapan suaminya.


Rakka membuka matanya perlahan, dia melihat istrinya sudah sangat cantik sekali.


"Gausah pura-pura tidur ayo cepat mandi, aku sudah menyiapkan sarapan untuk kita berdua."


Rakka terus tersenyum kepada Feli, dia langsung beranjak dari tempat tidur nya dan memeluk Feli dari belakang.


"Terimakasih sayang untuk tadi malam pokoknya kamu juaranya," Rakka langsung berlari dan masuk ke dalam kamar mandi.


"Hmmmmm, baru satu hari aku meninggalkan Alexa tapi udah kangen sekali. Tapi aku di sini sampai 3 hari kalau sampai aku jujur nanti Rakka jadi marah sama aku."


Rakka selesai mandi, dia langsung menghampiri Felicia. dia melihat wajah istrinya sangat berbeda.


"Sayang, kamu kenapa ko kaya nggak semangat gitu sih, kamu sakit yaa karena kemarin kita terlalu kecapean,?" Rakka terus memandangi wajah istrinya tersebut.


"Aku nggak apa-apa ko bagaimana kalau kita sekarang pergi ke luar supaya kita lebih segar lagi."


Rakka langsung menghabiskan makanan dan, langsung mengajak istrinya keluar rumah.


"Ayoo, sayang kita berangkat sayaaaaang."

__ADS_1


Rakka sangat senang mengabaikan moments bersama Felicia dia selalu memotret istri nya tersebut.


"Ayoo sayang foto dulu yaa, kamu cantik sekali pakai baju warna putih itu."




"Oke sayaaaaang, sempurna walaupun memaksa sekali yaa hehehe."


Mereka pun melanjutkan perjalanan nya, raut wajah Felicia masih saja sangat datar sekali, Rakka kebingungan kenapa dengan istrinya itu.


Felicia melakukan video call bersama anaknya, Rakka hanya memandangi saja.


"Seperti ini pertanda untuk secepatnya kita pulang."


Rakka meninggalkan felicia, dia berjalan menikmati indahnya pemandangan di sana.


****


Di kediaman Kiano, sikap Erika semakin sangat menghawatirkan dia menjadi sering melamun dan tidak mau keluar kamar.

__ADS_1


Kiano menghampiri istri, dia pun memeluk Erika.


"Sampai kapan kamu seperti ini, mengurung diri di dalam kamar dan melamun menatapi wajah kamu di cermin setiap hari, tidak usah terlalu berlebih-lebihan. Bukanya kamu itu ingin selalu berkerja yaa mungkin in adalah yang kamu mau untuk bisa berkerja kembali."


Erika menatap wajah Kiano dengan tatapan yang sangat tajam sekali.


"Kiano, jika aku tidak bisa memberikan keturunan untuk keluarga kamu, apa kamu akan meninggalkan aku, kamu akan mengusir aku dari rumah ini."


Mata Erika berkaca-kaca ketika mengucapkan itu kepada Kiano.


"Jika kamu tidak bisa memberikan keturunan untuk keluarga aku, maka kamu harus menerima Alexa untuk ada di keluarga kita, Alexa anak kandung aku mungkin memang dia yang akan menjadi pewaris tunggal dari keluarga ini, aku tidak akan meninggalkan kamu asal kamu mau menerima kehadiran Alexa."


Kiano langsung meninggalkan Erika, dia keluar dari kamar nya dan menutup rapat pintu.


"Apaaaaa,,,,, ini nggak boleh terjadi aku nggak mau mengurusi anak itu, aku harus tetap berusaha untuk bisa hamil kembali apapun itu resiko nya, aku harus hamil anak dari Kiano. Dan jangan sampai Tante Melinda tahu kalau aku kemungkinan besar susah hamil dia pasti akan memilih anak itu."


Kepala Erika langsung seketika pusing dan pandangan mata nya pun menjadi buram


"Bangun-bangun Erika kamu nggak boleh lemah kamu harus bisa bangkit kembali."E


__ADS_1


__ADS_2