Wanita Penggoda (Cinta Felicia)

Wanita Penggoda (Cinta Felicia)
Episode (255)


__ADS_3

Setelah menyiapkan persiapan pernikahan, akhirnya hari kebahagiaan itu pun tiba. Rakka dan Felicia hari ini menikah.


Semua di persiapkan sangat sempurna sekali. Rakka ingin membuat hari yang spesial untuk mereka berdua.


Felicia merasa tidak menyangka jika hari ini dia bisa memakai baju pengantin seperti yang dia inginkan sejak dulu, baju pengantin Felicia di samakan dengan gaun yang di pakai oleh Alexa.


Ketika kedua keluarga sudah sampai, akhirnya Rakka pun mengucapkan janji setia nya di depan orang tua Felicia dan di depan umum.


Tangis Felicia seakan pecah ketika Rakka mengucapkan janji setia nya. Felicia menatap wajah Rakka dan Rakka mencium kening istrinya.


Hari ini mereka berdua sudah sah menjadi sepasang suami istri, Felicia terus memandangi wajah suaminya itu.


Terlihat raut bahagia orangtua Felicia dan keluarga Rakka, tapi tidak ada kehadiran Keluarga Kiano hanya di hadirkan oleh papa nya saja.


Kiano dan Mama nya beralasan tidak datang karena Erika yang keadaan masih belum pulih. Itu membuat Rakka sedikit kecewa dengan Kiano.


"Kenapa Kiano tidak mau datang, sedangkan gue selalu memaksakan datang di acara pertunangan dan pernikahan nya."


Felicia mengengam tangan Rakka, dan tersenyum manis kepada suaminya itu.

__ADS_1


"Kita harus bahagia hari ini, tidak memikirkan mereka karena itu sangat tidak penting sekali."


Semua tamu undangan berdatangan, untuk mengucapkan selamat kepada pasangan tersebut.


Felicia dan Rakka tidak ada henti-hentinya tersenyum menyambut kedatangan tamu yang menghampiri mereka berdua.


"Semoga cepat dapat momongan yaa Rakka, loe bukti kan sama istri loe kalau loe tuh laki banget," ucap salah satu tamu undangan yang hadir di acara pernikahan itu.


Rakka langsung melirik-lirik ke dalam Felicia, yang membuat Felicia merasa malu.


"Ohhhh, tenang saja pasti langsung proses cepat," ucap Rakka sambil tertawa puas.


Di saat Felicia dan Rakka sedang berbahagia, di sisi lain di keluarga Kiano mereka sedang bersedih melihat kondisi Erika.


Erika mencoba untuk memberanikan diri bertanya kepada Dokter Specialis kandungan.


"Dok, ada kemungkinan besar setelah 3 bulan pasca keguguran ini saya bisa langsung program kehamilan kan Dok,?"


Erika seperti memohon kepada Dokter untuk bisa menjawab pertanyaan nya tersebut dengan jawaban iya.

__ADS_1


"Begini, Ibu Erika kondisi kandungan ibu itu sangat lemah sekali jadi sebaiknya di tunda dulu lumayan lama, karena kemungkinan kecil ibu bisa hamil kembali."


Erika langsung terkejut hati nya seperti sangat hancur mendengar perkataan dari Dokter tersebut.


"Nggak mungkin itu Dok, aku pasti bisa hamil lagi kan, aku mohon Dokter aku sangat menginginkan hadirnya anak ini di keluarga kami."


Dokter mencoba untuk menenangkan perasaan Erika putri yang menangis histeris karena perkataan dari Dokter tersebut.


Dokter memilih untuk meninggalkan Erika putri.


"Bagaimana jika Tante Melinda tahu kabar ini, apa yang akan di lakukan kepada aku dia pasti akan mengambil anak Felicia itu dan mengurus nya untuk bisa tinggal di sana, tidak itu tidak boleh terjadi aku harus mencari cara bagaimana mengatasi semua ini."


Kiano datang untuk menemui Erika, dia membawa buah-buahan untuk Erika.


"Erika kamu baik-baik saja kan, kenapa kamu seperti habis menangis dan sangat ketakutan seperti itu."


Kiano menghampiri Erika, dia memegang tangan nya yang sangat dingin sekali.


"Erika kamu jangan seperti ini, jika kamu seperti ini terus aku takut kamu jadi despresi."

__ADS_1


__ADS_2