
Felicia sangat kebingungan ketika dia turun dari mobil nya.
"Ayah, ada apa yaa ini kenapa Rakka seperti membawa banyak orang ke rumah kita yaa."
Felicia dengan wajah binggung nya menghampiri dan Rakka tersenyum menyambut kedatangan Felicia.
"Felicia, aku ke sini bersama dengan ayah dan ibu aku, aku ke sini mau bilang langsung ke orang tua kamu, kalau aku punya perasaan yang serius sama kamu, aku pengen kamu percaya kalau bener-bener mau sama kamu selama nya."
Felicia seperti di siram oleh air hatinya yang sebelumnya panas berubah menjadi segar kembali.
Wajah felicia terlihat sangat malu-malu sekali, untuk menjawab perkataan Rakka.
"Hmmm, aku nggak tahu dan binggung untuk berkata apa, aku sekarang sangat malu sekali."
__ADS_1
Felicia berlari menghampiri ibunya dan langsung bersandar di pundak ibu nya.
Melissa tersenyum melihat tingkah laku Felicia tersebut.
"Felicia, kamu tidak harus menjawab perkataan Rakka, yang pasti kedatangan Rakka ke sini dia ingin kamu percaya dengan perasaan hatinya di depan orang tua kamu, yaa Rakka mungkin tidak mau untuk di tolak kembali dan sakit hati kembali."
Ucap Melissa sambil melirikan mata kepada Rakka.
"Yang pasti saya sebagai ayah felicia, jika Rakka memang mempunyai perasaan kepada Felicia saya berharap juga Rakka bisa menerima kehadiran Alexa, karena felicia yang sudah mempunyai anak, saya tidak mau rasa itu hanya di awal saja nanti ujungnya Rakka merasa terbebani dengan kehadiran Alexa."
"Saya juga sangat sayang Alexa dari mulai dia masih ada di dalam kandungan nya, saya pun juga yang mendampingi Proses persalinan Alexa rasa cinta dan sayang saya seperti papa asli Alexa."
Vania merasa sangat terharu dengan ucapan Rakka.
__ADS_1
Felicia tersenyum manis kepada ibunya, Rakka menghampiri Felicia dan mengambil Alexa dari Felicia.
"Terimakasih banyak Rakka, sejak dulu pun ibu lebih menyukai kamu daripada lelaki yang tidak bertanggung jawab itu, ibu sangat yakin kamu pasti akan membuat hidup Felicia menjadi bahagia."
Felicia merasa sangat bahagia sekali, mungkin ini adalah hari terbahagia nya setelah penuh air mata dan perjuangan.
"Aku belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya, aku sangat tidak menyangka keluarga Rakka bisa menerima aku untuk bisa hadir bersama keluarga kalian, aku menolak Rakka karena aku takut di hina kembali karena Rakka terlahir dari keluarga yang berpendidikan tinggi dan kaya raya juga jadi aku merasa tidak pantas saja."
Melissa menghampiri felicia dan memeluknya.
"Kamu wanita hebat dan sukses, kamu bisa memiliki di usia kamu yang masih sangat muda, sedang Rakka dia masih berjuang untuk masa depan nya, dia masih sekolah dan belajar harus nya dia yang merasa sangat malu."
Tampa mereka sadari Kiano ternyata mengikuti Felicia sampai ke rumah nya, Kiano mendengar semua percakapan nya, dia merasa sangat sedih sekali ketika melihat anak kandungnya merasa bahagia dengan orang lain daripada dengan dia ayah kandung nya.
__ADS_1
"Hati aku sakit sekali melihat Felicia bersama dengan Rakka, apalagi sikap Rakka yang sangat dekat dengan Alexa aku harus bisa mendapatkan simpati dari Felicia agar aku bisa dekat dengan Alexa, karena sekarang yang aku punya hanyalah Alexa bukan harta dan tahta".
Dengan penuh emosi Kiano meninggalkan tempat tersebut.