Wanita Penggoda (Cinta Felicia)

Wanita Penggoda (Cinta Felicia)
Episode (157)


__ADS_3

"Jika om alexander mau mengobrol saja saya tidak masalah tapi saya tidak suka om alexander.memaikan tangan seperti itu yaa.saya sangat tidak nyaman sekali".


Alexander langsung menjaga jarak dengan felicia.


"Bagaimana kalau nanti malam kita ketemuan di cafe ? ".


Felicia terdiam kebingungan apa dia harus menerima atau tidak ajakan dari om alexander itu.


"Saya, pikir-pikir dulu yaa om alexander.soalnya saya juga sangat sibuk sekali di toko kue.tidak bisa se enaknya pergi.apalagi hanya untuk bersenang-senang saja".


Alexander langsung memberikan kartu nama nomber handphone nya.


"Kamu simpan yaa, nomber handphone saya jika kamu tidak mau memberikan nomer handphone kamu kenapa saya".


Felicia langsung mengambil kartu nama tersebut.


"Lalu bagaimana jika saya menghubungi nomer handphone ini ? apa akan selalu di terima oleh Alexander ? bagaimana kalau nanti istri om alexander yang menerima panggilan telephone dari saya".


Felicia tersenyum sambil memberikan kembali kartu nama tersebut kepada om alexander.


Alexander langsung terdiam dia mulai berpikir bagaimana jika istri nya yang menerima panggilan telephone masuk dari felicia.


"Yasudah om jangan suka main api di belakang istri om.nanti ketauan bisa hancur semuanya rumah tangga om alexander.cuman karena pergi bersama saya".

__ADS_1


Felicia langsung berdiri dari tempat duduk nya.dia akan segera pergi dari ruangan itu.


Ketika felicia berjalan dan mau membuka pintu untuk keluar.tiba-tiba om alexander menghampiri nya.


"Semuanya akan aman, istri saya pasti tidak akan mengatahuinya.saya akan merencanakan dengan baik".


Alexander langsung memberikan kartu nama lagi kepada felicia.


Felicia tersenyum manis dan menggambil kartu nama tersebut.


"Baiklah, tapi semua om alexander yaa yang bertanggung jawab jika sampai ini ketahuan oleh istri om alexander".


Felicia langsung keluar dari ruangan tersebut dan memakai kacamata hitam dan masker di wajah nya.


"Seperti nya, bapak alexander memang sangat menyukai ibu alexa yang terlihat lebih fresh cantik dan anggun.aku jadi penasaran bagaimana kalau sampai ibu melinda yang sombong itu mengetahui nya.bahwa suaminya bermain api di belakang nya dengan perempuan seumur dengan anak nya.kiano Alexander".


Sekertaris itu langsung pergi ke dalam ruangan Alexander sambil membawa berkas-berkas penting perusahaan.


Felicia yang sangat tidak menyangka bahwa om alexander.seserius itu dengan dia.


"Aku ikuti permainan nya om alexander, lihat saja om alexander aku akan lebih jahat dari tante melinda.istri om tersayang itu".


Felicia langsung masuk ke dalam mobil nya.

__ADS_1


"Pak,saya mau membeli handphone baru dan kartu nya.nanti bapak berhenti nya di depan toko handphone".


Felicia sambil memandangi kartu nama om alexander.


"Baik bu".


Felicia langsung merencakanakan apa yang akan di lakukan selanjutnya.


"Aku harus memanfaatkan semua ini.aku harus bergerak cepat menghancurkan keluarga alexander".


Felicia tersenyum manis sambil memandang kartu nama tersebut.


"Aku tau,apa yang aku lakukan ini salah.tapi sakit hati aku terhadap tante melinda sudah di luar batas kesabaran ku.supaya dia tau dan merasakan bagaimana rasanya sakit hati yang begitu dalam".


Mobil felicia langsung berhenti di tempat penjualan handphone.


"Pak,maaf banget yaa.bapak yang turun bapak yang beli handphone dan bapak yang isi identitas nama nya.bapak beli handphone 2 untuk bapak dan untuk anak bapak di rumah yaa.ini uang nya".


Felicia memberikan uang kepada supir pribadi tersebut.


"Ibu, tidak usah membelikan saya handphone.anak saya di rumah sudah ada handphone"


Felicia tersenyum manis kepada supir pribadi nya itu.

__ADS_1


"Itu hadiah untuk anak bapak, Karena bapak tadi pagi sudah mengajarkan saya belajar mobil.sudah pak beli kan saja yaa".


__ADS_2