
Di perjalanan felicia merasa sangat tidak nyaman ketika dia akan di bawa ke kontrakan kiano sedangkan di sana hanya ada dia dan kiano saja.
Felicia terus memainkan tangannya.dia menahan rasa takut nya.
Melihat felicia yang tampak sangat gelisa Kiano langsung bertanya kepada felicia.
"Felicia, kamu kenapa ko kaya yang nggak nyaman gitu sih.jalan bareng sama aku ?".
Felicia langsung menatap wajah Kiano.
"Aku,nggak apa-apa kiano.aku cuman lapar aja aku belum makan siang".
Felicia langsung memegang perutnya.
Padahal itu supaya mengulur-ulur waktu agar tidak cepat sampai ke kontrakan kiano.
"Yaudah,kamu mau makan apa ?".
Kiano sambil melirik-lirik mencari tempat makan.
"Terserah saja yang penting aku mau makan nasi".
Felicia pun ikut memperhatikan di sepanjang jalan.
Dia mencari tempat makan yang antrian panjang.
"Nah,Kiano kita makan bakso aja tuh.seger deh siang-siang begini makan yang pedes".
Felicia langsung menunjuk tempat bakso yang antrian nya sampai ke luar.
"Bakso ? tadi bukan nya kamu bilang pengen makan nasi.ko sekarang malah ke bakso sih.nggak-nggak kamu baru sembuh harus makanan sehat".
Kiano langsung mencari restoran untuk makan siang mereka.
Felicia mulai panik rencananya gagal.
"Kiano,aku nggak mau makan di restoran aku maunya makan di tempat-tempat biasa aja itu lebih enak".
Kiano menuruti apa kemauan felicia.
Setelah putar-putar lumayan lama Kiano akhirnya mendapatkan tempat makan Nusantara yang menyajikan makanan khas daerah.
"Bagaimana kalau ini.kamu mau nggak ?".
Felicia membacanya dan langsung menggangukan kepalanya.
"Oke,kita makan di sini ya".
Felicia dan Kiano pun langsung turun dan masuk ke dalam rumah makan tersebut.
"Ayo felicia kamu mau pilih apa maksud aku mau makan apa".
Felicia langsung memilih makanan dengan porsi yang sangat banyak.
Kiano langsung kaget badan semungil felicia mempunyai selera makan yang banyak.
"Felicia, emang kamu nggak takut gendut ? kamu pesen makanan banyak sekali loh".
Felicia menggelengkan kepalanya dengan manja.
"Nggak tuh,aku kan baru habis sembuh dan sakit jadi harus banyak makan dong.nggak apa-apa kan kiano sayaaaaang".
Felicia bersikap sangat manja kepada Kiano.
Kiano cuman menggangukan kepalanya sambil tersenyum.
"Ahhhh,lama sekali ya.aku sangat lapar sekali".
__ADS_1
Felicia sangat tidak sabar menunggu makanan yang di pesan datang.
Felicia sambil memegang perut nya.
Melihat tingkah laku felicia kiano tidak percaya.
Ini pertama kali dia tau sikap asli felicia.
Akhirnya makanan pun datang.
Felicia langsung menyantap makanan tersebut Tampa gengsi di perhatikan oleh kiano.
"Pelan-pelan sayang makannya yaa".
Kiano sambil mengelus rambut felicia.
Felicia langsung terdiam dia melakukan seperti ini karena dia takut kiano menyentuh nya kembali.
"Kiano, bagaimana hubungan kamu dengan perempuan pilihan mama kamu itu ?".
Kiano langsung kaget mendengar pertanyaan dari felicia.
Ternyata rakka belum bercerita kepada felicia bahwa dia sudah bertemu dengan perempuan pilihan mama nya itu.
"Nggak ada hubungan apa-apa ko felicia, lagian aku juga belum ketemu dengan perempuan itu".
Kiano terpaksa berbohong karena takut felicia marah kepada nya.
"Apa benar, perempuan paling mama kamu itu seumuran tante melinda ?".
Kiano di buat terkejut lagi dengan pertanyaan dari felicia.
Dia nggak mungkin bilang bahwa perempuan itu sangat cantik dan seorang model.
"Lebih tua dari aku 4 sampai 5 taun nan".
"Apa jika kamu bertemu dengan dia kamu bakalan milih dia untuk jadi pendamping kamu ?".
Kiano langsung terdiam setelah mendengar pertanyaan ini oleh felicia.
Dia tidak mungkin jujur kepada felicia.
Baru pertama kali dia bertemu dengan perempuan itu mereka langsung chatting an.
Dan Kiano mulai menggagumi kecantikan perempuan itu.
"Felicia,aku nggak bisa janji dengan kamu.kalau bisa menentukan jodoh ku sendiri aku pasti lebih memilih kamu daripada perempuan itu.sekarang kita sama-sama berjuang dan berdoa saja yaa.semoga Kiano dan felicia bisa terus bersama".
Felicia langsung terdiam mendengar perkataan Kiano.
Selera makan nya pun mulai berkurang.
Felicia mulai berpikir jika kiano ada kemungkinan besar dia akan memelih perempuan itu daripada dirinya.
"Iyaa,kiano semoga saja kita bisa bersama selamanya".
Ucap felicia dengan suara yang tidak bersemangat.
"Kiano,aku sudah selesai makan nya.aku mau pulang saja kasian ibu pasti sangat sibuk sekali di toko".
Felicia langsung berdiri dari kursi makan nya.
"Loh,ko pulang sih felicia.kita kan belum apa-apa.emang kamu nggak kangen sama aku".
Felicia langsung terkejut dengan perkataan Kiano.
"Maksud kamu apa kiano ? kita belum apa-apa ?. pokoknya anterin aku pulang sekarang kalau nggak aku pulang sendiri".
__ADS_1
Kiano tidak menyangka kalau felicia akan semarah itu dengan perkataan barusan.
"Felicia,jangan marah gitu donk.maafin aku".
Felicia tidak menjawab dia malah cemberut ketika diajak ngobrol oleh kiano.
"Yaudah sabar yaa,aku bayar dulu makanan nya terus kita langsung pulang".
Ketika kiano membayar ke kasir.
Felicia langsung pergi ke luar duluan dan menunggu kiano di depan mobil nya.
"Manasih,Kiano lama banget bayar nya.apa dia lupa nggak bawa dompet jadi di bayarnya di suruh cuci piring dulu".
Setelah menunggu hampir 30 menit.
Akhirnya Kiano keluar dari rumah makan itu dan langsung menghampiri felicia.
"Maafkan lama,tadi ngantri di kasir nya.terus juga makanan yang pesen banyak banget jadi lumayan lama ngitung nya".
Wajah felicia masih tetap saja cemberut.
Kiano langsung membuka pintu mobil nya agar felicia bisa segera masuk ke dalam.
"Kamu ko, marah sih kenapa.ada yang salah sama perkataan aku ? yang mana kalau ada".
Felicia tetap diam dia tidak mau menjawab pertanyaan dari kiano.
"Apa kamu lebih nyaman pergi bersama rakka ?
lebih suka di ajak jalan-jalan sama rakka dari pada sama pacar kamu sendiri.apa jangan-jangan kamu mulai ada perasaan sama rakka ? kamu suka sama rakka ?'.
Kiano mulai terbawa emosional dengan perlakuan felicia terhadap nya.
"Ko, kamu punya pikiran kaya gitu sih sama rakka.teman baik kamu kalau bukan karena dia sekarang kita nggak mungkin bisa ketemu.rakka sampai bela-belain ngebohong ke ibu aku.dia bilang aku suruh mama nya untuk datang ke rumah nya buat ngajarin mama nya bikin kue.apasih yang ada di pikiran kamu kiano ?".
Mata felicia langsung berkaca-kaca.
"Inget yaa Kiano, pacaran kita sudah terlalu an udah melebihi batas.harus kamu sadar dengan itu aku nggak mungkin langsung suka sama lelaki lain.karena lelaki lain belum tentu mau Nerima aku perempuan yang sudah tidak perawan".
Di saat sudah sampai deket dengan rumah nya felicia langsung meminta turun.
"Aku mau turun di sini,aku takut ketahuan sama ibu aku pulang dengan kamu bukan dengan rakka".
Kiano langsung memberhentikan mobilnya.
Felicia langsung turun dari mobil kiano tidak berpamitan.
Kiano langsung pergi meninggalkan felicia.
Di perjalanan kiano merasa sangat kecewa dengan Felicia.
Dan tiba-tiba handphone Kiano bergetar.
"Pasti felicia dia mau minta maaf".
Ketika kiano membuka pesan tersebut ternyata dari Erika.
Kiano langsung membuka pesan dari Erika.
*Kiano, nanti malam kalau kamu nggak sibuk kita ketemuan yu*.
"Daripada pusing,sama felicia mending gue nanti malam gue ketemuan sama Erika".
Kiano langsung membalas pesan dari Erika.
"Oke,bisa nanti malam kita ketemuan*.
__ADS_1