Wanita Penggoda (Cinta Felicia)

Wanita Penggoda (Cinta Felicia)
Episode (09)


__ADS_3

Kiano dan felicia segera bersiap untuk pulang ke Jakarta.


"Felicia apa ada yang mau beli untuk ibu dan ayah ?".


Tanya kiano kepada Felicia.


"Hmmm, tidak ada aku ingin cepat pulang kasian ayah pasti sangat sibuk di toko".


"Yasudah,ayo kita segera berangkat".


Kiano langsung menjalankan mobilnya.


Felicia terdiam dia masih terus terbayang kejadian malam itu.


"Felicia kamu kenapa ? ko diem terus sih ?".


Felicia hanya menggelengkan kepalanya.


"Felicia kamu kenapa sayang,kamu tidak enak badan karena keramas pagi-pagi ?".


"Ihhhhhh,apa sih ngebahas terus itu nyebelin banget kamu".


Felicia cemberut dan memandangi kaca mobil.


"Felicia,aku janji nggak bakalan ngelakuin lagi.aku janji kamu jangan marah lagi yaa".


Felicia langsung memandang wajah Kiano.


"Jika aku tidak berjodoh dengan kamu terus aku harus ngomong apa sama suamiku nanti".


"Jangan gitu dong felicia,kita pacaran dari kelas 3 SMP.masa sih kita nggak jodoh".


"Hey Kiano kita mana tau apa yang akan terjadi nanti nya".


Kiano terdiam mendengar perkataan Felicia.


"Kalau kita tidak berjodoh maka aku akan menunggu mu cerai dengan suami dan kita bisa menikah".


Felicia semakin jengkel dengan ucapan Kiano.

__ADS_1


"Terserah kamu saja Kiano aku jadi mual mendengar perkataan kamu".


Kiano tiba-tiba memberhentikan mobilnya.


Kiano turun dari mobil Tampa felicia.


"Mau,kemana dia ? turun dari mobil sendiri nggak ngajakin aku ".


Kiano mengetuk kaca mobil nya.


Dan menyuruh felicia untuk turun dari mobil.


"Ayoo, cepetan turun".


Felicia langsung membuka pintu mobil.


"Ada apa kita mau ke mana".


Kiano menunjukkan balon merah ke arah felicia.


"Balon ? untuk apa ? aku tidak suka balon aku takut meledak aku takut".


"Felicia Antasya begitu amat sih".


Kiano masuk ke dalam mobil.


"Kamu apa sih Kiano nggak jelas banget tiba-tiba turun dari mobil terus nunjuk balon biar apa sih".


Felicia semakin jengkel dengan kiano.


"Yaa, maksud aku mau beli in kamu balon merah tulisan i love you supaya kamu nggak marah lagi tapi jadi gagal".


Felicia melirik sinis ke wajah Kiano.


"Kenapa kamu nggak langsung beli aja terus kasih ke aku biar jadi kejutan.Gausah suruh aku turun segala".


"Yaa,maaf aku kurang peka dari pada kamu.maaf yaa maaf".


"Udah deh jangan aneh-aneh lagi.aku mau tidur aja.bangunin kalau udah nyampe ya".

__ADS_1


Kiano menggangukan kepalanya.


Felicia langsung menutup mata nya tertidur.


Di perjalanan kiano membayangkan jika felicia sampai bisa hamil mungkin mama nggak ada pilihan lagi bisa nerima felicia di keluarga nya.


"Kalau nanti kuliah pasti bakalan lebih banyak waktu berdua sama felicia.mama pasti gabakalan tau.minta ngekos di deket kampus".


Kiano terus memandangi wajah felicia yang sedang tidur.


"Aku menikmati sekali malam itu bersama kamu felicia aku se akan ingin bisa terus bersama kamu.


Setelah perjalanan yang panjang akhirnya tiba juga di depan toko kue orang tua felicia.


Terlihat sekali banyak pengunjung yang datang.


"Wahh,rame sekali toko nya.yakin ini toko pasti bakalan sukses besar".


Kiano langsung membangunkan felicia.


"Fel, bangun kita udah sampe nih.felicia ayo bangun kasian itu orang tua kamu pengunjung banyak sekali".


Felicia langsung membuka matanya


"Yaampuun kasian ayah".


Felicia langsung turun dari mobil mewah Kiano.


"Hey, Felicia tunggu aku".


Kiano langsung berlari mengejar felicia.


Ternyata ada ibu felicia di depan toko itu.


Vania memperhatikan dress felicia yang terlihat sangat kusut sekali.


"Felicia baju kamu kenapa berantakan sekali".


Felicia langsung terdiam dan melirik ke wajah kiano.

__ADS_1


__ADS_2