
Felicia di mobil masih saja memikirkan apa yang terjadi di rumah itu, sampai di melamun tak sadar Rakka bertanya berkali-kali.
Melihat Felicia yang melamun, Rakka langsung membawa Felicia untuk memilih baju pengantin mereka.
Felicia terkejut ketika di hadapan nya sebuah butik baju pengantin.
"Rakka, kenapa kamu bawa aku ke sini, kamu nggak bilang dulu sih sama aku."
Rakka hanya terdiam, dia turun dari mobil nya dan membukakan pintu mobil untuk Felicia turun.
Felicia pun mengikuti apa yang Rakka lakukan, Alexa di gendong oleh Rakka.
Sesampainya di sana ternyata sudah ada Tante Melissa, dia langsung mengambil Alexa dari pangkuan Rakka.
"Ayo, kalian pilih-pilih dengan tenang biar Alexa sama ibu di sini."
Wajah Rakka masih saja cemberut, dia tidak menuntut tangan Felicia seperti biasanya.
"Rakka, kamu kenapa,? apa kamu sekarang lagi marah yaa sama aku yaa, kenapa."
Rakka tidak menjawab pertanyaan dari Felicia, dia tetap saja berjalan lurus.
__ADS_1
"Kamu pilih mau yang mana bajunya, aku tunggu di sini saja."
Felicia tampak kebingungan sikap Rakka tidak seperti biasa nya, Feli yang awal sangat bersemangat menjadi datar karena sikap Rakka yang tiba-tiba berubah.
"Rakka, aku tidak bisa seperti ini, jika keadaan kamu lagi marah lebih baik kita pulang saja sekarang, karena percuma saja aku nggak milih-milih sendiri, karena aku menikah berduan sama kamu."
Feli, memilih untuk pergi meninggalkan Rakka. Dia langsung mencari Alexa.
Rakka langsung menyusul calon istri nya itu, dan menarik tangan masuk ke dalam tempat ganti baju.
"Kamu kenapa Felicia ? setelah kamu pulang dari rumah Kiano, kamu langsung diam dan melamun di dalam mobil, aku tanya berkali-kali kamu nggak menjawab dan terus saja melamun padahal aku lagi membicarakan tentang baju pengantin kita,."
"Aku hanya memikirkan suara teriakan itu saja sudah, aku nggak memikirkan apapun ko Rakka".
Feli mencoba meyakinkan Rakka, dia memegang tangan Rakka.
"Aku minta maaf, jangan marah lagi yaa ini tinggal selangkah lagi, aku nggak mau rencana pernikahan batal hanya karena salah paham."
Rakka memegang kedua pipi Felicia, dan berbisik ke telinga nya.
"Aku cemburu, aku nggak mau kamu memikirkan Kiano di dalam hidup kamu, karena sekarang cukup aku yang ada di pikiran kamu mengisi kehidupan kamu."
__ADS_1
Rakka langsung keluar dari tempat tersebut, Feli merasa sangat bergetar mendengar perkataan dari Rakka.
"Rakka benar-benar tulus mencintai ku, semoga dia yang mengisi kehidupan ku sampai akhir hayat ku."
Feli tersenyum manis memandangi Rakka, mereka mulai memilih baju untuk acara pernikahan mereka.
"Bagaimana kalau warna putih,biru dan pink."
Ucap Rakka sambil tersenyum manis kepada felicia.
"Kamu yakin mau pakai baju warna pink, kamu kan cowok banget Rakka, ganti saja dengan warna yang lain."
Feli, mulai memilih gaun yang akan di pakai nya nanti.
"Feli, apa yang akan kamu tema kan di saat pernikahan kita nanti apa tema princess dan prince ?".
Felicia langsung dengan cepat menggelengkan kepalanya.
"Yang biasa saja, aku tidak mau tema itu aku jadi tidak suka tema itu sudah di curi oleh orang lain, aku nggak mau."
Rakka yang mengerti maksud dari perkataan Felicia langsung memeluk Felicia.
__ADS_1