
Sesampainya di klinik felicia di rangkul oleh ibunya untuk turun dari mobil.
"Ayoo nak, pelan-pelan jalannya ya".
Felicia merasa sangat lemah sekali dia terus memegang tangan ibunya.
"Pusing sekali bu, pusing".
Felicia terus mengeluh kepada ibunya.
"Sabar yaa naak,ibu daftar dulu.kamu tidur dulu aja di kursi tunggu ini yaa".
Felicia bersandar di kursi tunggu pasien dan beruntung nya di klinik itu sedang kosong tidak ada pasien.
"Ayoo nak,kita tinggal nunggu di panggil oleh perawat nya".
Felicia terlihat sangat pucat sekali untuk berdiri pun dia tidak sanggup.
Felicia langsung di bantu berdiri oleh perawat yang ada di klinik itu.
"Silahkan duduk,apa keluhannya ?".
Tanya dokter kepada felicia.
"Pusing,mual dok dan lemas sekali".
Dokter pun langsung memeriksa felicia dan memegang perut felicia.
"Sudah silahkan,duduk kembali".
Felicia pun duduk kembali dan terus memegang tangan ibunya.
"Gimana dok, dengan keadaan anak saya.dia kenapa sakit apa ?".
__ADS_1
Felicia sangat ketakutan sekali dengan apa yang di katakan oleh dokter.
Dokter pun langsung menatap wajah ke arah felicia.
"Anak ibu,tensi darah sangat rendah sekali.terus asam lambung nya naik.apa anak ibu selalu telat waktu makannya ?".
Vania langsung terdiam dengan perkataan dokter tersebut.
Dan vania memberikan pertanyaan yang membuat dokter terkejut.
"Apa dokter yakin,asam lambung yang membuat anak saya mual muntah itu ? apa tidak ada yang .lain yang membuat anak saya seperti itu ?".
Mata felicia berkaca-kaca mendengar perkataan ibunya.
Dia mengerti dan maksud pertanyaan ibunya itu.
"Tidak ada lagi bu,tadi kan saya sudah periksa di bagian perut nya.memang karena asam lambung yang tinggi".
Vania merasa sangat tenang sekarang apa yang dia takut kan ternyata tidak terjadi.
Felicia langsung kaget mendengar perkataan dokter dan segera membuka handphone melihat jadwal dia mentruasi.
Dan ternyata masih belum telat waktu nya.
"Yasudah dokter, terimakasih banyak.saya pamit dulu".
Vania langsung merangkul Felicia untuk keluar dari ruangan pemeriksaan.
"Felicia, kamu tunggu sebentar di sini.ibu mau tebus obat dulu".
Vania meninggalkan felicia untuk pergi mengambil obat sambil memperhatikan Felicia.
"Yaa tuhan, terimakasih ternyata aku nggak hamil.aku cuman kurang darah dan asam lambung ku naik.terimakasih banyak yaa tuhan".
__ADS_1
Tak lama kemudian ibu felicia datang membawakan resep obat untuk felicia.
"Ayoo,naak kita pulang.obat sudah ada di ibu".
Dengan berhati-hati Vania menuntun felicia.
"Kamu jangan dulu menunggu toko kue yaa.kamu harus beristirahat total dulu yaa sampai kamu sembuh total".
Felicia masih memegang erat tangan ibunya.
"Iya buu,aku bakalan istirahat dulu sampai sembuh total'.
Felicia langsung memeluk erat ibunya sambil menangis.
"Terimakasih kasih banyak yaa buu".
Vania menghapus air mata felicia.
"Sudah naak, tidak apa-apa jangan lagi-lagi membuat ibu hawatir lagi.dan jangan sampai berbuat sesuatu yang merugikan diri kamu sendiri".
Ayoo kita pulang taxi online nya sudah datang.
Di perjalanan pulang felicia terus memandangi kalender di handphone nya.
Vania memperhatika anaknya itu.
"Ada apa felicia,kamu terus memandangi kalender di handphone ?".
Felicia langsung mematikan handphone itu.
"Tidak apa-apa ko bu,aku cuma iseng aja liatin handphone".
Felicia pun hanya tersenyum kepada ibunya.
__ADS_1