
Melinda tersenyum itu bertanda dia akan bisa secepatnya untuk memiliki cucu dari pernikahan anaknya.
Selesai sarapan pagi kiano dan erika langsung bersiap untuk pergi ke kampus dan berkerja untuk erika.
"Mama,kita pergi dulu yaa.mama hati-hati yaa di rumah jangan banyak melamun.Mama harus banyak untuk beraktivitas".
Kiano dan erika bergegas pergi meninggalkan rumah nya.
"Hati-hati yaa anak-anak ku".
Kiano dan erika pergi dalam satu mobil.
"Nanti,aku jemput kamu kalau sudah selesai kuliah yaa.kamu harus tungguin suami kamu jangan sama yang lain".
Erika mulai merasa bahagia ada di dekat Kiano.dia seakan melupakan semua perkataan yang pernah di ucapkan kepada bobby mahendra.
"Baiklah,suami ku tersayang aku kerja dulu yaa".
Erika turun dari mobil nya dan di perhatikan oleh bobby.
"Itu erika sama suaminya ? tumben banget dia apa ini cuman akting dia depan suaminya.tapi erika kelihatan senang banget".
Bobby menghampiri erika tapi Erika tidak menanggapi bobby sama sekali.
__ADS_1
"Kenapa sama dia,ko cuek gitu sama gue".
Bobby terus mendekati erika putri kemanapun dia pergi.
"Apasih,Bob jangan terlalu dekat lagi kaya dulu.Aku sekarang mau mencoba setia sama suami aku.Aku mohon kita akhiri hubungan kita yaa.maafin aku yaa.pokok nya apapun yang pernah kita lakukan anggap saja itu semua nggak pernah terjadi".
Erika langsung pergi meninggalkan bobby.Bobby begitu sangat kecewa dengan perkataan erika.
"Erika, gampang banget loe ngomong kaya gitu.Jadi selama ini gue cuma di jadikan pelampiasan dia doang.erika dia benar-benar licik sekali".
Bobby sangat di buat kecewa dengan apa yang sudah di ucapkan Erika.
"Nggak semudah itu Erika gue bisa melupakan semua kenangan kita di hotel itu".
****
Rasa tertekan Melinda pun mulai sedikit menghilang ketika melihat keharmonisan rumah tangga anak nya.
"Semoga tidak ada penghianat cinta di rumah tangga kalian.cukup mama saja yang merasakan nya".
Melinda pergi ke kamar nya dia melihat handphone suaminya tertinggal di bawah bantal.
"Ini handphone papa,ini kesempatan aku untuk mengecek handphone nya papa".
__ADS_1
Melinda tidak bisa membuka handphone nya.karena memakai kode angka.
"Yaa Tuhan,licik sekali kode handphone nya di ganti".
Melinda langsung melempar handphone suami nya.
"Bagaimana jika felicia meminta harga untuk anak nya.itu tidak boleh terjadi Kiano harus segera mempunyai anak".
Melinda mengambil kembali handphone suami nya.dan berniat untuk pergi ke kantor nya.
"Handphone ini akan jadi alesan untuk aku pergi ke kantor papa".
Melinda langsung masuk ke dalam mobil nya.
Ketika di perjalanan melinda melihat banyak iklan produk kosmetik yang memakai foto felicia.
Melinda di buat sangat emosi melihat foto-foto felicia di hampir sepanjang jalan.
"Kamu pasti sekarang menjadi sangat somboooongggg sekali felicia.kamu menjadi terkenal mendadak menjadi seorang model.lihat saja dalam waktu dekat aku juga akan mengeluarkan produk skincare kosmetik yang terbaru.erika yang akan menjadi model nya".
Rasa benci melinda semakin besar kepada felicia.
"Emosi sekali aku jadi nya, sebaiknya tidak usah menunggu waktu lama.besok aku akan meminta erika untuk langsung menjalani pemotretan.sekarang lebih baik aku pergi ke kantor aku daripada pergi untuk menyerahkan handphone ini".
__ADS_1