
Rakka membuka pintu kamar nya, dia melihat wajah Felicia yang sangat pucat sekali tapi dia masih bisa tersenyum tipis.
"Astaga Sayang, kamu udah bisa jalan kan ayo sekarang kita pergi ke Rumah Sakit yaa."
Sambil mengendong Alexa, Rakka menyuruh istrinya untuk berjalan hati-hati.
"Pelan-pelan sayang yaa, Alexa kamu jangan rewel yaa nak kalau kamu rewel nanti Papa pusing dan takut pingsan, nanti siapa yang mengurusin kalian berdua."
Melihat suaminya yang super sibuk dan panik, Felicia masih bisa tersenyum manis sambil memandangi wajah Rakka.
"Kamu udah bisa senyum ? kamu udah sehat ? kamu nggak pusing lagi ?".
Rakka melihat ada yang aneh dengan tingkah laku Felicia, wajah nya yang pucat tapi masih bisa tersenyum manis.
"Feli, apa kamu merasa sangat senang yaa kamu sakit begini ? kamu seperti menikmati sekali dengan keadaan kamu sekarang."
Feli langsung berjalan cepat dengan langkah yang seperti melayang.
Sesampainya di dalam mobil Felicia langsung merasakan mual kembali dia keluar dari mobil karena tidak kuat menahan ingin muntah.
"Yaa Tuhan, bagaimana kalau aku punya anak lebih dari 2 sedangkan istri ku sakit begini. Lebih baik Felicia menunda rencana kehamilan kasian sekali dia harus mengurus anak banyak."
__ADS_1
Felicia kembali masuk ke dalam mobil nya
"Rakka sekarang kita jangan cari Rumah Sakit yang jauh, lebih baik kita cari saja bidan yang praktek di sekitar sini karena aku sangat tidak kuat sekali untuk berlama-lama di dalam mobil."
Rakka memberikan Alexa kepada Felicia, dia dengan cepat menjalankan mobilnya.
Beruntung nya tidak harus lama mencari mereka langsung menemukan nya.
"Kamu kuat kan jalan, apa kita minta kursi roda."
Felicia langsung membuka pintu mobil nya, dan berjalan masuk ke dalam.
"Baru 2 bulan nikah gue udah bikin Feli sakit, hmmmmm bukan bikin dia bahagia."
Rakka menghampiri Felicia untuk mengambil Alexa, Felicia masuk ke dalam ruangan pemeriksaan.
Tidak lama kemudian Rakka di suruh masuk ke dalam.
Bidan dan Felicia kompak tersenyum kepada Rakka.
"Selamat yaa, istri bapak sedang hamil 8 Minggu. jaga baik-baik yaa kandungan nya karena seperti nya istri bapak mengalami morning sicknees yang lumayan parah. Di pantau pola makan nya yaa Pak, usahakan makan sedikit tapi sering dan jangan lupa selalu di minum obat penambah darah dan vitamin nya."
__ADS_1
Rakka di buat tidak bisa berkata-kata lagi dia merasa tidak percaya bisa secepat ini menjadi Ayah.
"Saya nggak mimpi kan, istri saya hamil anak saya."
Rakka melirikan mata kepada Felicia.
"Iyaa, aku hamil anak kamu sekarang yang super manja sekali seperti Papa nya."
Selesai di periksa Rakka langsung membawa Felicia segera pulang ke rumah.
Rakka mencium kening dan perut istri nya tersebut.
"Sayang papa jagoan papa, kamu sehat-sehat yaa di dalam perut Momy. Inget jangan bikin hawatir lagi ya sayang Papa sayaaaaang kamu."
Rakka tersenyum kepada Felicia.
"Ini anak baru 8 Minggu loh ko kamu langsung aja bilang jagoan Papa, ini belum tentu cowok loh siapa tahu ini cewek juga jadi teman main Alexa."
Rakka pun langsung lemas mendengar perkataan istri nya.
"Nama nya juga berharap mom, siapa tahu kan jadi kenyataan."
__ADS_1