
Kiano mencoba untuk menghubungi Rakka, agar bisa datang ke rumah orang tua Felicia. Kiano langsung dengan maksud kedatangan nya, dia langsung mengatakan semuanya kepada orang tua Felicia dan Rakka.
"Saya pun ingin merasakan mengurus Alexa, menebus semua perlakuan saya yang dulu. Alexa tinggal di rumah saya di saat Felicia sedang bedrest saja, di saat Felicia sudah sehat kembali Alexa pasti akan di kembalikan lagi ke sini."
Rakka dan orangtua Felicia hanya bisa terdiam karena bagaimanapun juga Kiano adalah Papa nya Alexa.
"Gue serahkan sepenuhnya kepada Ibu dan Ayah saja yang lebih berhak, karena sekarang memang keadaan Felicia sedang butuh perhatian extra tapi dia juga pasti ingin melihat Alexa."
Rakka pun mulai putus asa, dia seperti tidak bisa berbuat apa-apa.
"Bagaimana, om dan tante boleh kan saya mengurus Alexa hanya sementara saja tidak selamanya."
Kiano terus-menerus memohon kepada orang tua Felicia, sampai akhirnya Alexa pun di bawa pulang oleh Kiano.
"Loe, jaga baik-baik Alexa dia juga sekarang adalah anak gue yaa, dan loe juga harus menepati janji loe bawa Alexa kembali di saat Felicia sembuh."
Alexa terus memandangi wajah Kiano, dan seakan melambaikan tangan kepada Rakka.
__ADS_1
"Kamu hati-hati yaa sayang, nanti Papa dan Ibu pasti jemput kamu kembali."
Wajah Alexa tidak terlihat sedih dia terus saja tersenyum sambil melihat Kiano.
"Gue pergi dulu yaa Rakka, makasih banget loe udah ngasih gue kesempatan buat bisa bersama Alexa."
Kiano membaw Alexa pergi, Rakka seketika meneteskan air mata nya.
"Maafkan Papa yaa sayang, doakan Ibu biar bisa sehat kembali."
Kiano langsung menghubungi keluarga nya, untuk bisa mempersiapkan semua yang di perlukan untuk Alexa, agar segera di selesaikan.
Kiano langsung membawa Alexa ke dalam rumah, Alexa pun langsung tertawa riang gembira ketika dia ada di dalam keluarga alexander.
Melinda memperhatikan wajah Alexa, yang begitu sangat mirip dengan wajah Kiano.
"Beruntunglah wajah nya tidak mirip dengan ibunya, dia begitu mirip dengan kamu Kiano."
__ADS_1
Alexander pun langsung menghampiri Alexa dan mencoba untuk mengendongnya.
"Perlukah kita lakukan test DNA, dengan wajah yang begitu mirip dengan Kiano," ucap papa alex sambil melirik ke arah istri nya.
"Siapa nama lengkap anak ini Kiano,?" tanya Mama Mel kepada Kiano.
"Alexa Putri Anastasya".
Melinda langsung tersenyum mendengar nama tersebut.
"Kita ganti nama nya jadi, Alexa Putri Alexander selama dia tinggal di rumah kita ini, nama itu jauh lebih baik." Kiano hanya terdiam
"Dan kamu Erika, kamu harus bisa menerima kehadiran Alexa kamu yang fokus mengurus dia karena Alexa adalah Kiano berarti itu adalah anak kamu juga Papa nggak mau sampai menyakiti fisik Alexa."
Erika hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya, mendengar ucapan Papa Alex.
Kiano langsung membawa Alexa ke kamar yang sudah di persiapkan, kamar yang megah seperti negri dongeng dengan warna pink dan putih, dinding kamar yang bergambar princess.
__ADS_1
Alexa merasa sangat senang ketika dia masuk ke dalam kamar tersebut.
"Alexa sayaaaaang, ini kamar kamu sayang ini adalah dekorasi favorit nya Ibu kamu Felicia, Papa sengaja bikin ini semua nya buat kamu."