
Ke esokan harinya felicia merasa badan nya sudah semakin membaik.
"Aku,rasa aku sudah sembuh.sudah waktu nya aku menjaga toko.kasian ibu dan ayah pasti sangat sibuk sekali".
Felicia beranjak dari tempat tidurnya.
Felicia langsung mandi dan berpakaian rapi.
"Bu, hari ini aku mulai jaga toko kue yaa.aku sudah sehat koo".
Melihat felicia yang sudah mandi dan berpakaian sangat rapih membuat ibu yakin jika felicia memang sudah sembuh.
"Sarapan dulu sana,ibu sudah siapkan makanan di meja makan".
Felicia langsung pergi ke meja makan.
Sedangkan ibunya langsung pergi menghampiri suaminya.
"Yah, felicia sudah mulai ingat menjaga toko kue hari ini dia bilang keadaan sudah membaik.sekarang felicia sedang sarapan".
Ayah felicia langsung terdiam.
"Kasian Felicia, semenjak dia tidak menunggu toko.pendapataan kita sangat menurun mereka lebih suka di layani oleh felicia".
Ucap ayah felicia.
"Iya ayah,ibu tau tapi kita juga jangan memaksa felicia untuk terus-menerus menjaga toko kasian juga dia.mungkin felicia sakit itu karena terlalu cape menjaga toko".
Tampa sengaja felicia mendengar semua percakapan ibu dan ayah nya.
"Aku baru tau, ternyata ketika aku sakit pendapat di toko sedikit.aku harus kuat mungkin dengan ini aku bisa merubah kehidupan keluarga menjadi jauh lebih baik".
Tampa berpamitan dengan orang tuanya.
Felicia membuka toko kue lebih cepat dari waktu nya.
Dan benar saja baru 30menit membuka toko.sudah banyak pelanggan yang datang.
Felicia dengan ramah melayani setiap pesan kue yang datang.
Ibu dan ayah yang masih di rumah di buat kaget karena felicia tidak ada di rumah.
"Dimana, felicia jangan-jangan dia kabur dengan kiano".
Vania sudah sangat panik sekali.
"Sabar bu,coba kita lihat di toko.mungkin dia lagi nunggu di toko".
Vania dan suaminya langsung pergi ke toko kue.
Dan ternyata benar felicia sedang sibuk melayani pelanggan.
Vania dan suaminya langsung berlari menghampiri ke toko.
"Felicia, kenapa kamu nggak bareng dengan ayah ibu.kan jadi sibuk sendiri"
Felicia hanya tersenyum kepada ibunya.
Setelah toko lumayan sepi ayah nya pun menghampiri felicia.
__ADS_1
"Nak,jika pendapat kita terus-menerus meningkat.tahun depan kamu bisa melanjutkan sekolah mu.kamu bisa kuliah seperti teman-teman mu".
Felicia langsung berpikir lagi.jika dia kuliah maka kehidupan keluarga tidak meningkat karena harus membayar biaya kuliah yang mahal.
"Aku nggak mau kuliah ayah,aku ingin mengembangkan usaha ayah dan ibu.semoga nanti ke depannya usaha toko kue kita akan sukses".
Ayah nya hanya memandangi wajah felicia.
"Sudah yah, jangan bahas lagi tentang itu.aky tidak mau kuliah.tolong ayah dan ibu jangan paksa aku yaa".
Felicia meninggalkan ayah dan pergi ke depan toko duduk.
Tiba-tiba handphone felicia berdering.
"Siapa yaa,aduh gawat Kiano ada apa lagi ini".
Felicia langsung membuka pesan dari kiano.
*Felicia,aku ingin ketemu kamu*.
Felicia langsung membalas pesan dari kiano.
*Ibu, melarang aku buat ketemu lagi sama kamu punya hubungan lagi sama kamu*.
Felicia langsung menghapus pesan dari kiano dan mematikan handphone.
Kiano langsung menelephone felicia.
"Ahhhhh,ko nggak aktif sih".
Melihat kiano cemberut rakka langsung menghampiri kiano.
Kiano memberikan handphone nya.
"Baca pesan dari felicia".
Rakka langsung terdiam.
"Ibunya felicia, ngelarang felicia berhubungan lagi sama loe,kobisa ? bukan nya kalian jarang ketemu yaa ?".
Muka kiano langsung memerah dan terus memegang kepala nya.
"Semalam,mama melinda kirim pesan hari minggu harus ketemuan sama perempuan pilihan nya itu.eh sekarang ibunya felicia ngelarang felicia berhubungan lagi sama gue".
Rakka mulai kebingungan untuk bisa membuat kiano tenang.
"Tapi Kiano, felicia tau nya perempuan pilihan tante melinda itu seumuran tante melinda.waktu itu kan salah informasi gue kira tante-tante itu yang mau di jodohkan ternyata anak nya".
Handphone Kiano berdering kembali ternyata mama melinda yang menelephone.
Kiano langsung mematikan handphone nya.
"Kiano, terus loe mau gimana sekarang ? Mama loe nggak setuju sama felicia.dan sekarang ibunya felicia juga ikut-ikutan ngelarang hubungan kalian".
Kiano lebih memilih langsung pergi ke kamar nya.
Dia nggak mau menjawab perkataan rakka.
"Wahh, pasti sedih banget tuh pasti kiano".
__ADS_1
Rakka langsung menghampiri kiano di kamar nya.
"Kiano, jangan diem terus perjuangkan.tapi apa loe yakin bakal nggak kegoda sama perempuan pilihan mama loe itu.udah tau ciri-cirinya belom".
Rakka jadi semakin penasaran dengan perempuan pilihan mama kiano.
"Mama, cuman bilang dia udah lulus kuliah yaa kisaran 4 tahun di atas gue umur nya".
Rakka langsung kaget mendengar ucapan dari kiano.
"Yaa berarti sama aja,sama tante-tante juga.walapun dapetin anaknya".
Rakka tertawa puas di depan Kiano.
"Apasih loe,seneng banget liat gue kaya gini.
mending sekarang loe pergi ke toko kue felicia.loe omongin ke adaan gue sekarang sama dia.kali aja dia simpatik sama loe.please tolongin terus gue".
Kiano mememohon terus-menerus kepada rakka agar mau pergi ke toko kue felicia.
"Yaudah,gue pergi sekali an rainbow cake nya".
Rakka langsung pergi menuju toko kue felicia.
Di perjalanan rakka terus memikirkan nasib Kiano kedepannya seperti apa.
Apakah akan dengan felicia atau dengan perempuan pilihan orang tua nya.
"Kasian felicia, takut nya jadi menunggu harapan palsu dari kiano.padahal felicia itu kan pintar juara terus pas sekolah.yakin deh dia pasti bisa nerusin produk skincare mama kiano jadi model aja dia cocok banget".
Sesampainya di depan toko kue felicia.
"Itu dia felicia,dia masih jaga toko kue.tapi itu yang di samping nya ibunya felicia kalau ibunya felicia tau gue temannya Kiano bisa langsung di suruh pulang".
Rakka mencoba menunggu agar ibunya felicia pergi dari toko.
"Udah jam 12 siang biasanya felicia pulang waktu nya buat istirahat tapi dia masih aja sibuk di toko.gue tunggu nyampe 30 menit aja".
Rakka dengan sabar menunggu felicia pulang ke rumah nya.
30 menit berlalu felicia masih saja ada di toko.
Rakka langsung memberanikan diri turun dari mobil nya.
Dan menghampiri felicia yang sedang sibuk menulis tanggal pengambilan pesanan kue.
"Felicia hai,".
Rakka tersenyum lebar melihat felicia.
"Yaampuun,rakka ada apa kamu ke sini".
Felicia panik dia melirik ke sudut ruangan takut ibunya melihat rakka.
"Nggak usah panik,gue ke sini cuma mau beli rainbow cake doang Koo".
Rakka lagi-lagi tersenyum kepada felicia
Rakka Putra.
__ADS_1