
Rakka sangat hawatir dengan keadaan Kiano.
"Kiano pasti pusing banget nih,masa dia maudi jodohin sama tante-tante sih.emang tega banget tuh tante melinda di sangka anak brondong pemikat tante-tante kali ya".
Tapi rakka tidak langsung pulang dia mampir dulu ke toko kue felicia.
"Ke toko kue felicia dulu ahhh.ketagihan nih sama kue buatan felicia".
Sesampainya di toko rakka melihat felicia sedang di rayu-rayu oleh pelanggan kue.
"Emang dasar kue nya enak terus yang nungguin nya cantik jadi banyak peminatnya.kalau sampai Kiano tau bisa kebakaran tuh hatinya".
Rakka langsung menghampiri felicia.
"Eh,rakka kamu ke sini ko sendiri mana Kiano nya?".
Rakka mulai bingung apa dia ceritakan semuanya sama Felicia.
"Kiano di rumah nya tadi selesai dari kampus dia langsung pulang".
Rakka langsung mengalihkan pembicaraan nya.
"Fell,mau kue rainbow cake nya doank dua bungkus aja ya".
Felicia langsung melayani rakka.
"Oke, rakka ini rainbow cake nya.makasih yaa udah langganan di toko kue ini".
Felicia tersenyum manis kepada rakka.
"Kue nya enak banget felicia dan mama aku juga suka banget.kayanya kalau ada acara arisan dia pasti pesen lagi".
Tiba-tiba ibu felicia datang.
"Felicia sana kamu pulang nak biar ibu yang jaga toko nya".
Mendengar ucapan itu rakka langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk bicara dengan felicia.
"Fell, boleh minta waktunya buat ngobrol bentar aja".
Felicia langsung melirik kepada ibunya.
"Silahkan, tugas kamu kan sudah selesai kamu boleh pergi main dengan teman kamu ini".
Rakka langsung kaget mendengar perkataan ibu felicia.
__ADS_1
"Nggak,maen ko tante saya cuman mau ngobrol aja sama felicia".
Vania ibu felicia tersenyum melihat wajah rakka yang seperti malu-malu.
Felicia langsung menarik tangan rakka.
"Ayoo,rakka kamu mau ngomong in apa".
Felicia dan rakka duduk di bawah pohon rindang masih dekat dengan toko kue milik felicia.
"Sebelum kamu sabar yaa jangan emosi apalagi nangis oke".
Felicia menggangukan kepalanya.
"Jadi gini sesudah dari kampus kita berdua langsung pulang ke rumah kiano.tapi pas kita datang ternyata ada papa dan mama kiano dan orang perempuan".
Wajah felicia mulai berubah menjadi memerah.
"Sabar ya felicia sabar ini cerita belum selesai.terus orangtua kiano mulai kaya ngenalin gitu ke Kiano dan di situ gue lebih milih pergi dari rumah kiano.Tapi nggak gue habis pikir ko tega tante melinda ngejodohin Kiano sama perempuan yang seumuran sama dia".
Felicia langsung kaget mendengar cerita dari rakka.
"Apa kamu yakin rakka nggak ada lagi wanita lain.nggak mungkin lah tante melinda ngejodohin Kiano sama perempuan tua".
"Tapi bisa jadi juga kalau perempuan itu lebih sukses lebih kaya dari keluarga Kiano".
Felicia mulai hilang kepercayaan diri nya.
"Rakka apa aku mundur aja dari sekarang.karena nggak mungkin aku bisa bersatu dengan kiano apalagi sekarang kiano sudah punya di jodohkan keluarga nya".
Felicia mulai meneteskan air mata nya.
"Jangan fel,kamu harus yakin bisa berjodoh dengan kiano.mulai besok kan kita mulai kuliah kiano sama gue punya rencana ngekos di dekat kampus supaya kalian bisa ketemu tapi kayanya buat satu bulan ini kita pasti super sibuk sama kuliah dan kegiatan kampus".
Felicia langsung berdiri dari tempat duduknya.
"Rakka, seperti nya aku harus pulang aku mau istirahat dari pagi jaga toko lumayan cape".
Felicia langsung meninggalkan rakka sendiri di bawah pohon rindang itu.
"Haduh salah ngomong nggak ya, felicia kelihatan sedih banget denger cerita tadi".
Rakka langsung pergi dari tempat itu dan menuju pulang ke rumah nya.
Melihat keadaan sudah sepi kiano memberanikan diri keluar dari kamar nya.
__ADS_1
Dan menghampiri papa dan mama nya yang sedang mengobrol.
"Mama,papa aku belum siap untuk ngomongin tentang perjodohan ini.besok aku sudah mulai kuliah aku mau fokus dulu kuliah".
Melinda langsung menghampiri kiano.
"Kiano,ini cuman perkenalkan saja lalu sudah itu kalian bertunangan supaya mengikat hubungan kalian saja.kalau untuk rencana pernikahan nanti kita bicarakan lagi setelah kamu lulus kuliah".
Kiano langsung duduk lemas mendengar perkataan dari mama nya.
Dia memikirkan bagaimana dengan perasaan felicia jika mendengar kabar ini.
"Kiano kamu kenapa seperti tidak bersemangat gitu.bukankah kamu sudah putus hubungan dengan perempuan miskin itu.jadi kamu nggak usah pusing lagi kan mikirin perempuan miskin itu".
Kiano menarik nafas panjang mencoba menahan emosi nya mendengar perkataan itu dari mama nya
"Iyaa,mah aku dan felicia sudah putus hubungan.dan aku sekarang akan lebih fokus dengan kuliah.tapi aku punya rencana dengan rakka kita mau ngekos di dekat kampus supaya kita nggak cape pulang pergi jauh ke rumah".
Mendengar Kiano sudah tidak ada lagi hubungan dengan felicia mama melinda setuju dengan rencana kiano dan rakka itu.
"Baiklah, jika itu pilihan kalian berdua mama setuju sekali.tapi jangan sampai kamu berbohong dengan mama".
Kiano merasa lega karena mama setuju dengan rencana nya dengan rakka dan bisa membuat mama nya percaya kalau dia sudah tidak ada lagi hubungan dengan felicia.
"Yasudah, kalau gitu aku mau keluar rumah dulu.aku mau ke rumah rakka.sekalian mau ngomong in tentang kuliah".
Tampa berpamitan dengan ke dua orang tuanya
Kiano pergi ke luar rumah menuju rumah rakka.
"Ada apa dengan anak itu langsung pergi saja tidak salaman dulu sama orang tua nya".
Alexander papa kiano pun mencoba menenangkan istrinya itu.
"Sudahlah mam, mungkin dia pusing dengan tugas dan kegiatan di kampus nya".
Mama melinda sedikit curiga dia takut Kiano tidak pergi ke rumah rakka melainkan pergi ke rumah felicia.
"Tapi pah, gimana kalau Kiano tidak pergi ke rakka dia malah pergi ke rumah perempuan miskin itu.mama harus mengikuti nya pah".
Alexander langsung menahan melinda untuk pergi.
"Jangan mam,buat apa mama ngikutin segala kiano.kiano kan sudah bilang dia sudah tidak ada hubungan lagi dengan perempuan itu kita harus percaya dengan sama anak kita sendiri".
Alexander pun langsung membawa melinda untuk duduk kembali di ruang keluarga mereka.
__ADS_1