Wanita Penggoda (Cinta Felicia)

Wanita Penggoda (Cinta Felicia)
Episode (241)


__ADS_3

"Kiano, ko malah pergi sih ninggalin gue, apa jangan-jangan dia masih punya perasaan sama Felicia yaa serakah banget dia kalau gitu."


Kiano tidak memperdulikan Rakka dia langsung masuk ke dalam mobilnya.


"Ko, hati gue sakit ya Rakka bilang mau mengungkapkan perasaan sama Felicia, padahal gue udah nikah sama Erika dan udah seperti pasangan suami istri seutuhnya tapi kenapa gue masih kaya gini."


Kiano memperhatikan Rakka yang masuk ke dalam mobilnya.


"Rakka, dia lebih akrab dengan Alexa dia yang ada di samping Felicia dari dia hamil sampai melahirkan gue harus bisa merelekannya."


Ketika Kiano mau menjalankan mesin mobil nya, tiba-tiba handphone nya berdering kencang, Kiano langsung mengambil handphone nya ternyata telephone dari papanya.


*Hallo pap ada apa telephone


*Kiano, kamu tidak perlu ke rumah Felicia biar papa yang langsung transfer saja ke rekening nya, papa takut nanti malah terjadi suasana yang tidak enak.*


*Baiklah, terserah papa saja bagaimana baiknya saja.*


*Nanti papa akan bicarakan ini semuanya di depan mama dan istri kamu, mereka harus tau kalau kamu mempunyai Alexa.*


*Baiklah, pap tapi bagaimana kalau Erika tidak mau menerima kehadiran Alexa apalagi mama.*


*Itu urusan papa, kalau Erika tidak mau menerima kehadiran Alexa terserah dia tapi yang pasti Alexa cucu pertama keluarga Alexander.

__ADS_1


Sambungan telephone pun langsung terputus.


"Gimana perasaan Erika ya, kacau lagi donk rumah tangga gue, tapi ini juga demi Alexa jadi bingung gue."


Kiano menjalankan mobilnya untuk menuju ke rumah nya.


Setibanya di rumah Kiano langsung masuk ke kamarnya dia melihat wajah Erika begitu sangat pucat sekali.


"Erika, kamu kenapa kamu sakit ? kita pergi Dokter yaa sekarang."


Kiano sangat panik melihat kondisi istri yang lemas tidak berdaya.


"Aku nggak tau Kiano, aku seharian pusing dan muntah-muntah padahal aku jaga makanan dan nggak pernah telat untuk makan, aku juga ngebatalin pemotretan aku pagi ini."


Erika terus mengeluhkan keadaan nya kepada Kiano.


Kiano langsung keluar dari kamar nya, dia mencari mama nya yang ternyata baru saja pulang.


"Mama, habis darimana sih kasian Erika katanya dia muntah-muntah dari pagi, wajahnya juga sangat pucat sekali ayo cepat ke kamar."


Melinda langsung berlari ke kamar Kiano untuk melihat keadaan Erika.


"Kiano siapkan mobil ayo kita bawa Erika ke Rumah Sakit, sabar yaa sayang."

__ADS_1


Melinda langsung menuntun Erika untuk bisa berjalan ke mobil dengan penuh perasaan.


"Kamu pelan-pelan saja yaa sayang, jalan nya jangan buru-buru, sepertinya kamu ini terlalu kecapean berkerja."


Erika terlihat sangat lemas sekali untuk berjalan sepertinya dia tidak mampu.


"Pusing banget kepala aku Tante, rasanya seperti melayang berjalan juga."


Mereka pun sampai di mobil dan membawa Erika segera ke Rumah Sakit.


"Kamu sabar yaa Erika, semua akan baik-baik saja ketika nanti kamu sudah berada di Rumah Sakit yaa."


Di saat Kiano sedang hawatir dengan keadaan istri nya.


Rakka hanya bisa memandangi hasil pemotretan Felicia.


"Kamu cantik banget sih Felicia, walaupun udah punya anak tapi auranya mempesona sekali, semoga dia mau menerima gue sebagai pasangan hidupnya."


Rakka memandangi foto Felicia dengan tersenyum manis.


Felicia Antasya


__ADS_1




__ADS_2