
Rakka mulai berani memegang tangan felicia, dia memandangi wajah cantik Felicia.
"Kamu cantik sekali Felicia, dan aku sangat bahagia bisa bersama dengan kamu hari ini."
Felicia tersenyum manis sambil memandang wajah Rakka.
"Rakka, sebenarnya dulu ketika kita masih sekolah SMA, aku menyimpan perasaan sama kamu tapi ternyata Kiano yang malah menyatakan perasaannya sama aku bukan kamu."
Mendengar perkataan Felicia. Rakka pun langsung salah tingkah dan tersenyum tipis.
"Jadi sebenarnya kamu itu fans aku yaa, aduh nggak nyangka banget sih aku."
Felicia langsung cemberut dan bertingkah manja di depan Rakka.
"Ihhhh Rakka, apasih tapi sekarang malah kamj yang ngejar-ngejar aku, sampai aku sudah punya anak pun kamu mau."
Rakka langsung merangkul Felicia dan berbisik ke telinga nya.
"Kan biar nanti kalau udah nikah bisa langsung hmmmmmm, kamu yang ngajirin."
Felicia langsung melepaskan rangkulan tangan Rakka.
"Ihhhh, diajarin spa sih kaya sekolah aja, eh Rakka bukannya kamu itu kan mau pindah kuliah ke luar negeri ko masih di sini."
Rakka langsung tertawa mendengar ucapan Felicia.
"Hahahaha, aku tuh kesellll sama kamu yang udah nolak aku jadi bikin berita heboh tapi kalau sekarang nggak jadi, dan nggak mau jauh-jauh sama kamu beneran sumpah."
Rakka memegang kembali tangan Felicia, dia mengajak Felicia ke suatu tempat.
__ADS_1
"Kita mau kemana Rakka, kamu mau bawa aku ke mana ihhh."
Rakka tidak menjawab pertanyaan Felicia, dia terus menarik tangan Felicia.
Dan akhirnya mereka berhenti di depan kursi dan meja makan.
"Aku menyiapkan makanan malam spesial untuk kita, aku udah menghubungi ibu dan ayah kamu minta ijin jika pulang ralut malam."
Felicia langsung duduk di kursi tersebut dan melihat kotak pink berpita biru.
"Ini apa Rakka, apa ini untuk aku?."
Rakka menganggukan kepalanya. Felicia langsung membuka kotak pink itu, ternyata isi nya sebuah baju berwarna hitam.
"Maksud apa ini aku ganti baju sekarang?."
Tiba-tiba datang dua perempuan yang menghampiri Felicia.
Felicia di bawa oleh dua perempuan itu Rakka hanya tersenyum.
"Sambil menunggu Felicia, gue pengen liat hasil foto-foto tadi siang."
Rakka di buat tidak habis pikir dengan kecantikan Felicia.
"Kiano ohhhhh Kiano, perempuan sempurna kaya gini loe buang, nggak tau apa yang ada di pikirannya."
Felicia menghampiri Rakka, dengan hasil riasan baru nya
"Gimana Rakka penampilan aku, bagus nggak.?"
__ADS_1
Rakka di buat tidak bisa berkata-kata.
"Kamu cantik sekali Felicia, aku sangat terpesona sekali melihat kecantikan wajah kamu."
"
"Rakka kamu dari tadi bilang cantik terus bosen aku jadinya."
Rakka langsung berdiri dan berlutut di depan Felicia dengan membawa cincin emas berwarna putih.
"Felicia Antasya, mau kah kamu menjadi istri ku, aku ingin melamar kamu untuk bisa secepatnya menjadi pendamping hidup ku."
Tangan Felicia langsung bergetar ketika hendak mengambil cincin dari Rakka.
Dengan mata yang berkaca-kaca Felicia menjawab pertanyaan Rakka.
"Iyaaa, aku mau Rakka menjadi istri kamu, aku mau sekali."
Felicia memakai cincin indah itu di jari manis nya. Rakka pun langsung berdiri dan memeluk Felicia.
"I love you Felicia Antasya."
Rakka mencium kening Felicia dengan penuh perasaan.
"I love you too Rakka Putra, calon suami ku."
__ADS_1
Mereka pun berpelukan mesra kembali.