
Kiano langsung menghampiri rakka dan bertanya kepada rakka
"Kenapa, tiba-tiba ingin pindah dari rumah ini bukan kah loe yang mau kita buat kontrak di sini".
Rakka langsung meninggalkan Kiano tampa berbicara sepatah kata pun kepada Kiano.
"Ada apa sih,sama anak itu tiba-tiba sikapnya jadi berubah kaya gitu".
Kiano masih saja tidak menyadari dengan sikap rakka.
Rakka langsung pergi meninggalkan kiano sendiri di rumah itu.
Tak lama kemudian handphone Kiano berbunyi.
"Siapa yaa ini".
Kiano langsung membuka handphone nya.
"Mama ternyata".
*Pulang sekarang ke rumah kamu harus cari cincin pertunangan untuk erika dan memilih baju yang akan kalian pakai di acara pertunangan nanti*.
Kiano merasa kesal dengan pesan yang dia baca.
"Kenapa sih, harus secepat ini".
Kiano langsung pergi menuju ke rumah nya.
Di perjalanan kiano terus mengingat felicia.
"Apa sayang felicia,tapi aku juga harus ikuti apa kemauan dari mama dan papa".
Kiano tiba di depan pintu gerbang rumah nya.
Ternyata sudah ada mobil Erika di sana.
__ADS_1
"Perempuan itu sudah datang ternyata.pantas saja mama menyuruh aku untuk datang ke rumah".
Kiano masuk ke dalam rumah mewah nya.
Erika langsung berdiri dan tersenyum memandang wajah Kiano.
"Ayoo Kiano,kita pergi sekarang".
Erika menghampiri kiano sambil memegang tangan Kiano.
"Tapi aku baru saja sampai di rumah.masa harus langsung pergi lagi".
Kiano melepas paksa tangan erika yang sangat erat memegang tangan nya.
"Kiano cepat lah,ikutin apa yang di inginkan tunangan itu.kamu jangan bersikap kasar seperti itu kepada Erika".
Mama melinda marah besar melihat sikap kasar Kiano terhadap Erika.
Erika pun hanya terdiam sambil memegang tangan nya yang sedikit kesakitan.
Kiano langsung pergi berjalan tampa menunggu dulu erika.
Erika langsung berlari mengejar kiano yang berjalan sangat cepat sekali.
"Tunggu aku kiano".
Ucap erika sambil berlari mengejar kiano.
Erika dan Kiano pun langsung masuk ke dalam mobil.
Mereka tidak berbicara sama sekali selama di perjalanan.
Sesampainya di tempat tujuan mereka.
Kiano masih saja terdiam memasang wajah kesel nya
__ADS_1
Erika yang memperhatikan kiano tidak berani untuk bertanya kepada nya.
Erika langsung memilih sendiri cincin pertunangan untuk mereka pakai.
"Kiano,coba kamu pakai cincin putih ini apa cukup di jari kamu".
Erika memakai kan cincin itu di jari Kiano.
Tidak ada ekspresi sama sekali di wajah Kiano.
"Yasudah mbak,saya pilih cincin putih polos ini saja yaa mbak".
Erika langsung memesan sendiri cincin tersebut tampa harus menanyakan kepada kiano cocok atau tidak nya.
"Sudah selesai kan, ayo kita pulang sekarang".
Kiano langsung berjalan meninggalkan erika.
Erika di buat sangat marah dengan perlakuan Kiano kepada.
"Aku harus sabar bagaimana lagi dengan dia.sikap nya sungguh tidak dewasa sama sekali".
Erika langsung berlari mengejar kiano yang mungkin sudah berada di dalam mobil.
"Kiano sampai kapan kamu bersikap seperti ini kepada aku.ingat yaa kiano bulan depan aku ini adalah tunangan kamu dan nanti akan menjadi calon istri kamu.bersikap lah sedikit baik kepada ku ini".
Erika melampiaskan kekesalannya kepada Kiano.
Tapi Kiano sama sekali tidak merespon perkataan dari Erika.
Tatapan mata kiano begitu kosong pandangan kiano hanya fokus ke depan.
"Kiano kamu ngedengerin aku nggak sih".
Erika begitu sangat emosional kepada Kiano
__ADS_1
"Aku sedang fokus menyetir mobil.kamu bisa diam jangan ganggu konsentrasi aku menyetir mobil".