
Melihat Felicia yang begitu sangat merindukan anak nya Rakka pun langsung mengajak Felicia untuk pulang ke rumah nya.
"Kita pulang sekarang, kamu kangen Alexa kan ayo kita pulang sekarang." Rakka langsung kembali ke hotel dan memasukkan barang-barang nya ke dalam koper nya.
Felicia merasa Rakka melakukan ini dengan sangat terpaksa, sebernarnya Rakka masih ingin bersama dengan nya. Apalagi baru satu hari mereka di sini.
"Rakka, kamu mau kemana sih,? kita baru satu hari di sini masa kita harus pulang, kamu marah yaa sama aku Rakka ?".
Rakka memandangin wajah felicia, dia langsung tersenyum.
"Kamu kagen sama Alexa, aku nggak mungkin kan jadi penghalang sudah lebih baik kita pulang saja sekarang."
Felicia merasa sikap Rakka menjadi sangat berubah sekali, dia tidak seperti Rakka yang dulu.
"Apa ini tanda nya Rakka merasa menyesal menikah dengan aku. Rakka merasa sangat terganggu dengan kehadiran Alexa, mungkin dia hanya ingin menikmati waktu bersama berdua saja."
Felicia memeluk erat suaminya itu dari belakang.
"Rakka, kamu menyesal yaa menikah dengan perempuan yang sudah mempunyai anak seperti aku ini. Kamu mulai merasakan tidak nyaman yaa, maaafkan aku yaa."
__ADS_1
Rakka tersenyum dan membalikkan badannya, sehingga mereka saling bertatapan wajah, terlihat wajah felicia pun sangat berubah.
"Rakka ihhhhhh, masa sih baru satu hari kita menikah jadi kaya gini, kamu mau ninggalin aku yaa, mau cari perempuan yang sama-sama single biar kamu bisa terus-terusan tiap hari."
Rakka langsung mengendong Felicia, dan membawa ke atas kasur.
"Kamu mau melakukan nya lagi yaa."
Felicia menatap serius wajah suaminya itu, tapi Rakka membalikkan wajah nya dan mengambil selimut yang ada di sebelah nya.
Rakka membuka kancing baju nya, dan Felicia langsung menutup matanya.
Rakka tersenyum melihat tingkah laku istri nya tersebut, dan Rakka pun berbisik ke telinga Felicia.
Rakka langsung berlari meninggalkan istrinya di kasur sendiri.
"Ihhhh, apa sih Rakka, nyebelin banget aku udah siap-siap juga malah milih berenang."
Feli mengikuti langkah suaminya tersebut dengan wajah cemberut Feli hanya jadi penonton saja.
__ADS_1
Erika mencoba untuk melupakan semua yang terjadi di dalam dirinya.
"Aku harus mencari Dokter yang hebat yang bisa membuat aku hamil lagi, karena cuman Kiano lelaki yang aku harapkan. Aku nggak mungkin balik lagi sama bobby dia pasti udah benci banget sama aku."
Erika melihat Kiano seperti sedang berbicara serius dengan mama nya.
"Mereka sedang ngomongin apa yaa, aku jadi penasaran sekali. Jangan sampai Kiano bilang sama mama nya kalau aku susah untuk mempunyai keturunan, ini nggak boleh terjadi Tante Melinda nggak boleh tau tentang masalah ini."
Erika langsung menghampiri Kiano dan Mama nya, seketika obrolan mereka langsung terhenti ketika kedatangannya Erika.
"Ada apa yaa, ko tiba-tiba kalian semua diam aku datang ke sini."
Erika langsung duduk di samping Kiano.
"Begini Erika Kiano tetap saja ingin membawa Alexa untuk tinggal di rumah ini, supaya kamu belajar untuk bisa merawat bayi di mulai dari merawat Alexa, katanya Kiano takut ketika Felicia sudah menikah dengan Rakka, kasih sayang nya nggak fokus lebih ke suaminya, apalagi mereka baru saja menikah."
__ADS_1
Erika terdiam dan merasa sangat kesal mendengar perkataan tersebut.