
Rakka mencoba untuk menenangkan felicia dia tidak mau kalau sampai ibu felicia melihat felicia menangis seperti ini.
"Felicia,coba tenang dan ceritakan semuanya pelan-pelan saja yaa".
Felicia mencoba mengatur nafas nya dan mulai mau menceritakan semuanya kepada rakka.
"Aku, melakukan nya bukan hanya hari itu saja rakka.aku dan kiano melakukan nya berulang kali.pertama ketika kita menginap di villa bogor dan yang ke dua yang sangat memalukan sekali kita melakukan di dalam mobil di depan rumah ku ini.dan ketika itu aku sempat sampai sakit aku mual muntah pusing sampai aku tidak kuat untuk berjalan dan di situ aku sangat ketakutan aku panik tapi ternyata itu hanya sakit biasa tidak seperti apa yang ada di pikiran ku saat itu".
Mendengar semua cerita dari felicia membuat rakka menggelengkan kepalanya berkali-kali.
Dia sangat tidak menyangka dengan apa yang di lakukan oleh Kiano terhadap felicia.sudah bukan lagi cinta yang kiano rasa tapi hanya sebatas ***** belaka.
"Fel,sumpah aku nggak percaya banget dengan kiano bisa berbuat seperti itu sama kamu.dan sekarang dia harus bertunangan dengan perempuan pilihan orang tua.dia lepas tanggung jawab sama kamu fel.apapun yang terjadi walaupun kamu nggak sampai hamil tapi Kiano harus bertanggung jawab harus menikah kamu felicia".
Nada bicara rakka mulai berbeda rakka di buat sangat emosional dengan tingkah laku kiano terhadap felicia.
"Aku harus bagaimana rakka,aku tidak mungkin bisa bersama dengan kiano.apalagi Tante melinda dia sangat membenci sekali aku dan jujur sampai kapan pun aku akan selalu ingat semua perkataan tante melinda".
Rakka langsung mengelus pundak felicia.
"Aku nggak nyangka kalau kamu perempuan yang sangat kuat sekali felicia.aku sangat kagum dengan kamu.sekarang kiano malah sedang dengan perempuan lain".
Felicia memaksakan untuk tersenyum dan melirikan pandangan nya kepada rakka.
"Jangan sampai kiano tahu,aku berkata semuanya kepada kamu rakka.aku merasa sedikit lega ketika aku bisa menceritakan semuanya kepada kamu.sehingga aku tidak berbatin perasaan., terimakasih banyak rakka putra".
Handphone rakka berdering sangat kencang sekali.
Rakka sudah tahu ini pasti telephone masuk dari kiano.
"Kenapa nggak di angkat panggilan telephone nya rakka ? siapa tahu itu sangat penting".
Rakka langsung mematikan handphone nya.
"Ini telephone dari mama dia pasti udah nggak tahan ingin memakan rainbow cake ini".
Rakka langsung berdiri dari tempat duduknya dan berpamitan pulang kepada felicia.
Felicia aku, pamit pulang dulu yaa.kamu baik-baik yaa di rumah jaga pula kesehatan yaa.aku pulang dulu ya jangan sedih lagi jangan di pikirkan lagi nanti kita cari titik terang nya yaa".
Rakka berbicara sambil tersenyum dan mengelus rambut panjang felicia.
Felicia merasa sangat senang dengan perhatian yang rakka berikan kepada nya.
Rakka masih saja tersenyum kepada felicia sampai dia masuk ke dalam mobil nya.
Handphone rakka terus berdering kencang sekali.
"Ahhh, setelah gue tau semuanya dari felicia tentang apa yang sudah di lakukan kiano terhadap felicia gue jadi males buat ketemuan sama kiano bikin emosi jiwa yang ada.tapi gue harus jadi penengah di hubungan mereka sekarang.siapa tau kiano dan felicia bisa bersama lagi".
__ADS_1
Rakka langsung menyalakan mesin mobil nya dan menjalankan nya dengan kecepatan yang tinggi.
Kiano mulai di buat kesal dengan rakka tiga kali dia telephone rakka tidak di angkat sama sekali.
"Rakka, gimana sih gue nungguin sampai berjam-jam di sini tapi dia belum juga datang juga.di telephone malah nggak di angkat bikin gue emosi banget ini orang".
Kiano masih setia duduk menunggu kedatangan rakka di cafe langganan mereka.
Rakka pun sampai di tempat pertemuan mereka.
Rakka mulai mengatur nafas nya agar tidak sampai ketahuan dia sebelumnya bertemu dengan felicia dan mencoba menahan emosional nya terhadap Kiano.
"Oke rakka,tenang jangan bikin curiga ingat semua nya tidak ada apa-apa di depan Kiano".
Rakka langsung masuk ke dalam cafe itu dan mencari Kiano.
Tidak perlu waktu yang lama rakka pun langsung melihat Kiano.
"Itu dia, anak yang tidak punya perasaan mau nya enak sendiri".
Rakka langsung duduk di hadapan kiano dan membuat kiano kaget.
"Rakka,loe dari mana aja sih.gue nungguin loe di sini berjam-jam udah gitu panggilan telephone gue nggak loe angkat lagi".
Kiano mulai emosional terhadap rakka tapi rakka jauh lebih emosi terhadap Kiano.
"Yaudah, sekarang kan gue udah ada di depan mata loe.loe mau ngapain ada apa lagi ? loe bikin masalah apa sama Erika ?".
"Gue,udah mulai membuka hati gue sama erika.malahan gue udah kissing sama dia tadi di mobil nya ketika gue baru pulang dari toko baju untuk acara pertunangan kita".
Rakka di buat panas mendengar perkataan dari kiano.dia langsung menahan emosi nya.
Rakka nggak habis pikir dengan kiano ternyata dia seorang playboy juga.
"Dan sekarang loe mulai mencintai Erika dan loe langsung melupakan cinta loe ke felicia ?".
Tampa pikir panjang rakka langsung pergi meninggalkan kiano di cafe itu.
Kiano langsung kaget ketika rakka langsung meninggalkan nya dan langsung menyusul rakka pergi juga.
Di sisi lain felicia masih berdiri di depan rumah nya.
"Andai waktu bisa di ulang, mungkin aku tidak akan mencintai lelaki yang salah.dan tidak akan pernah ada cinta yang di dasar kan hawa *****.rakka sebenarnya aku menyimpan perasaan terlebih dahulu kepada kamu sebelum aku menerima kehadiran cinta dari kiano".
Ucap felicia dalam hati terdalam nya.felicia masih saja terus memandangi mobil rakka hingga mobil itu menghilang dari pandangan nya.
Felicia langsung masuk ke dalam rumah nya dan masuk ke dalam kamar nya.
Felicia memandangin kalender yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"Besok aku mulai telat hari ke tiga,apa aku coba buat periksa saja yaa.atau aku beli test kehamilan.ahhhhh aku takut sekali".
Tiba-tiba vania membuka pintu kamar felicia tampa mengetuk nya.
Felicia langsung seketika kaget dia ketakutan ibu nya mendengar perkataan nya tadi.
"Felicia, bagaimana dengan keadaan kamu sekarang ?".
Vania menghampiri felicia dan memegang kening felicia.
"Aku, baik-baik saja bu.aku tidak sakit kenapa ibu memegang kening aku".
Felicia langsung duduk di atas tempat tidurnya.
"Tadi ibu, memperhatikan kamu dengan rakka dari toko kalian berdua mengobrol dengan sangat serius sekali"
Felicia mulai gugup untuk menjawab pertanyaan dari ibunya itu.
"Serius nggak ko bu,kita bicara biasa saja.tapi aku merasa sangat senang rakka bisa datang ke sini tadi aku bisa mengukapkan semua nya kepada rakka tentang apa yang aku rasakan saat dan rakka ternyata seseorang mendengar yang baik bu.aku sangat senang sekali".
Vania melihat ada yang berbeda ketika felicia menyebut nama rakka.
Vania merasa kalau anaknya ini mulai menyimpan perasaan yang berlebihan dengan rakka.
"Felicia,ibu rasa rakka itu yang sangat baik sekali dia lelaki yang baik dan rasa dia jauh lebih baik daripada Kiano Alexander".
Vania langsung merangkul felicia dan bertanya dengan nada yang pelan kepada putri kesayangannya itu.
"Felicia apa kamu mulai menyukai rakka ? kamu jangan membohongi diri kamu apalagi berbohong kepada ibu mu ini felicia".
Felicia langsung melirikan pandangan kepada ibunya itu.dia merasa sudah tidak ada yang perlu dia rahasia kan semuanya kepada ibunya itu.
"Hmmmm, aku menyukai rakka sebelumnya Kiano menyatakan perasaannya kepada aku bu.tapi ketika aku mulai berpacaran dengan kiano rasa itu hilang begitu saja sampai saat nya aku harus berpisah dengan kiano.tapi tadi aku merasakan rasa itu tumbuh kembali di hati aku buu".
Vania langsung mengusap rambut panjang felicia.
"Apa kamu akan menyatakan perasaan kamu itu kepada rakka.sekarang posisi rakka menjadi penengah di antara hubungan antara kamu dan kiano".
Felicia langsung berdiri dari tempat tidurnya.
"Tidak bu, aku tidak akan mengungkapkan perasaan ku ini kepada rakka karena itu hanya memperkeruh suasana saat ini.apalagi jika Tante melinda tau kalau aku sampai menjalin hubungan dengan rakka.dia pasti akan berbicara negatif terhadap aku".
Vania langsung memeluk erat felicia putri kesayangannya itu.
"Ibu serahkan semua nya kepada kamu felicia.apapun itu yang terbaik untuk kamu felicia.ibu selalu ada untuk kamu".
Felicia langsung tersenyum mendengar perkataan dari ibunya tersebut.
"Terimakasih yaa ibu.aku sangat sayang ibu yang selalu ada di samping aku".
__ADS_1
Felicia lebih erat lagi memeluk ibunya