Wanita Penggoda (Cinta Felicia)

Wanita Penggoda (Cinta Felicia)
Episode (196)


__ADS_3

Sesampainya di rumah nya.mama melinda melihat kiano alexander sedang merenung duduk di sofa khusus ruangan tamu.


Mama melinda langsung menghampiri kiano alexander.


"Kiano, kamu sedang apa duduk melamun di sofa ? apa kamu sedang banyak masalah tugas di kampus ?".


Mama melinda melihat wajah kiano seperti sedang punya masalah besar.


"Ayoo nak, cerita kan semuanya sama mama sekarang.pelan-pelan saja mama pasti akan mendengarkan curahan hati kamu".


Kiano menatap wajah mama melinda.


"Erika putri, dia lebih memilih untuk pergi ke bogor untuk berkerja dan sampai menginap untuk beberapa hari kedepan di sana".


Mama melinda langsung mendekati kiano dan duduk di sebelah nya.


"Kenapa dia tidak bisa membedakan di saat dia masih gadis dan sudah menikah.kenapa di pikiran berkerja terus-menerus sih.padahal mama sudah memberikan kartu ATM untuk keperluan nya.setiap bulan mama selalu transfer apa uang yang mama transfer itu kurang untuk kehidupan fashion nya".

__ADS_1


Mama melinda mulai terbawa emosional mendengar cerita dari kiano Alexander.


"Aku juga udah ngelarang nya mam.tapi dia tetap nggak mau nurut malahan sekarang handphone di non aktifkan segala.aku hawatir kan sebagai seorang suami".


Kiano membanting handphone karena terlalu kesal dengan erika putri.


"Kamu tau alamat nya di mana ? kamu bisa mengusul dia.biarlah kamu yang harus banyak mengalah di rumah tangga kamu ini dan kamu juga yang harus banyak bersabar yaa kiano".


Mama melinda mengusap pundak Kiano alexander dia mencoba untuk menenangkan perasaan Kiano yang sedang memanas sekali.


Kiano langsung memilih pergi ke kamar nya.


Mama melinda langsung terdiam lemas melihat rumah tangga anak nya yang belum juga 2 bulan sudah seperti itu.


"Ahhh lebih baik aku pergi ke kamar.menenangkan perasaan hati aku juga".


Mama melinda langsung memilih pergi ke kamar nya sambil membawa jas papa Alexander.

__ADS_1


Langkah kaki mama melinda seperti melayang tidak menyentuh.mama melinda berjalan sambil memegang kepalanya.


Mama melinda membuka pintu kamar dengan lemas sekali dan melemparkan jas itu ke atas kasur.


"Kenapa secara bersamaan hubungan rumah tangga aku dan kiano alexander.sedang di hadapan banyak masalah seperti ini.erika putri perempuan pilihan aku dia perempuan yang cantik dan berpendidikan tinggi tapi kenapa semua nya berubah setelah sudah menikah dengan kiano Alexander".


Mama melinda langsung duduk di atas kasur nya.dan memandangi kembali jas itu.


Mama melinda mengambil kembali jas tersebut dan membalikkan jas tersebut.ternyata di dalam jas tersebut masih banyak helai an rambut panjang berwarna pirang.


Mama melinda mengambil nya kembali dan memperhatikan nya kembali.


"Rambut panjang pirang milik siapa ini yaa.terus kenapa begitu sangat banyak menempel di jas papa.ini seperti rambut yang rontok parah".


Mama melinda langsung membawa jas itu dan melempar nya ke dalam keranjang baju.yang ada di kamar mandi nya.


"Apa yang harus aku lakukan, masalah mana dulu yang harus aku selesaikan.sepertinya aku harus mendahulukan permasalahan rumah tangga kiano terlebih dahulu sekarang.biar lah masalah rumah tangga aku di pendam saja sampai saat nya tiba".

__ADS_1


__ADS_2