
Rakka langsung mengalihkan pembicaraan serius antara felicia dan ibu nya.
"Bu,ibu kan kesini mau beli macam-macam kue yang ada di alexa cake ini.ayo cepat pilih dan kita harus segera pulang".
Melissa langsung berjalan di temani felicia untuk melihat berbagai macam jenis kue yang ada.
"Felicia,tante mau semua macam-macam kue yang ada di sini yaa.tante akan mencoba dan memilih mana kue yang akan tante pakai untuk arisan dengan teman-teman tante".
Felicia sangat senang mendengar ucapan itu.felicia langsung menyiapkan semua jenis kue untuk tante melissa.
"Ini tante, semua nya sudah aku masuk kan ke dalam box ini tante.semoga tante suka yaa dengan rasa kue ini dan bisa menjadi pelanggan setia alexa cake".
Rakka langsung memegang tangan ibu nya.dan langsung berpamitan untuk segera pulang kepada felicia.
"Oke, felicia seperti nya sudah selesai sekarang kita pamit pulang dulu.
Melissa tersenyum manis kepada felicia melihat perlakuan rakka yang ingin cepat pulang.
"Hati-hati yaa tante,rakka".
Rakka dengan cepat meninggalkan toko kue felicia.
__ADS_1
Felicia langsung duduk sambil mengingat di saat di bertemu dengan om alexander.
"Aku, jadi takut yaa.liat tatapan mata nya om alexander seperti pakai perasaan gitu sama aku.apa cuman perasaan aku saja yaa".
Felicia memilih untuk memainkan handphone.tiba-tiba pegawai nya datang menghampiri felicia.
"Maaf,ibu felicia.tadi saya menerima telephone dari alexander.dia meminta untuk bertemu kembali dengan ibu untuk membicarakan lagi tentang kerjasama toko kue kita".
Felicia langsung terdiam dan sedikit melamun.
"Membicarakan tentang apa lagi yaa.bukan tadi pagi sudah di bicarakan di kantor nya.dan dia juga setuju untuk berkerja sama dengan toko kita".
"Ada rencana apa yaa ini, seperti nya aku harus berhati-hati dengan om alexander".
Felicia langsung menghampiri pegawai nya tersebut.
"Coba tanyakan kembali, ingin bertemu di mana dengan saya".
Pegawai felicia menghubungi kembali nomber perusahaan alexander.
Felicia hanya memilih untuk mendengarkan apa yang di bicarakan antara sekertaris itu dengan pegawai nya.
__ADS_1
Pegawai felicia langsung mencatat alamat untuk pertemuan dengan Alexander.
"Ini bu, alamat nya seperti nanti sore deh bu pertemuan nya.antara ibu dan pemilik perusahaan itu".
Felicia langsung mengambil dan membaca alamat yang di tulis oleh pegawai nya.
"Terimakasih banyak yaa mbak,ingat jangan pernah berikan nomber handphone saya kepada siapapun.cukup berkomunikasi dengan nomber toko saja".
Pegawai itu pun langsung menggangukan kepalanya.
"Baik bu, saya mengerti".
Felicia kembali duduk di kursi nya sambil memegang alamat itu.
"Apa yang akan di bicarakan oleh om alexander yaa, pikiran ku jadi negatif begini.aku benar-benar harus hati-hati jangan sampai dia hanya ingin menjebak aku saja".
Felicia langsung kembali melayani pembelian yang datang langsung banyak sekali.
"Yaa tuhan, seperti rombongan yang sudah berjanji an.mereka datang secara bersamaan".
Felicia dengan ramah dan sopan melayani setiap pembeli yang datang.perlakuan felicia itu pun membuat para pembeli merasa sangat nyaman sekali apalagi di tambah dengan kecantikan wajah felicia yang membuat para pembeli khusus nya para laki-laki.ingin berlama-lama mengantri sambil memandangi wajah cantik felicia".
__ADS_1