
Erika langsung berdiri dan berniat untuk segera pulang.
"Udah ahh,aku mau pulang liat udah mau jam 6.jangan sampai keluarga alexander curiga.apalagi tante melinda aku harus tetap menjadi mantu idaman di depan dia".
Erika langsung pergi meninggalkan bobby sendiri di cafe tersebut.
"Hmmm,kiano udah pulang belum yaa dari kampus.mudahan aja dia belum pulang jadi aku bisa masak in makanan kesukaan dia".
Erika membuka pintu mobil nya dan segera menyalakan mesin mobil nya.
Di perjalanan erika terus memikirkan perempuan yang meminta foto bersama dengan bobby mahendara.
"Aku yakin deh yang tadi itu felicia anatasya.yaa walaupun aku nggak begitu kenal sama suara nya tapi aku yakin banget itu dia.semoga aja aku bisa ketemu lagi sama dia".
Ketika erika sampai di depan gerbang rumah alexander.erika di kejutkan dengan banyaknya cctv sampai di luar gerbang rumah.
"Ada apa ini,ko banyak banget di pasang cctv sampai ke luar gini.apa jangan-jangan ada maling yang masuk ke rumah yaa".
__ADS_1
Erika langsung membuka pintu mobil nya dan segera masuk ke dalam rumah.
Terlihat mama melinda dan papa alexander sedang mengobrol di ruangan tamu.
"Percakapan mereka seperti serius sekali.ada apa yaa yang terjadi di dalam rumah ini.ahhh lebih baik aku langsung saja masuk ke dalam kamar.aku jangan ikut campur urusan keluarga alexander ini".
Erika langsung berjalan menuju ke kamar kiano Tampa sepengetahuan tante melinda dan papa Alexander.
Ketika erika mau membuka pintu kamar nya.kiano baru pulang dari kampus dan langsung bersalaman dengan ke dua orang tuanya.
Erika pun tidak langsung masuk ke dalam kamar nya.dia terdiam dan berdiri di depan kamar nya.
Tanya mama melinda sambil memegang pundak Kiano.
"Tugas-tugas selesai dengan nilai yang sangat sempurna mam.dan aku sangat berterima kasih sama Erika putri yang sudah membantu aku dalam mengerjakan tugas-tugas kuliah sampai pagi".
Erika memilih untuk segera masuk ke dalam kamar nya.
__ADS_1
"Yasudah, pergi sana ke kamar dan ucapkan terima kasih kepada erika putri.tadi mama liat dia sudah pulang dan langsung pergi ke kamar nya".
Kiano tersenyum kepada mama melinda dan langsung berjalan menuju ke kamar nya.
"Bagaimana dengan erika putri mam ? apa dia sudah merasa nyaman untuk tinggal di rumah ini.apa mereka hanya sementara saja dan memilih untuk tinggal bersama berdua".
Mama melinda yang sebenarnya ingin menanyakan tentang parfume kepada suaminya itu pun menjadi tidak jadi karena datang kiano dan suaminya mengalihkan pembicaraan mereka.
"Semoga saja erika putri membatalkan rencana nya untuk lebih memilih untuk pergi dari rumah sini.semoga saja dia merasa nyaman untuk tinggal selama nya di rumah kita".
Papa Alexander memegang tangan mama melinda.
"Kalau mereka belum mau memberikan cucu untuk kita.bagaimana kalau malam ini kita yang memberikan adik untuk mereka".
Mama melinda tersenyum malu-malu mendengar ucapan dari papa alexander dan langsung melupakan tentang masalah parfume tersebut.
"Papa apa sih,malu kalau sampai anak-anak pada denger.lagian kita sudah tua masa iya punya anak lagi sih pap".
__ADS_1
Papa Alexander langsung menarik tangan mama melinda untuk masuk ke dalam kamar.