Wanita Penggoda (Cinta Felicia)

Wanita Penggoda (Cinta Felicia)
Episode (152)


__ADS_3

Ke esokan hari nya di kediaman keluarga felicia.seperti biasa sudah dari pagi felicia bersiap-siap untuk pergi ke toko nya.


"Bu, aku berangkat ya ke toko".


Felicia sambil membetulkan kerah baju nya.


"Alexa masih tidur dia sangat nyenyak sekali tidur nya".


Vania langsung masuk ke dalam kamar felicia untuk melihat alexa.


"Felicia,apa hari ini kamu tidak jadwal ke luar rumah untuk mengantarkan kue kepada pelanggan setia kita ?".


Felicia mulai mengingat-ingat kembali.


"Seperti nya, tidak ada bu.hari ini aku seharian di toko saja".


Felicia membuka handphone tapi tidak ada balasan pesan dari rakka.dengan kecewa felicia menutup kembali handphone dan memasukkan ke dalam tas nya.


"Bu,aku pergi ke toko dulu ya.ibu hati-hati yaa di rumah dengan Alexa".


Sebelum berangkat felicia pun menghampiri dulu Alexa dan mencium kening nya.


"Ibu sayaaaaang kamu".


Alexa yang sedang tertidur pulas membalas perkataan felicia dengan senyuman.


"Ahhhh,gemes sekali kamu sayang".

__ADS_1


Felicia langsung segera pergi ke toko yang jaraknya tidak jauh dari rumahnya.


Sebelum para pegawai nya datang felicia selalu datang pertama untuk membuka dan menyiapkan semuanya.


Felicia langsung duduk di kursi khusus kasir.


"Pendapatan toko ini semakin maju apalagi setelah berkerja sama dengan perusahaan alexander.banyak para pegawai nya yang datang ke sini untuk membeli dan memesan kue untuk keluarga nya di rumah".


Handphone felicia bergetar dan felicia langsung mengambil handphone nya di dalam tas nya.


"Rakka mengirim pesan".


Felicia dengan semangat membuka pesan dari rakka.


*Selamat pagi ibu felicia cantik*


"Yaa tuhan,aku ini kenapa baru membaca pesan dari rakka seperti itu.aku udah kesenangan sekali".


Felicia membalas pesan rakka tersebut.


*Ingat walaupun aku cantik tapi aku sudah punya anak yang jauh lebih cantik dari ibunya*.


Felicia langsung mengirimkan pesan itu kepada rakka.


"Aku tidak boleh mempunyai perasaan lebih dengan rakka.aku tidak mau sakit ke dua kali nya oleh keluarga kaya raya".


Felicia langsung memasukkan kembali handphone nya ke dalam tas nya.

__ADS_1


Tapi handphone bergetar kembali.


"Pasti jawaban pesan dari rakka.lebih baik aku tidak membaca nya".


Felicia mulai di sibukkan dengan para pembeli yang mengantri.


Rakka yang menunggu balasan pesan dari felicia pun di buat tidak sabaran.


"Ko gadi bales sih".


Rakka langsung masuk ke dalam mobil nya dan menuju ke kampus nya.


"Nanti pulang kuliah aku main ke rumah felicia.aku kangen banget sama alexa mungkin karena pas lahiran gue yang nungguin yaa jadi berasa kaya anak sendiri"


Rakka sampai di kampus bersama an dengan kiano.


"Males banget deh gue harus ketemu sama itu anak".


Rakka memperhatikan wajah Kiano yang kusut sekali.terlihat banyak beban yang dia pikirkan.


Tapi rakka sama sekali tidak memperdulikan kiano apalagi setelah Kiano bilang jika felicia hamil anak dirinya.


Kiano melirikan ke arah rakka berharap bisa di tanya oleh sahabat masa kecil nya itu.


Tapi rakka lebih memilih untuk lari menghindar dari kiano.


"Rakka,udah terlanjur benci banget sama gue.padahal sekarang gue butuh banget temen cerita.mungkin itu bisa mengurangi beban permasalahan yang gue hadapin ini".

__ADS_1


Kiano menyesal kehilangan sahabat seperti rakka.


__ADS_2