
Felicia mencuci wajah nya sambil tetap membayangkan wajah Kiano.
"Apa Kiano,bisa di percaya kata-katanya.sedangkan di kampus pasti banyak perempuan-perempuan yang cantik".
Felicia kembali berjalan ke depan toko untuk menggunggu pembeli yang datang.
"Hmmmm, sumpah aku tidak semangat sekali hari ini.aku teringat terus kata-kata ibu".
Hari-hari Felicia pun harus terbiasa tampa kabar dari kiano.
"Ini baru hari pertama,tapi pikiran aku udah begini banget yaampuun.aku jadi takut kehilangan kiano gara-gara kebodohan aku sendiri".
Felicia yang terus menerus melamun pun.dia sampai tidak sadar ibu dan ayah sudah datang ke toko.
Felicia terus saja melamun sambil melihat handphone nya.
"Kamu, nunggu siapa yang menelephone kamu nak ?".
Felicia langsung kaget mendengar suara ibunya.
"Ibuuu,ko ibu sudah ada di sini.kapan ibu datang ko aku nggak tau ya bu".
Felicia salah tingkah di depan ibunya.
"Kamu kenapa nak, melamun terus ? ada apa coba ceritakan semuanya sama ibu".
Felicia menundukan kepalanya tidak berani menatap wajah ibunya.
Karena felicia menyadari bahwa selama ini dia banyak berbohong dengan ibunya.
"Aku,nggak kenapa-kenapa ko bu.beneran aku cuma sedikit galau aja kiano udah mulai masuk kuliah dia jadi sibuk banget sama aku jadi nggak ada waktu buat aku".
Vania memegang ke dua pipi felicia.
"Apa benar, hanya karena itu kamu jadi begini ? nggak ada yang lain yang kamu sembunyikan dari ibu ?".
Felicia hanya menganggukan kepalanya saja.
"Felicia,apa kamu yakin dengan kiano ? dia sangat berbeda sekali dengan kita.coba kamu pikirkan lagi.sebelum hubungan makin dekat.dan ibu rasa Kiano itu bukan lelaki yang baik untuk kamu"
Vania langsung meninggalkan felicia dan pergi ke dapur.
Felicia merasa sangat terpuruk sekali.
"Yaa tuhan, bagaimana ini tante melinda ibu nya kiano dia jelas-jelas tidak menyukai aku dari awal dan sekarang dia mau menjodohkan kiano dengan perempuan pilihan nya.sekarang ibu yang tiba-tiba menyuruh aku untuk tidak berhubungan lagi dengan kiano."
Di saat felicia memikirkan hubungan dengan kiano beda hal nya dengan kiano yang mulai sibuk dengan kegiatan kampus nya.
"Kiano,gue udah nemu kontakan yang bagus buat kita pokonya paket komplit kontrakn rasa hotel".
Kiano tidak menjawab perkataan dari rakka dia fokus memandangi foto Felicia.
"Pantesan,nggak jawab lagi memandangi foto kekasih tersayang nya".
__ADS_1
Rakka langsung merebut handphone Kiano.
Kiano langsung kaget.
"Ya ampun,rakka bikin kaget.ada apa sih".
Kiano langsung merebut kembali handphone.
"Tadi gue ngomong in tentang kontrakan.kan kita punya rencana mau ngontrak rumah kan dekat kampus.supaya bisa ketemu bebas sama felicia anatasya".
Kiano langsung tersenyum.
"Udah, ketemu kontrakan nya dimana ? dekat banget kampus nggak ?".
Rakka langsung nunjukin foto kontrakan itu.
"ini sih rumah bukan kontrakan".
Kiano langsung memperhatika foto rumah itu.
"Iyaa,itu rumah yang mau kita tempati.pokonya kita cuman tidak bawa baju aja paket complete".
Kiano langsung meluk rakka.
"Terimakasih kasih banyak, teman".
Rakka langsung lepasin pelukan Kiano
"Apa-apa an sih,peluk segala.jangan sampai gue jadi korban ketika loe jauh dari felicia dan di kontrakan cuman ada gue".
"Yaa nggak lah,gue masih normal banget.yang ada loe cepetan cari pacar jomblo terus".
Ketika mereka asik mengobrol tiba-tiba handphone Kiano bergetar.
"Bentar kayanya ada pesan yang masuk."
Kiano langsung membuka handphone nya dan ternyata itu pesan dari felicia.
"Wahhh, felicia".
*Kiano kamu jangan lupa makan ya.walapun kamu sibuk banget*
Kiano langsung membalas pesan dari felicia.
*Iyaa sayang,tenang aja aku pasti makan banyak ko dan jaga kesehatan.maaf yaa aku belum kasih kabar ke kamu*.
Membaca balasan pesen dari kiano.felicia langsung tersenyum kembali.
"Dia, masih mau membalas pesan dari aku berarti dia masih ingat sama aku".
Felicia langsung menyimpan kembali handphone ke dalam tas.
Kiano terus memandangi handphone nya.
__ADS_1
Dia menunggu balasan dari felicia.
"Koo,lama banget yaa felicia bales nya".
Rakka langsung merhatiin muka kiano yang kesel nunggu balasan dari felicia.
"Eh,kiano waktu itu kan gue ke toko felicia beli rainbow cake nya.ehh loe tau nggak sih yang beli kue nya felicia ganteng-ganteng terus selain mereka bilang cake enak mete juga bilang kecantikan felicia yang luar biasa".
Mendengar perkataan rakka muka kiano langsung memerah.
"Maksud loe ngomong gitu apa".
Kiano mulai emosi kepada rakka.
"Yaa, maksud gue cuma sekedar ngasih tau aja banyak lelaki yang suka sama felicia anatasya.dan jujur aja kayanya yang membuat toko kue itu rame yaa karena wajah cantik felicia terus sikap juga yang ramah banget".
Kiano langsung pergi meninggalkan rakka.
"Ehhh,kiano mau kemana gue belum selesai ngomong.dasar tuh anak padahal udah di jodohkan tapi tetep aja ngasih harapan sama felicia".
Rakka langsung berlari mengejar kiano.
Felicia membuka handphone nya lagi.
"Koo,Kiano nggak bales lagi yaa.ihhh biasanya dia suka bales banyak pesan".
Tiba-tiba felicia meresa badan lemas keringat dingin.
"Aduuuh, kenapa yaa ko tiba-tiba aku jadi lemes pusing gini.badan aku jadi pada dingin gini".
Felicia langsung mencoba duduk perlahan.
"Kenapa yaa,aku ini apa karena kebanyakan nangis jadi aku pusing lemes begini".
Felicia langsung menyenderkan kepalanya ke tembok.
Dan tiba-tiba dia merasa sangat mual sekali.
Dengan keadaan tubuh yang lemas Felicia mencoba berlari ke kamar mandi.
"Felicia kamu kenapa nak ?".
Vania langsung berlari dan menunggu felicia di depan pintu kamar mandi.
Felicia terdengar sedang muntah.
"Yaa tuhan, felicia kamu kenapa nak.jangan sampai apa yang ibu takut kan menjadi nyata".
Vania langsung mengetuk pintu kamar mandi.
"Felicia kamu nggak apa-apa kan nak di dalam ? cepat buka saja pintunya nak".
Vania sangat panik sekali sampai meneteskan air mata.
__ADS_1
Felicia tidak berani untuk keluar kamar mandi.
Felicia sangat ketakutan sekali dia tidak berani untuk keluar dari kamar mandi.