
Felicia langsung menarik nafas panjang nya dalam-dalam.sebernanya apa yang di rencanakan oleh papa kiano ini.
"Om, bertemu dengan saya apa istri tau.dia pasti sangat marah jika dia tau om sedao bersama saya di sini".
Alexander pun langsung meminum segelas air yang dia tuang kan.sampai habis.
"Sebernarnya, saya tidak sepenuhnya mencintai istri saya itu.saya di jodohkan dengan nya dan terpaksa menikah dengan nya.sampai akhirnya mempunyai anak.dan itu juga yang di alami oleh anak tunggal dia di paksa oleh mama nya untuk mencintai perempuan yang tidak dia cinta".
Felicia langsung kaget mendengar perkataan itu dari mulut om alexander.
"Lalu, bagaimana dengan rumah tangga anak om sekarang.apa sekarang dia mulai hidup bahagia dengan perempuan pilihan mama nya ?".
Felicia menahan rasa sakit dalam hatinya ketika mendengar semua perkataan dari om alexander.
"Pernikahan belum juga satu bulan.mereka sudah bertengkar hebat sampai sudah pisah rumah.aku tidak mengerti bagaimana kehidupan mereka ke depan nya akan seperti apa".
Alexander menundukan kepalanya.terlihat seperti sedang banyak pikiran di kehidupan nya.
Felicia yang merasa ketakutan sebelumnya sekarang sudah mulai.mencair perasaan hati nya.
"Lalu,apa yang akan om alexander lakukan kedepannya dengan anak om itu ?".
__ADS_1
Felicia mulai berani menatap wajah om alexander.
"Saya tidak tau, saya yakin kuliah nya pun tidak akan pernah benar.masalah rumah tangga buat dia tidak fokus dengan kuliah nya".
Tidak lama datang pelayanan yang membawa makanan untuk felicia dan alexander.
Dengan di iringi suara biola yang membuat suasana menjadi sangat hangat.
Felicia di buat tidak percaya di makan bersama dengan orang yang seharusnya menjadi bapak mertua nya.
Felicia dan alexander menikmati malam malam dengan suasana yang sangat romantis.
Kiano berjanji akan membawa nya tidak di villa ini.jika mereka berdua sudah menikah.
Mata felicia terus tertuju dengan halaman villa tersebut.sampai felicia tidak sadar menjatuhkan air mata di pipi nya.
Alexander langsung menghapus air mata felicia.
"Nona alexa, kenapa kamu menangis ?".
Felicia menepis tangan Alexander yang mau menyentuh pipi nya.
__ADS_1
"Maaf,saya tidak apa-apa hanya terbawa suasana saja.mendengar alunan dari suara biola".
Alexander semakin terpesona dengan felicia ketika dia menepis tangan nya.itu adalah tanda jika felicia adalah perempuan baik-baik.
"Om, alexander seperti nya.saya ingin pulang sekarang juga.saya punya anak dan orang tua yang menunggu di rumah.mereka pasti sangat hawatir jika saya pulang terlalu malam".
Felicia langsung berdiri dan merapikan pakaian nya.
"Terimakasih,atas semua yang sudah di persiapkan sebelum nya.saya pamit pulang dulu ya om".
Alexander memegang tangan felicia.
"Terimakasih banyak, sudah mau menemani saya untuk datang ke sini.anggap saja ini adalah awal perkenalan untuk kita berdua dao berbisnis bersama".
Felicia langsung melepaskan tangan nya.dan langsung berjalan menuju mobil nya.tampa menjawab perkataan dari om alexander.
Felicia di buat tidak percaya dengan apa yang di malam ini.dia tidak habis pikir ternyata perlakuan kiano dan papa nya sama saja.mudah memalingkan hatinya untuk perempuan lain.
"Hahhh, seperti nya sesampainya di rumah aku harus langsung mandi kembang.mengerikan sekali om-om itu".
Felicia langsung masuk ke dalam mobil nya dengan cepat.
__ADS_1