
"Kenapa ? ko diam seperti itu".tanya felicia sambil menuangkan air ke dalam gelas nya.
"Tidak,om tidak apa-apa kok.apapun yang nona felicia minta pasti semua nya akan ok berikan.apapun itu".
Felicia semakin mendekati om alexander dan berbisik ke telinga nya.
"Jika aku menginginkan 1/2 dari saham perusahaan om dengan mengatas nama kan anak aku bagaimana om alexander ?".
Om alexander terdiam dan merasa kaget dengan permintaan felicia.
"Sebernarnya perusahaan itu saya akan bagi dua dengan anak saya Kiano Alexander.dan jika dia memiliki seorang anak maka perusahaan itu milik Kiano dan anak nya.bagaimana jika permintaan yang lain nya.karena itu bila terjadi akan menimbulkan keributan besar di rumah saya".
Felicia kembali menundurkan badan nya dan nenjaga jarak kembali dengan om alexander.
"Memang selain itu,om punya perusahaan yang mana lagi untuk bisa di berikan kepada aku".
Felicia mulai merasa kesal dan menekuk wajahnya.
"Bagaimana jika om, membangun 5 cabang toko kue dengan tema yang seperti di inginkan oleh nona alexa.bagaimana ?".
Om alexander seperti tidak berani memberikan perusahaan secara percuma kepada felicia.
"Yasudah om, sekarang kita nikmati makanan dan suasana dingin di sini".
Felicia dan om Alexander menikmati makanan serta alunan suara biola yang membuat suasana mereka semakin romantis.
__ADS_1
Felicia terus memancarkan senyuman manis kepada om alexander?
Om alexander membawakan setangkai mawar putih untuk felicia.
"Terimakasih banyak om alexander, romantis sekali sampai memberikan aku setangkai bunga mawar putih ini".
Felicia mematahkan tangkai bunga mawar putih tersebut dan menyelipkan bunga di telinga nya.
"Bagaimana om alexander ? apakah aku sudah mirip dengan rossalinda si penjual bunga".
Felicia menggoda om alexander dengan perkataan nya.
"Nona alexa, kamu sangat luar biasa cantik sekali yaa.kamu begitu sangat menggoda sekali hari ini".
"Apakah,kita sudah seperti Romeo and Juliet".
Om alexander langsung tertawa mendengar ucapan felicia.
"Hahaha,cinta kita tidak di halangi oleh perbedaan umur.jangan sama kan dengan cerita Romeo and Juliet".
Waktu semakin berlalu matahari mulai terbenam.felicia mulai bersiap untuk merencanakan nya.
"Hmmm,om alexander kita malam ini tidur di mana yaa ? apa di hotel ini ?".
Om alexander mencolek pipi felicia.
__ADS_1
"Ihh apa sih om,malu kalau di liat orang-orang".
Felicia sudah semakin resah sekali dia takut rencana nya gagal total.
"Bagaimana, kalau kita memesan kamar bersama nona alexa ? itu lebih menyenangkan sekali kan".
Om alexander mulai berani memegang tangan felicia.
"Hmmmm,baik lah kalau begitu". suara felicia langsung bergetar ketakutan tapi dia mencoba menenangkan perasaan dengan terus minum.
Om alexander mengambil gelas yang sedang di pegang oleh felicia.
"Jangan terlalu banyak minum air putih, nanti kembung dan membuat tidak nyaman".
Om alexander menaruh gelas itu dan mengisi dengan minuman ber soda.
"Kenapa harus pakai gelas bekas aku sih om".
Om alexander meminum nya sampai habis sambil melihat wajah felicia.
"Aku ingin merasakan gelas bekas bibir manis mu".
Felicia langsung berdiri dari kursi nya.
"Aku permisi sebentar yaa om,aku ingin pergi ke toilet seperti nya karena terlalu banyak minum air putih".
__ADS_1