
Erika mulai bisa menerima kehadiran Alexa, dia mulai bisa membuat nyaman Alexa ada di dekat nya. Rakka yang seminggu sekali datang untuk menemui Alexa mulai menyadari jika Alexa bisa menjadi dekat dengan Kiano karena mereka memiliki hubungan darah yang sangat kuat.
Rakka mulai merasakan kehawatiran nya, dia sangat takut semakin lama Alexa dekat dengan keluarga Kiano semakin Rakka tidak bisa dekat dengan Alexa kembali.
Melinda mulai mau memperhatikan Alexa yang sangat mengemaskan sekali, sesekali Melihat ingin mendekati Alexa dan memandangi wajah cantik nya.
"Kamu cantik sekali yaa, tapi mungkin jika Kiano mempunyai anak dari Erika bisa jauh lebih cantik dari kamu."
Melinda langsung mencoba untuk mengendong Alexa, dan terus memandangi wajah nya.
"Hmmmm, kamu merasa nyaman di sini dan aku pun merasa sedikit senang kamu bisa memberikan warna di dalam rumah ini dengan tangisan dan tawa kamu."
Melinda mulai bisa tersenyum tipis kepada Alexa, Kiano yang melihat pemandangan itu pun sangat di buat terharu.
"Terimakasih banyak sayaaaaang, mungkin Ibu kamu susah untuk bisa di terima di rumah ini tapi kamu bisa membuat batu yang keras menjadi retak."
__ADS_1
Kiano menghampiri Mama nya dan langsung tersenyum sambil memeluk erat.
"Makasih ya Mam, Mama boleh benci dengan Felicia tapi Alexa dia nggak punya salah apapun, dia anak aku Mam dan aku sangat menyesal sekali baru bisa bersama dengan Alexa."
Melinda langsung memberikan Alexa kepada Kiano.
"Sana urusin anak mu ini, Mama harus pergi ke kantor sekarang."
Kiano pun langsung tersenyum kepada Alexa, Erika menghampiri Kiano.
"Sampai kapan Alexa di sini, aku sudah mulai sayang dengan Alexa. apa jika Felicia sudah sehat Alexa akan di bawa pulang dan kita tidak akan pernah bisa melihat kembali Alexa."
"Seperti nya sebentar lagi Alexa akan di bawa kembali kepada Ibunya. Tapi aku akan meminta kepada Felicia agar kita bisa bertemu dengan Alexa kembali."
Erika mulai merasakan sedih, mendengar perkataan Kiano.
__ADS_1
"Anak ini bisa membuat hati kita luluh, apakah ini adalah sikap asli Felicia yang begitu sangat baik, menjadikan energi positif untuk kita semua yang ada di sini."
Kiano langsung memeluk erat Erika, dan menghapus air mata nya.
"Maafkan aku yaa Kiano, aku bukan wanita sempurna yang bisa memberikan keturunan untuk kamu. Mungkin jika kita mempunyai anak pasti akan sangat lebih bahagia sekali dengan kamu. Atau mungkin ini adalah kutukan karena aku dulu merebut kebahagiaan kalian dan sekarang ketika aku bisa bersama dengan kamu hanya kesedihan yang kita dapatkan."
Air mata Erika terus mengalir di pipi nya, dia terus saja menangis.
"Udah jangan nangis malu sama Alexa, lebih kita sekarang pergi ke taman hiburan bersama dengan Alexa. Supaya kamu bisa senyum kembali."
Kiano langsung menganti baju Alexa, Erika pun bersiap-siap. Mereka terlihat seperti keluarga yang sangat bahagia sekali dengan membawa Alexa.
"Ayooo sayaaaaang, kita pergi jalan-jalan sama Mommy Erika. Hmmmmm gemessss banget sih kamu cantik juga."
Erika langsung berubah menjadi tersenyum ketika dia bersama dengan Alexa. mereka pun langsung pergi ke taman hiburan bersama-sama.
__ADS_1
"Jangan tinggalin Mommy Erika yaa sayang."
Erika terus menciumi pipi chubby Alexa.