
Selesai honeymoon Rakka sudah menyiapkan rumah untuk mereka tinggal, rumah itu pun berdekatan dengan cabang toko kue Felicia.
"Kamu yakin akan merawat Alexa sendiri dan membawa Alexa ke toko tiap hari,?" tanya Rakka kepada istrinya tersebut.
Felicia langsung tersenyum kepada suaminya itu.
"Iyaa, aku yakin bisa ko lagian di toko pun aku hanya duduk dan memeriksa pesenan jadi tidak terlalu repot dan kalau pun aku hamil anak kamu itu pasti kuat karena di saat aku hamil Alexa kuat banget kan."
Rakka langsung mencium kening istrinya tersebut, dan tersenyum.
"Yang penting kamu harus hati-hati yaa, jangan terlalu kecapean. Aku nggak mau kalau kamu sampai sakit."
*****
Dua bulan setelah pernikahan Feli dan Rakka, Feli mulai merasakan getaran cinta datang, dia mengalami morning sicknees yang sangat parah sampai Felicia tidak bisa terbangun dari tempat tidur sedangkan Alexa terus saja menangis.
Rakka yang baru keluar dari rumah nya pun, mendengar suara tangisan Alexa yang kencang langsung berlari menghampiri Felicia di kamar.
Melihat Felicia yang tidak berdaya Rakka langsung kebingungan.
__ADS_1
"Astaga, kalau gue sampai bawa Felicia ke dalam mobil lalu bagaimana dengan Alexa. Ibu dan Ayah Felicia dia sibuk mengurus toko kue utama yang ada di rumah, Orangtu gue super sibuk banget, kaya gue memang harus punya baby sister untuk Alexa."
Rakka mengendong Alexa terlebih dahulu supaya dia bisa tenang, dan langsung menghampiri Felicia.
"Sayang, kamu pasti sangat cape kan. Udah aku bilang kita perlu asisten rumah tangga dan baby sister ada di rumah ini, kalau kamu sakit gimana coba kan Alexa."
Rakka memberikan Alexa kepada istrinya, dia langsung pergi ke dapur membuatkan minuman untuk istri nya.
"Ayoo cepatan di minum hari ini aku nggak masuk kuliah aja, nanti kalau sudah membaik kita pergi ke Dokter yaa, supaya kamu bisa berjalan sendiri dan Alexa aku yang gendong."
Felicia langsung meminum nya sampai habis, dia melihat Alexa.
Rakka langsung membawa Alexa.
"Aku ajak main dulu Alexa, kamu istrirahat yaa nanti aku ke sini lagi kalau ada yang terjadi cepat telephone."
Rakka langsung meninggalkan Felicia sendiri di kamar nya.
Felicia melihat kalender di handphone dia yang selalu mencatat kapan terakhir menstruasi.
__ADS_1
"Hah, ternyata aku sudah telat 7 hari ini sangat lama sekali yaa, apa ini tanda nya aku sedang hamil anak Rakka."
Felicia tidak kuasa menahan kebahagiaan nya.
"Lebih baik, aku nggak usah ngomong dulu sama Rakka supaya ini jadi kejutan untuk dia. Yaa Tuhan akhirnya aku bisa hamil dengan cepat sekali."
Felicia langsung memaksakan diri untuk beranjak dari tempat tidur nya, tapi Feli tidak kuasa menahan rasa pusing yang di rasakan.
"Kenapa aku sangat lemah di kehamilan ke 2 ku ini, kenapa tidak seperti kehamilan Alexa yang begitu sangat kuat sekali."
Felicia hanya bisa bersandar di tempat tidur nya sambil mengelus perut nya.
"Aku memang belum hasilnya, biar nanti saja di Dokter hasilnya seperti apa, semoga saja ini bertanda kehamilan ku."
Rakka yang sedang mengajak main Alexa langsung menghampiri kembali Felicia.
"Udah yaa main nya, kita lihat ibu sekarang yaa Papa hawatir banget sama keadaan Ibu di kamar."
Rakka langsung membawa Alexa masuk ke rumah.
__ADS_1