
Felicia terkejut dengan ucapan Rakka yang mengajaknya untuk pergi ke rumah Kiano dan bersama Alexa.
"Kenapa kita harus ke rumah Kiano besok bersama dengan Alexa juga, kenapa kita nggak mempersiapkan acara pernikahan kita seperti fitting baju pengantin, mereka kan nggak suka sama aku nanti mereka pikir aku datang lagi kesana untuk meminta uang untuk Alexa."
Felicia di buat kebingungan sampai melirik ke orang tua nya.
"Yaa kita datang ke sana buat bilang kalau kita berdua mau nikah, takut si Kiano punya pikiran pengen sama kamu lagi, soal Alexa di bawa supaya keluarga mereka tau miripnya Alexa dengan Kiano, teruntuk Tante melinda yang super depur nyebelin."
Felicia langsung tersenyum tipis mendengar perkataan Rakka.
"Gausah berbelatbelit deh ngomong nya bilang saja kamu itu mau pamer sama Kiano secara halus kan, bikin panas Kiano di saat rumah tangga lagi ada masalah begini."
Rakka langsung tertawa sambil memegang kepalanya.
"Hahaha, kamu yaa udah bisa membaca pikiran aku, iya supaya dia merasa menyesal sekali masa wanita secantik kamu dia buang begitu saja."
Felicia langsung di suruh masuk oleh orang tua nya.
"Kamu hati-hati yaa pulang nya, jangan ngebut-ngebut aku masuk ke rumah dulu yaa."
__ADS_1
Felicia langsung masuk ke dalam rumah nya, Rakka pergi ke dalam mobil nya.
Felicia memperhatikan Rakka, sampai dia masuk ke dalam mobil nya.
"Hati-hati yaa, calon suami ku."
Felicia menutup rapat pintu rumah nya, dia menuju ke kamar nya dan melihat Alexa sudah tertidur pulas.
Felicia menghampiri anak nya tersebut, sambil memandangi wajah cantik nya.
"Sayang, hari ini ibu senang sekali akhirnya ibu bisa bertemu dengan seorang lelaki yang mau menerima kehadiran Alexa dan ibu di hidup nya, dia lelaki yang ibu harapkan dulu sebelum Papa kamu mendekati ibu, sekarang semoga kita berdua bisa berbahagia selalu."
"Selamat tidur sayang, mimpi indah yaa sayaaaaang kamu."
Felicia langsung bersiap untuk tertidur tiba-tiba handphone nya bergetar. Felicia langsung mengambil handphone ternyata pesan dari Rakka.
"Apa yaa Rakka, malam-malam begini ngirim pesan jadi hawatir aku."
* Felicia sayang, kangen lagi nih.
__ADS_1
*Yaa Tuhan, kita kan tadi baru ketemu masa udah kangen lagi sih."
*Yaa terus emangnya kenapa, nggak boleh yaa kenapa sih kita nikahnya nggak besok aja, biar cepat bikin Ade buat Alexa.*
*Emang nya kamu bisa bikin Ade buat Alexa haha.*
*Astaga sayang, kan kamu yang ngajarin kamu kan udah senior hehehe.*
*Sudah yaa, aku mau tidur cape banget good night mimpi indah yaa sayaaaaang.
Felicia langsung menyimpan kembali handphone, membaca pesan dari Felicia Rakka langsung tersenyum lebar.
"Yampuuun Felicia, gemes banget sih kamu iihhh beneran gue di bikin bucin banget sama dia, bikin nggak semangat tidur, mau yaa pandangan in terus foto cantik nya."
Rakka masih nggsk percaya kalau Felicia yang akan menjadi Cinta pertama dan terakhir nya.
"Gue beneran nggak percaya, masih kaya mimpi banget pokoknya gue nggak boleh sampai Kiano mencari alesan pengen ketemu Alexa padahal mau memandang Felicia, dia kan orang plin-plan serakah pengen bisa bebas sama Felicia dan Erika."
Rakka langsung mematikan lampu kamar nya dan segera tidur, sambil memeluk bingkai foto Felicia.
__ADS_1