
Melihat tingkah laku kiano yang seperti sedang memperhatikan seseorang.
Melinda pun bertanya kepada Kiano.
"Kamu kenapa Kiano ? sedang mencari seseorang ? . kenapa dari tadi mata kamu tidak bisa diam".
Kiano langsung diam dan berhenti memandang rakka dan felicia.
"Tidak apa-apa ko mam, tadi aku seperti melihat teman kuliah ku.tapi setelah aku perhatikan ternyata bukan".
Erika memperhatika Kiano ternyata dia pun langsung terlarik dengan ketampanan Kiano.
"Kiano,apa kamu punya pacar ? atau masih menjalani hubungan dengan perempuan lain ?. Karena lelaki setampan kamu tidak mungkin single ?".
Tanya Erika kepada kiano.
Tapi pertanyaan itu langsung di jawab oleh mama melinda.
"Kiano sudah putus hubungan dengan kekasih nya.semenjak lulus dari SMA.karena Tante tidak menyukai perempuan itu.dia tidak sama dengan kita jadi sangat tidak cocok untuk jadi penerus keluarga Alexander".
Mendengar perkataan mama nya Kiano langsung memalingkan wajahnya.
"Oh, begitu jadi mantan kekasih kiano terlahir dari keluarga sederhana ?".
Ucap erika kepada mama melinda.
"Iya, benar sekali erika.sangat jauh berbeda kan dengan kamu yang sudah cantik berpendidikan tinggi sangat cocok dengan kiano".
Kiano terus memperhatikan rakka dan felicia.
Yang masih duduk di depan sana.
Rakka tidak tau harus berbuat apa jika mama melinda melihat dia dan felicia di tempat yang sama.
"Felicia kita pergi aja yuu,kita cari tempat yang lebih nyaman di sini.masih ada waktu ko buat kita pergi lagi".
Felicia langsung melihat jam di handphone nya.
"Tapi kan kita sudah pesan makanan.kan sayang banget kalau nggak di makan".
Rakka makin panik bagaimana caranya supaya leticia mau cepat keluar dari restoran ini.
Kiano pun masih memperhatikan Felicia dan rakka.
"Ayoo felicia please,kita pergi dari restoran ini yah".
Felicia merasa sangat aneh dengan tingkah laku rakka
Felicia merasa rakka merasa tidak nyaman.
"Yasudah ayo, tapi kita mau kemana rakka".
Ketika felicia berdiri rakka langsung merangkul felicia agar pandangan lurus ke depan.
Felicia terkejut dengan tingkah laku rakka yang tiba-tiba merangkul dirinya.
Kiano merasa lega ketika melihat rakka berhasil membawa felicia ke luar restoran.
Kiano mulai fokus dengan percakapan antara mama nya dan erika putri.
Kiano mulai memperhatikan wajah erika.
Kiano menyadari jika Erika sangat cantik dan juga anggun.
__ADS_1
Dari cara berbicara nya pun erika sangat baik sesuai dengan pendidikan nya.
Kiano setika hampir terpesona dengan kecantikan Erika.
Tapi tiba-tiba handphone Kiano bergetar.
Kiano langsung membuka pesan dari rakka.
*Gue bawa felicia kemana nih ? gue udah janji sebelum magrib felicia udah harus pulang*.
Kiano langsung membalas pesan dari rakka.
*Terserah loe, yang penting jangan macem-macem sama felicia*.
Rakka yang membaca pesan dari kiano langsung bingung mau bawa felicia kemana.
"Rakka kamu kenapa ? ko kaya kebingungan gitu".
Rakka langsung tertawa mendengar ucapan felicia.
"Aku bingung, mau bawa kamu kemana lagi.terus malu juga tadi harus nya kita makan malah nggak jadi".
Felicia langsung menepuk pundak rakka.
"Udah nggak apa-apa ko, sekarang kita pulang aja yaa.daripada bingung nggak ada tujuan".
Rakka menganggukkan kepalanya.
"Felicia, kamu kan pintar berprestasi pula kepada nggak lanjut kuliah.lagian toko kue juga lumayan rame.siapa tau juga kamu bisa dapat beasiswa pas kuliah".
Felicia langsung menundukan kepalanya.
"Aku nggak ada niat untuk kuliah rakka.aku ingin mengembangkan usaha orang tua ku saja sampai sukses dan tidak di pandang rendah di mata orang-orang kaya".
"Semangat ya felicia,aku yakin banget kamu pasti bakalan sukses apalagi kamu orang sabar pekerja keras banget".
Rakka langsung mengelus rambut rambut felicia.
Mendapat perhatian dari rakka, felicia seperti melihat kiano di diri rakka.
"Oh,iya rakka gimana dengan kuliah nya lancar kah ?".
Rakka menggelengkan kepalanya terus-terusan.
"Pusing banget felicia,tapi mungkin kalau kamu yang ngerjain tugas nya pasti langsung selesai".
Rakka langsung melirik sambil tersenyum kepada felicia.
Wajah felicia lagi-lagi memerah sambil menahan ingin tersenyum nya kepada rakka.
Di hari itu rakka dan felicia se akan saling mengenal mereka terlihat jadi lebih akrab lagi.
Sampai mereka tidak sadar sudah sampai di depan rumah felicia.
"Sudah nyampe yaa,ko perasaan cepat banget yaa rakka.kita kebanyakan ngobrol sih ya di jalan".
Melihat felicia bahagia rakka pun ikut bahagia.
"Fel,aku nggak turun yaa.mau langsung balik lagi ke kontrakan kasian Kiano sendiri an".
Felicia langsung membuka pintu mobil nya.
"Baiklah, terimakasih kasih banyak yaa rakka untuk hari ini kamu udah luangkan waktu kamu ngajak aku jalan-jalan".
__ADS_1
Rakka tersenyum kepada felicia.
"Aku juga minta maaf,soal kejadian tadi di restoran yaa."
Felicia langsung membalas senyuman kepada rakka.
"Nggak apa-apa ko rakka.kamu hati-hati yaa rakka di jalan nya".
Felicia langsung menutup pintu mobil nya.
"Yaampuun,baru kali ada yang bilang hati-hati ke gue selain mama.emang dasar yaa itu kiano bikin susah doang.kalau bukan karena felicia males banget.dia sekarang pasti lagi pendekatan sama tunangan eh pacar di ajak jalan-jalan sama temen nya.huh parah banget".
Rakka langsung melanjutkan perjalanan nya.
Sesampainya di kontrakan sudah ada mobil Kiano.
"Cepat banget dia udah pulang.pasti bercerita sedih lagi nih".
Rakka membuka pintu rumahnya di tidak melihat kiano di ruang tamu.
Rakka langsung masuk ke kamar kiano.
Ternyata Kiano lagi asik maen handphone.
"Heh,kiano loe udah pulang ? cepat banget.gimana tadi acara pertemuan nya".
Kiano langsung menghentikan maen handphone nya.
"Gimana kalau kalau felicia tau,gue ada di situ sama perempuan lain.dan gimana juga kalau mama yang liat felicia duluan.bisa habis felicia di kata-kata in sama mama".
Rakka langsung menepuk-nepuk pundak Kiano.
"Berterima kasih lah kepada sahabat terbaik mu ini.semua jadi aman terkendali tanpa ada masalah sedikit pun".
Kiano langsung memeluk erat rakka.
"Terimakasih banyak rakka".
Rakka langsung melepaskan pelukan dari kiano.
"Gue masih normal jangan peluk-peluk segala.Eh gimana bentuk muka perempuan itu cantik nggak".
Kiano langsung memberikan handphone nya.
Melihat kan foto Erika putri calon tunangannya.
"Cantik juga yaa,nggak kelihatan kaya tante-tante.eh ko langsung punya no whatsapp
nya gitu sih.wah langsung tukeran nomer ?".
Kiano langsung tersenyum.
"Yaampuun Kiano,segitu gampang nya loe lupa sama felicia yang udah bertaun-taun jadi pacar loe".
Rakka geleng-geleng kepala melihat kiano.
"Yaa nggak lah, cinta gue tetep sama felicia anatasya.gue sama erika cuman buat supaya saling kenal aja udah segitu".
Rakka langsung merebut handphone Kiano.
"Dan,dari tadi loe Whatsapp an sama erika.bukan sama felicia.sadar kiano felicia sayang banget sama loe.jangan kasih dia harapan palsu kalau ujung nya loe lebih memilih Erika daripada felicia.mending loe tentu in sekarang deh.kasian felicia".
Kiano langsung terdiam mendengar perkataan rakka.
__ADS_1
Rakka yang terlihat emosi langsung meninggalkan Kiano di kamar nya.