Wanita Penggoda (Cinta Felicia)

Wanita Penggoda (Cinta Felicia)
Episode (251)


__ADS_3

Ke esokan hari nya Felicia bersiap untuk menunggu Rakka, dia mendandani Alexa dengan bandana pink yang sangat lucu.


"Sebenarnya aku sangat malas untuk datang bertemu dengan keluarga Kiano, tapi kalau aku nggak ke sana kapan lagi mereka bisa melihat Alexa."


Felicia mengendong Alexa, dan membawa nya kedepan rumah untuk menunggu Rakka.


"Rakka lama sekali yaa, sekarang sudah mau jam 8, tapi belum juga datang."


Rakka mulai bersiap untuk berangkat, sebelumnya dia mengirim pesan kepada om Alex.


*Om, saya, Felicia dan Alexa akan datang ke rumah, saya mohon semua anggota keluarga ada yaa om apalagi Kiano, soalnya saya mau memberikan kabar pernikahan kita.*


"Oke, sekarang siap menjemput ke dua bidadari ku, pasti gemes deh Alexa."


Rakka mulai perjalanan ke rumah Felicia, dia membeli bucket bunga mawar putih untuk Felicia.


"Hmmmm, supaya romantis kan."


Rakka memberhentikan mobilnya di depan toko kue Felicia, Feli yang melihat Rakka pun langsung menghampiri nya.


"Kamu lama sekali sih, aku nungguin dari jam 8 loh, lamaaaaaa."

__ADS_1


Rakka langsung memberikan bucket bunga kepada Felicia.


"Jangan marah cantik, nanti tambah cantik aku nambah sayang kamu."


Feli, langsung mengambil bucket bunga tersebut, dan memperhatikan isi di dalam nya.


Rakka langsung mengambil Alexa, mengendong nya.


"Kok nggak ada coklat sih Rakka, cuman bunga aja nggak kenyang dong."


Rakka terkejut mendengar perkataan Felicia.


"Astaga Feli ku yang cantik jelita, kamu nggak ada rasa gimana gitu aku ngasih kamu bunga, malah nanya coklat."


Rakka pun menyusul nya, dan memberikan Alexa kepada Felicia.


"Rakka, kamu yakin dengan rencana kamu ini, aku malas sekali loh bertemu dengan mereka."


Rakka memegang tangan Felicia dengan erat.


"Kalau Tante Mel, nyakitin hati kamu yaa kamu lawan aja aku dukung kok sayaaaaang, nggak usah di pendam biar dia tuh bisa belajar menghargai perasaan orang lain."

__ADS_1


Felicia tersenyum manis kepada Rakka, dan melepaskan tangan nya.


"Kamu tuh yaa, bukan bilang aku supaya sabar ini malah ngedukung suasana jadi panas."


Rakka menjalankan mesin mobil nya, sambil tersenyum bersama Felicia.


"Oh iya sayang, kamu itu kan punya foto nya Erika, apa kamu nggak ada niat buat tunjukkan itu sekarang, supaya langsung hancur gitu jadi debu."


Felicia langsung memberikan handphone kepada Rakka.


"Aku sudah tidak peduli Rakka, biar saja semua berjalan seperti rencana nya Erika, sepandai-pandainya dia menutupi pasti akan di bantu sama Tante Mel."


Rakka mengambil kembali handphone Felicia, dan memberikan nya.


"Akhirnya kita sampai juga yaa, ayo sayang kita turun."


Rakka melihat ternyata Alexa sudah tertidur pulas.


"Malah tidur anak papa nih, sama yaa kaya ibu males liat wajah-wajah mereka jadi lebih milih buat tidur aja."


Rakka keluar dari mobilnya, dan membuka kan pintu untuk Felicia keluar. Felicia kelihatan sangat ragu sekali untuk melangkah kan kaki nya, wajah nya terlihat sangat malas sekali.

__ADS_1


"Kamu, nggak mau masuk yaa,? yaudah jangan memaksa kan biar aku saja yang masuk yaa, kamu sama Alexa nunggu di mobil saja yaa."


Felicia sangat bingung sekali, dia dalam hatinya dia sangat malas sekali tapi jika juga kasihan dengan Rakka yang sudah merencanakan ini semua nya.


__ADS_2