Wanita Penggoda (Cinta Felicia)

Wanita Penggoda (Cinta Felicia)
Episode (221)


__ADS_3

Rakka melirik sinis kepada ibu nya.


"Felicia nggak suka aku buu,nanti kalau sadar terus pingsan lagi ngeliat bagaimana".


Melissa langsung mencubit tangan anak nya itu.


"Kamu,bisa saja mana mungkin itu semua terjadi seperti di drama saja".


Rakka mengingat jika ibu nya bilang kalau sebelumnya Felicia bertemu dengan Tante Melinda.


"Buu,tadi ibu bilang Felicia bertemu dengan Tante Melinda.kenapa bisa bertemu ? memang ibu mengundang Tante Melinda yaa ?".


Melissa merasa apa yang terjadi antara Melinda dan Felicia bukan untuk di cerita kan.karena itu sangat sensitif sekali.


Walaupun Rakka adalah anak nya tapi Melissa harus menjaga rahasia besar ini.


"Kamu seperti tidak tahu Tante Melinda seperti apa orang nya.walapun dia tidak di undang dia pasti datang karena pasti takut tersaingi oleh ibu".


Mendengar perkataan dari ibu nya Rakka pun hanya menganggukan kepalanya saja.


"Sudah datang bu mobil nya ayo kita cepat masuk".

__ADS_1


Rakka menuntun tangan ibu nya untuk segera masuk ke dalam mobil nya.


Felicia mulai sadar dia mencoba membuka mata nya perlahan.perlihatan felicia masing buram, kepalanya pun masih pusing.


"Kamu sudah sadar nak,?" ucap ibu felicia sambil mengusap kepala felicia.


"Ibu,kenapa aku sudah ada di rumah ? bukan nya tadi aku masih di parkiran mobil kantor tante melissa ?".


Felicia masih saja memegang kepalanya.


"Kamu pingsan nak,tadi kamu diantar oleh rakka dan ibu nya".


Felicia langsung memaksakan diri untuk terbangun.


Vania langsung tersenyum ketika felicia mendengar nama Rakka dia langsung mencoba terbangun.


"Rakka dan Ibu nya sudah langsung pergi.katanya Rakka mau berangkat ke kampus dan Ibu nya juga harus mengurus proses pemotretan yang tadi kamu lakukan di sana".


Ayah felicia masuk ke dalam kamar felicia.


"Felicia,ada yang ingin ayah bicarakan dengan kamu.ini tentang Kiano ayah kandung Alexa Putri.setidak nya kamu bertemu mempertemukan Alexa Putri den Kiano.bagaimana pun juga Kiano adalah wali jika nanti Alexa Putri menikah.walapun ayah tahu sekarang Alexa masih kecil tapi harus ada pengakuan dari Kiano".

__ADS_1


Felicia langsung memandang wajah ibu nya.


"Ibu ikut apa yang ayah kamu sarankan.ini semua demi Alexa Putri.setelah itu terserah mereka mau berbuat apa.kita hanya memberitahu saja kita nggak meminta biaya dan lain-lain".


Alexa Putri seketika menangis ketika Felicia dan keluarga membicarakan Kiano.


Mendengar Alexa Putri menangis ibu Vania langsung menghampiri Alexa.


"Ayah,apa jadi nya jika Tante Melinda ikut bicara.aku sudah malas sekali berurusan dengan wanita itu".


Ayah memegang tangan felicia.


"Bicara saja dengan Kiano kamu tidak usah datang ke rumah keluarga.kamu bisa ketemuan hanya kamu Alexa dan Kiano sudah".


Ayah pun langsung keluar dari kamar Felicia.


Felicia termenung mendengar perkataan dari orang tua nya.


"Baru saja tadi aku berurusan dengan Tante Melinda tadi.sampai aku terjatuh pingsan sekarang aku harus bertemu dengan Kiano.aku sebernarnya sudah tidak mau bertemu dan berurusan lagi dengan keluarga Alexander itu".


Felicia memegangi terus kepala nya dia merasa makin bertambah pusing sekali setelah mendengar perkataan ayah nya.

__ADS_1


"Pusing ku makin parah jadi nya, kalau begini mending aku nggak usah sadar dulu.pura-pura tidur saja tadi".


__ADS_2