Wanita Penggoda (Cinta Felicia)

Wanita Penggoda (Cinta Felicia)
Episode (40)


__ADS_3

Felicia langsung menghapus air mata nya dan berkata kepada ayah nya.


"Ayah,aku mohon jangan bilang ke ibu yaa ayah.biar ini menjadi rahasia kita berdua saja karena ibu tidak tahu kalau aku masih sangat mencintai Kiano".


Ayah felicia langsung mengelus rambut felicia hati ayah nya pun sangat sedih ketika anak nya mencinta seseorang yang dia sayang harus bisa mengiklankan nya dengan perempuan lain.


"Iyaa nak,ayah berjanji tidak akan bilang kepada ibu mu".


Ayah felicia pun langsung pergi meninggalkan felicia.


Dia melihat makanan untuk felicia ada di atas meja dekat pintu kamar felicia.


Ayah pun langsung tau bahwa Vania pasti mendengarkan semua pembicaraan antara dirinya dengan felicia.


Ayah felicia langsung membawa makanan yang ada di meja itu dan membawanya ke dalam kamar felicia.


"Ayooo nak, kamu makan dulu.lalu nanti kamu minum obat yaa dan langsung istirahat".


Felicia langsung memakan nya dengan lahap sekali tidak seperti biasanya selera makan felicia begitu sangat meningkat sekali.


"Ayah,aku sudah selesai makan nya dan aku akan segera meminum obat.sekarang ayah bisa melanjutkan istirahat ayah".


Sebelum ayah pergi meninggalkan felicia dia mencium kening putrinya itu.


"Selamat tidur, felicia Antasya semoga kamu cepat sehat kembali".


Ayah felicia langsung pergi dari kamar felicia dan menutup kembali pintu kamar nya.


"Aku nggak boleh terus sedih begini.aku harus mengikhlaskan Kiano dengan perempuan pilihan orang tua nya.karena aku masih punya orang tua yang tidak akan pernah berhenti untuk mencintai ku".


Felicia langsung mematikan lampu kamar nya dan langsung berisitirahat.


Ke esokan harinya Kiano pergi ke rumah nya kembali mengikuti rakka yang lebih memilih untuk tinggal di rumah orang tua nya.


"Gara-gara rakka,gue jadi balik lagi ke rumah mama.ahhhh sebernarnya gue males banget tapi nggak mungkin juga gue sendiri an tinggal di kontrakan itu serem banget".


Kiano langsung memasukkan semua barang-barang ke bagasi mobil nya.


Dan langsung masuk ke dalam mobil untuk pulang ke rumah nya.


Di perjalanan kiano terus mengingat felicia dia ingin bertemu dengan felicia sebelum dia pertunangan dengan perempuan pilihan orang tua nya.


"Felicia, kenapa yaa nomber nya nggak aktif terus.gue nggak mungkin juga kan datang ke rumah nya.bisa langsung di suruh pergi sama orang tua nya".

__ADS_1


Kiano terus terbayang-bayang wajah felicia dan sesampainya dia di depan gerbang rumah nya.


"Mobil Erika lagi,ini anak perasaan ada terus di rumah gue.apa dia tinggal di sini".


Kiano yang turun dari mobil nya langsung memasang wajah jutek.


"Kiano kamu kembali nak ? kamu bawa barang-barang ke rumah ini lagi.itu tanda nya kamu tidak lagi ngontrak rumah di dekat kampus.kamu kembali tinggal lagi di sini ?".


Ucap mama melinda dengan nada suara yang sangat senang.


"Iyaa mam,aku balik lagi tinggal di rumah ini.rakka udah nggak mau lagi tinggal di sana".


Kiano melirik sinis ke arah Erika.


"Hey princess erika, perasaan di rumah sini terus apa kamu nggak pulang-pulang diem di sini".


Erika langsung malu mendengar perkataan dari kiano.


"Kiano, kamu jangan berbicara seperti itu Erika memang mama yang suruh untuk sering main ke rumah.lagi pula kan nanti kalau kalian sudah berumah tangga erika akan tinggal bersama kita di sini".


Kiano langsung pergi mendengar perkataan mama sarrah.


Dia langsung berjalan menuju kamar nya Tampa berpamitan terlebih dahulu kepada mama melinda dan Erika.


Erika hanya tersenyum mendengar perkataan mama melinda.


"Oh iya mam, kalau perempuan yang pernah berpacaran dengan kiano itu siapa yaa nama nya ? dan seperti apa dia".


Mama melinda langsung kaget mendengar pertanyaan dari Erika.


"Kalau tidak salah felicia nama nya.kata Kiano sih dia perempuan yang pintar dan berprestasi di sekolah nya.Ahhhh sudah jangan bahas lagi perempuan itu tante sangat sekali tidak suka dengan dia".


Erika langsung menghelakan nafas yang panjang.


Dia sepertinya mulai ingin mencari tau tentang felicia Antasya itu.


"Oh,maaf yaa tante melinda.oh iya tante aku mau pamit pulang dulu ya.soal nya aku ada jadwal pemotretan di sebuah majalah populer".


Erika berpamitan kepada mama melinda


untuk pulang.


"Ohhh, kamu perempuan yang sangat sibuk sekali yaa erika.yasudah hati-hati yah di jalan nya yaa sayaaaaang".

__ADS_1


Erika langsung pergi meninggalkan rumah Kiano dan langsung mengendarai mobil nya.


"Aku sungguh penasaran sekali dengan perempuan itu.felicia Antasya aku akan mencari tau tentang kamu".


Setelah erika pergi mama melinda langsung berlari menuju kamar Kiano.


"Kiano,mama mau masuk ke dalam mama mau bicara serius dengan kamu".


Kiano tidak menjawab ucapan dari mama melinda.


Mama melinda langsung membuka pintu kamar Kiano.


Ternyata Kiano sedang mendengarkan musik dengan suara yang sangat keras.


Mama melinda langsung mencabut headset yang menempel di telinga Kiano.


"Dari tadi mama ketuk pintu kamu tidak menjawab.malah lagi asik mendengarkan musik.kasian erika dia langsung pergi karena mungkin tidak nyaman dengan sikap kamu kenapa dia".


Kiano yang sedang terbaring langsung terbangun dan duduk di kasur nya.


"Emang kenapa sih mam,yaa bagus kalau dia pulang.emang mama nggak bosen terus-menerus ngobrol sama dia ketemu sama dia".


Mama melinda langsung melemparkan headset yang ada di tangan nya ke wajah kiano.


"Bersikap manis kepada erika,ingat yaa Kiano Alexander.erika putri itu sebenar lagi akan menjadi tunangan kamu dan tak lama dari itu kalian berdua pasti akan menikah dan memberikan keturunan untuk keluarga Alexander".


Kiano merasa sangat kesal dengan ucapan mama nya yang selalu membanggakan Erika.


"Mama tau dari mana erika itu perempuan baik-baik.mama cuman liat dari wajah dan penampilan nya.mama tidak tau kan keseharian dia seperti apa".


Kiano mulai emosional dengan mama nya.


"Lalu, perempuan yang baik-baik itu seperti siapa.seperti felicia perempuan miskin itu.ingat yaa kiano sampai kapan pun mama tidak suka dengan felicia dan jangan berharap besar kamu bisa bersama dengan perempuan itu".


Mama melinda langsung pergi meninggalkan kamar Kiano dia sangat marah sekali dengan sikap Kiano.


"Ahhh,mama susah banget sih luluh nya.gue yakin banget kalau erika itu bukan perempuan seperti yang mama bayangkan.dia pasti cuman pengen ngambil kekayaan mama bisnis skincare kosmetik mama.karena kalau dia udah jadi tunangan gue dia pasti di jadikan brand ambassador skincare mama terus nanti kalau kita udah menikah mama pasti nyerahin semuanya ke erika".


Kiano langsung memikirkan cara bagaimana dia supaya bisa batal bertunangan dengan perempuan pilihan orang tua itu.


"Felicia anatasya, kenapa jalan hubungan kita harus serumit ini".


Kiano sangat meresa bersalah kepada felicia

__ADS_1


karena dia harus meninggalkan felicia demi perempuan pilihan orang tua nya.


__ADS_2