Abandoned Flower

Abandoned Flower
Bunga Liar


__ADS_3

Musim gugur, Flo berumur 8 tahun.


"Altez, Altez! Apa kamu pernah melihat seseorang yang begitu bercahaya??" Flo kecil termangu dalam rumah gazebo dipinggir danau istana.


Altez yang saat itu berusia 7 tahun begitu bersemangat saat bermain bersama Flo.


"Pernah!! Aku pernah!! Apa nona Flo ingat saat aku dikatai gemuk seperti babi oleh anak pelayan lainnya diistana ini? Saat itu nona Flo datang dan memarahi mereka. Nona sangat keren!!" Mata Altez berbinar.


"Wajah nona Flo sangat bersinar!! Seperti malaikat yang turun dari langit."


Flo memandang Altez sebentar dan menghela nafas panjang. "Bukan itu!" Gerutu Flo kecil.


"Wajah Winter sangat bersinar." Flo lagi lagi memangku wajahnya dan memandang hamparan danau yang memantulkan cahaya matahari hangat dengan indah.


"Hah? Apa maksud nona itu tuan muda Winter??" Altez terkejut dengan gaya khas anak kecil.


"Kamu masih terlalu kecil!" Flo memandang Altez malas, "Kamu tidak akan mengerti."


"Dunia akan terasa hampa dan hanya dia saja yang berkilauan."


"Lalu? Lalu??" Altez masih penasaran.


"Aku memberikan dia ular pohon dalam guci."


"Apa? Kata nona dia sangat berkilauan?!" Altez bertolak pinggang menatap Flo heran.


"Habisnya dia mengatai aku bunga liar." Flo memandang jauh hamparan danau. "Bunga liar yang akan selalu dibuang."


..


Flo menggigit bibirnya sedikit erat, dia lebih baik pergi dari taman ini dari pada harus melihat Winter tersenyum pada wanita lain.


Flo langsung berdiri dan berjalan tergesa meninggalkan taman kediaman utama.

__ADS_1


"Dasar wanita *******! Berani sekali dia menggoda Winter! Aku akan memberi pelajaran untuknya nanti!!" Flo terus mengomel saat dia berjalan diikuti okeh keempat pelayannya.


Nafas Flo memburu, dia sangat cemburu dan marah disaat bersamaan. Dia berjalan dengan cepat untuk pulang ke kediamannya namun saat hendak berbelok kearah taman samping dia terkejut karena hampir saja menabrak seseorang.


"Apa kau tidak bisa berjalan dengan benar?! Pakai matamu!!! Jika sampai menabrakku, aku pastikan kau akan mendapat ganjarannya!!" Semprot Flo.


Ethan cukup terkejut, lalu dia menyunggingkan senyumnya begitu menyadari siapa yang ada dihadapannya. Sudah beberapa hari ini dia penasaran dan mencari sosok Flo di Luckingham. Dia tidak bisa seenak hati berkunjung ke kediaman Flo karena Flo sudah bergelar duchess dan akan sangat tidak sopan jika Ethan sebagai lelaki yang bukan suaminya berkunjung ke kediaman Flo tanpa diundang terlebih dahulu.


"Saya memberi hormat pada nyonya duchess." Ethan memberi hormat ala kerajaan pada Flo.


Flo mengernyitkan alisnya melihat Ethan, dari pakaian yang pria itu kenakan sudah pasti dia bukan tukang kebun yang berkeliaran di taman, bukan juga pengawal keamanan apalagi pelayan di Luckingham. Flo sedikit waspada, bisa saja pria dihadapannya ini adalah bagian dari sekutu Ferkalon yang sangat ingin menyingkirkannya.


"Siapa anda?!" Ketus Flo.


"Ethan! Ethan Dalton Ferkalon. Flo, apa kamu lupa padaku???" Ethan tersenyum manis pada Flo.


Mata Flo membelak dan berbinar, senyumnya secepat itu mengembang lebar.


Ethan tertawa renyah, "Mau berkeliling melihat bunga???" Pria itu mengulurkan tangannya pada Flo.


Tanpa menjawab lagi Flo segera menyambut senang uluran tangan Ethan dan berjalan bersama pria itu.


"Kapan kamu kembali?? Mengapa aku tidak tahu??"


"Kamu sudah sehat?? Apa kamu sungguh lupa jika kamu pingsan dalam pelukanku saat sakit kemarin?" Ethan menyentuh kening Flo.


"Benarkah??" Flo terkejut lalu terkekeh pelan, sejujurnya dia merasa sesikit kecewa karena dalam ingatannya dia terjatuh dalam pelukan Winter bahkan dia sempat mengira pria itu menggendong dirinya. "Aku sudah sehat. Terimakasih sudah menolongku waktu itu."


"Tapi.." Entah kenapa Ethan ingin menyembunyikan kenyaataan bahwa Winterlah yang menolong Flo.


Ethan lalu tersenyum, "Aku bisa menduga kalian akan menikah, tapi mengingat perlakuanmu saat kecil pada Winter. Itu bisa membuat orang berpikir kalian seperti musuh bebuyutan."


"Perlakuan apa??" Flo mendengus sebal.

__ADS_1


"Menceburkan Winter ke kolam renang, membuatnya terjatuh saat latihan kuda, menggores Winter dengan replika pedang saat kelas bela diri dan yang paling ku ingat tragedi ular pohon." Ethan tertawa sambil terus berjalan santai ditaman bersama Flo.


"Kamu tahu tidak dulu, ada pelayan yang mendapat hukuman cambuk karena tidak sengaja membuat Winter terjatuh saat main ditaman. Ada juga pelayan yang dipecat karena membuat kuku Winter berdarah saat memotong kuku Winter saat itu."


Flo berdecih, "Mengapa kamu mengatakan itu padaku??"


"Yah karena dari semua perbuatanmu itu malah kamu menikah dengan Winter, apa lagi jika itu bukan keberuntungan??"


"Beruntung yah..." Gumam Flo pelan.


Ethan menaikkan alisnya dan tersenyum lebar, "Jadi kamu punya rencana apa lagi kali ini?? Aku menantikannya."


"Apa kamu akan mengadu pada Winter??" Flo menatap Ethan dengan wajah mengejek.


"Aku selalu sekutu dengan kamu Flo!" Ethan tertawa dan mengacak rambut Flo.


"Jika kamu ingin mengadu pada Winter juga aku tidak peduli, karena aku akan selalu mengganggu pria itu. Akan ku cakar wajah tampannya itu! Mengesalkan!!"


"Karena aku adalah orang yang jika menginginkan sesuatu pasti aku akan melakukannya!" Dengus Flo lalu berjalan mendahului Ethan.


Aku tidak mengerti, mungkin saat aku kecil itu adalah awal mula aku sangat menginginkan dirimu Winter.


Aku masih terlalu kecil, masih tidak tahu betapa dalamnya dunia ini.


Aku masih tidak tahu apa yang terlihat oleh mata bukanlah segalanya.


"Astaga!" Ethan tertawa dan menyusul Flo lagi.


..


"Jadi begitu tuan Winter, saya akan memastikan keuntungan penjualan produk ini akan naik dengan signifikan berkat strategi yang saya ciptakan." Summer terus saja berbicara mengenai kinerja yang telah dia jalankan pada Winter.


Namun pria itu sejak 10 menit yang lalu tidak terlalu mendengarkan Summer. Dia berdiri dekat dengan kaca jendela ruang kerjanya yang berada dilantai dua. Pandangan matanya menusuk menatap interaksi dua manusia di taman kediaman utama, Flo yang tertawa ceria pada Ethan.

__ADS_1


__ADS_2