Abandoned Flower

Abandoned Flower
Tidak Rasional


__ADS_3

Awalnya Camell takut, khawatir dan cemas begitu melihat kuda yang tinggi dan besar mungkin dua kali lipat tinggi tubuhnya. Namun begitu Lloyd memacu kudanya dengan baik dan cepat, adrenalin Camell mulai terpacu dan dia merasa ini sangat seru. Dia banyak berteriak riang dan tertawa lebar saat kuda berpacu dengan cepat dan angin bertiup menerpa wajahnya.


"Kyaaaaaa!!! Ini sangat seru!! Ja.. jangan lepaskan aku!! Pegang yang erat!" Camell berteriak riang.


"Tenang saja aku memegangmu, jadi jangan khawatir." Lloyd mengontrol sedikit laju kudanya. "Apa aku terlalu kencang? Kamu mau aku mengurangi kecepatannya??"


"Tidak! Tidak apa apa!" Camell menoleh kebelakang menatap Lloyd. "Saya takut sekali, tapi ayo lebih cepat!" Camell kembali tertawa membuat Lloyd mengangkat alisnya.


Ketika mereka sudah sampai didalam hutan, Lloyd menghentikan laju kudanya dan hanya berjalan setapak setapak. "Aaah tadi menyenangkan sekali." Camell memejamkan matanya dan merasakan angin segar menerpa wajahnya.


"Bukankah tadi kamu bilang takut??" Lloyd tetap fokus mengatur laju kuda itu.


"Saya takut tapi itu sangat menyenangkan." Camell melebarkan senyumnya.


Lloyd tersenyum miring. "Sejak awal kamu memang sulit dimengerti, baiklah jika kamu merasa seperti itu. Aku juga senang dan menikmati ini setelah sekian lama." Llod memberhentikan kudanya dan turun. "Ayo turun, kita sudah sampai!"


"Ini terlalu tinggi yah, tunggu nanti aku akan membantumu." Lloyd menyadari bahwa kuda yang kali ini disiapkan cukup besar.


Camell memegang kedua bahu Lloyd dan pria itu menyanggah pinggul Camell saat dia hendak turun dari kuda. "Daron agak tinggi yah?"


"Hmm?? Daron??" Tanya Camell bingung.


"Nama kuda ini." Lloyd tersenyum saat berhasil menurunkan Camell dengam baik. "Aku memilih kuda yang paling kuat diantara kuda lainnya diistana, jadi badannya agak besar dan tinggi."


Entah mengapa Camell sdsikit tersinggung dan tertawa kesal. "Maaf apa karena tuan duke saya seberat itu??"


"Mana mungkin." Lloyd mengambil sebuah keranjang rotan dari pengawal yang mengikuti mereka. "Aku hanya mempertimbangkan kalau kita akan naik berdua. Ayo jalan." Lloyd memimpin jalan untuk Camell setelah menyuruh para pengawalnya mengawasi dari jauh saja.

__ADS_1


"Disini sangat bagus!" Camell terpukau dengan hutan yang memiliki lahan lapang didalamnya, dikelilingi oleh pohon maple yang daunnya berwarna kuning keemasan sudah mulai jatuh berguguran.


"Iya kan." Lloyd meketakkan keranjang rotan dan mengeluarkan isinya diatas meja kayu yang sudah disiapkan oleh para pelayan dan pengawal yang ikut bersama mereka.


Camell tersenyum melihat Lloyd menata meja dengan cemilan juga set untuk minum teh dengan rapi diatas meja. "Tuan duke bisa sejago ini yah?"


Lloyd mengangkat alisnya, dia menangkap maksud Camell pasti caranya dalam menata gelas dan sajian sesuai table manner. "Ini kan hal mendasar.... kalau sudah lihat bukan kah kamu harusnya membantu aku??"


"Mau bagaimana lagi." Camell mengambil cangkir teh nya yang sudah dituang oleh Lloyd dan tersenyum tanpa dosa. "Tuan duke kan sudah selesai mengaturnya." Kapan lagi aku bisa minum teh yang disajikan oleh penguasa negri ini haha!


"Teh nya enak sekali." Camell menyeruputnya perlahan.


"Syukurlah kalau begitu." Lloyd tersenyum dan menatap Camell. "Biasanya kamu piknik melihat daun gugur kemana??"


"Piknik..? Oh itu..." Wajah Camell kebigungan.


Camell hanya menganggukkan kepalanya kecil dan terdiam. Bagaimana aku bisa bercerita kalau aku pergi piknik hanya setiap bunga lilac bermekaran karena itu momen penting ayah dan ibu yang selalu romantis setiap saat!!


Kenapa suasanya begini..? Camell melirik Lloyd yang hanya diam menikmati teh.


Aku harus mengubah topik pembicaraan atau bagaimana? Tapi dia tidak bertanya lagi dan... hanya menikmati pemandangan.


Sejujurnya Camell terpukau, wajah Lloyd itu bukan tipikal wajah pria biasa. Mempesona, dan karkaternya jelas menonjol. Cerdas dan kuat, tanpa sadarpun Camell jadi memperhatikan wajah Lloyd. Namun tanpa dia duga Lloyd pun menatapnya, hingga irish mata mereka bertemu dan Lloyd tersenyum saat itulah Camell langsung membuang pandangannya karena tidak nyaman dengan debaran jantungnya yang sedemikian kuat.


Aduh jantungku!! Hah! Kenapa dengan jantungku?! Camell merasa malu dan bingung. Anggap saja memang aku akui dia tampan, tapi kenapa debaran ini tidak mau berhenti?!


Setelah beberapa saat barulah Camell bisa bersikap normal dan kembali mengobrol dengan Lloyd hingga waktunya untuk kembali. Seperti saat datang tadi mobil yang dikendarai oleh supir istana menunggu didepan hutan, begitu juga saat pulang mereka memakai Daron untuk keluar dari hutan menuju pintu masuk. Camell bertekad nanti dia akan serius untuk belajar berkuda karena ini benar benar menyenangkan hatinya.

__ADS_1


"Ahh sudah sampai." Camell menyayangkan begitu Daron memperlambat lajunya dan mobil istana sudah terlihat diujung jalan.


"Ayo turun!" Lloyd bergegas turun. "Daron akan dibawa pulang oleh pengawal dan dia juga butuh istirahat."


"Daron terlihat kuat kok!" Camell seperti merajuk tidak rela turun dari kuda.


"Haha! Kamu sangat menikmatinya yah! Nanti aku akan mengajari kamu naik kuda kapan kapan." Lloyd hendak memegang pinggung Camell untuk membantu wanita itu turun dari kuda.


"Iya iya baiklah!" Camell tertawa dan berusaha menggapai bahu Lloyd.


Karena sambil tertawa Camell tidak terlalu fokus dan oleng saat hendak menggapai bahu Lloyd. Badannya kehilangan keseimbangan bahkan sebelum dia menggapai bahu Lloyd dan pria itu bahkan belum sempat menahan tubuh Camell.


Siapapun bisa terjatuh dari kuda, itu hal yang wajar mungkin karena memang Camell terlalu bersemangat berkuda. Namun selanjutnya adalah hal yang sangat klise terjadi di novel novel romansa yang sering dia baca.


Kebetulan yang luar biasa, adegan kekanakan dan menggelikan yang membuat orang berpikir 'kok bisa seperti itu?'  Diantara adegan itu semua jika Camell boleh memilih dia akan memilih tanpa ragu, adegan yang paling tidak rasional sepanjang masa adalah adegan dimana dua orang jatuh tertimpa, tumpang tindih dan berciuman.


Tapi kejadian itu... terjadi secara nyata!


Otak Camell melayang, pikirannya benar benar kosong. Bagaimana mungkin, bagaimana bisa setepat itu?? Dengan kondisi gigi seseorang tidak copot, tidak mengalami benturan atau terluka. Hal itu saja sudah membuat Camell terkejut bukan main, namun tidak berhenti sampai disana...!!


Lloyd yang juga terkejut awalnya tetapi malah memejamkan matanya, memeluk punggung Camell dan mengelusnya perlahan dan...


Lidah?!!!!! Camell sampai hampir pingsan begitu merasakan lidah Lloyd bergelirya dibibirnya dan berusaha meresapi ciuman mereka.


"Yang mulia anda baik baik saja?!!!!" Para pengawal yang berlari dari jauh melihat adegan terjatuhnya Camell menimpa Lloyd bergegas datang untuk menawarkan bantuan jika saja terjadi sesuatu.


Secepat itu juga Camell menghentak kedua tangannya ke bahu Lloyd untuk melepaskan diri dari pelukannya dan membuat pria itu cukup terhenyak. Kesadaran Camell kembali secara sempurna begitu mendengar suara para pengawal, Camell menutup bibirnya dengan punggung tangannya, wajahnya yang juga sudah semerah tomat terasa sangat panas.

__ADS_1


Si... situasi macam apa ini?!!


__ADS_2