
Hasrat Camell untuk melanjutkan terlibat dalam pesta itu sudah hilang, memang sedari awal dia juga tidak terlalu menyukai pesta. Namun menurut informasi Utha, Luckingham sering mengadakan pesta pesta selanjutnya seperti pesta jamuan minum teh, perayaan ulang tahun, hari jadi dan banyak lainnya yang kalau dipikirkan saja sudah membuat lelah duluan.
Sepertinya aku harus terbiasa dengan gaya hidup disini..
Camell memasang wajah pasrah dan masuk kedalam, terlalu banyak minum membuatnya ingin ke toilet terlebih dahulu sebelum kembali ke aula pesta. Suka atau tidak dia tetap harus melanjutkan acara yang bahkan belum sempat sampai pada tahap penyambutan itu.
Saat tangan Camell hendak mendorong pintu toilet terdengar percakapan beberapa orang dalam toilet yang tidak tertutup rapat itu. Ada beberapa countess muda, gadis gadis yang merupakan anak anak bangsawan tadi yang ada di pesta.
"Apa kamu lihat tadi ekspresi nona itu, nona yang katanya dibawa oleh tuan duke terdahulu? Siapa namanya tadi?"
Kening Camell mengkerut. Mereka membicarakan aku???
"Camellia Blooming. Meski entah asal usulnya dari mana, dia juga terpilih sebagai calon duchess. Tapi... mana bisa dibandingkan dengan nona Cyness." Mereka tertawa seakan itu hal lucu.
Bangsawan itu suka membicarakan orang dibelakang yah rupanya. Camell juga kehilangan hasrat untuk ke toilet.
Namun terdengar suara yang menahan langkah kakinya. "Sudahlah, dia juga pasti sedih."
Eeh suara ini.. nona Cyness??
Camell juga menjadi penasaran apa yang akan diperbuat Cyness.
"Padahal dia juga calon duchess, tapi duke kita membencinya. Bagaimana perasaan dia kalau mendengar hal ini." Lanjut Cyness dengan wajah yang gusar.
Camell menipiskan bibirnya mendengar ucapan Cyness.
Sayang sekali nona Cyness aku juga sama sekali tidak peduli pada duke bodoh itu. Dia membela aku yang juga merupakan 'saingannya'. Ternyata dia cukup berlapang dada.
Tapi.... kok perasaan aku tidak begitu senang mendengar dia membelaku??
__ADS_1
Camell tertawa pelan mendengar Cyness terus membelanya dihadapan putri bangsawan lain entah mengapa dia merasakan sesuatu yang ganjil dibalik sikap Cyness.
Sudahlah aku terlalu berpikir jelek karena suasana hatiku buruk sekarang.
"Ini juga salah saya." Cyness masih saja belum berhenti berceloteh. "Saya seharusnya tidak masuk ketempat pesta bersama dengan tuan duke. Tapi beliau memaksa.."
"Aduh kenapa itu salah nona Cyness??"
"Tuan duke kelihatan sekali suka dengan nona Cyness yah.." Para putri bangsawan itu tertawa dan menimpali satu sama lain terlihat seperti sedang menjilat.
Camell menjebikkan bibirnya dia sedikit bergidik geli.
Nah kan... sekarang dia malah terlihat seperti sedang membanggakan diri...
Camell terdiam sebentar. Apa aku orang yang penuh dengan pikiran negatif seperti ini yah??? Aku juga sedang apa sedari tadi menguping pembicaraan mereka? Aaahh sudahlaah!!!
Camell menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan berjalan kembali menuju aula pesta meninggalkan segerombolan wanita muda itu yang masih saja terus bergosip ria.
Saat namanya dan Cyness disebut membuat kedua wanita itu saling memandang dan Cyness tersenyum hangat pada Camell.
Nona Cyness wanita yang sangat periang seperti itu, aku harus berhenti berpikir yang aneh aneh.
Kedua wanita calon duchess sudah berdiri diatas podium, "Angkat gelas kalian semua dan mari kita memulai acara." Ethan mengangkat gelasnya untuk bersiap bersulang. "Mari kita mulai acara untuk menyambut dua calon duchess!!" Suara riuh musik dan dentingan gelas sebagai penanda bahwa acara berjalan dengan baik.
Cyness menatap Camell dan kembali tersenyum ramah membuat Camell mau tidak mau membalas senyuman Cyness dengan hangat.
Benar!!! Nona Cyness itu wanita yang baik, berhenti curiga dan bersahabatlah dengan dia! Maka segala sesuatu akan mulus berjalan!"
Baru saja Camell menenangkan dirinya, Lloyd muncul menutupi pandangannya, berdiri dan mengajak Cyness untuk berdansa pertama. Pria itu menundukkan badannya sedikit dan menjulurkan tangannya pada Cyness.
__ADS_1
Pria tidak tahu etika ini kumat lagi!!!!! Geram Camell.
Cyness menatap Camell dengan wajah yang sedikit khawatir dan tidak enak hati, lalu Camell tersenyum seakan berkata tidak apa apa lalu segera turun dari podium membiarkan Lloyd dan Cyness untuk berdansa. Semua itu tentu saja tidak luput dari penglihatan Ethan dan Ester membuat mereka geram namun lagi lagi Camell menatap paman dan bibinya itu lalu menggelengkan kepalanya kecil untuk menahan segala tindakan mereka yang mungkin saja akan membuat Camell merasa bersalah.
Aduh.. aku memang sudah mengira kalau pria tak tahu etika itu akan mengajak nona Cyness sebagai rekan dansa pertama tapi .. sikap apa itu tadi?!! Kalau saja aku tidak menahan paman dan bibi bisa bisa ada keributan keluarga.
Nanti akan kuinjak kakinya!!
Camell tidak menggubris banyaknya bangsawan yang berbisik bisik membicarakan dirinya.
Menurut peraturan seharusnya Lloyd mengajak kedua calon duchess untuk berdansa. Namun setelah Lloyd selesai berdansa dengan Cyness dia menatap Camell dan langsung berpaling begitu saja.
Sepertinya dia bermaksud melanggar aturan, bahkan setelah beberapa lagu berganti dia sama sekali tidak menatapku. Yang ada hanya tatapan iba dan cemohan padaku. Paman Ethan dan bibi Ester juga terlihat.. aku mohon jangan mendatangi aku..
Camell sedikit berputus asa, dia memang sudah mendengar cerita dari ibu dan ayahnya tentang kehidupan di Luckingham yang tidak akan mudah namun saat menghadapinya sendiri dia tidak menyangka akan sesulit ini. Camell menghela nafas panjang dan mengepalkan tangannya lalu mengangkat dagunya.
Kalau tidak ingin kalah di medan perang pada hari pertama, aku harus lebih percaya diri!! Apa boleh buat aku memang marah di situasi yang memuakkan ini, tapi situasi ini tidak dapat diubah. Demi diriku sendiri, ayah ibu yang sudah percaya padaku dan paman dan bibi yang mendukungku.
Percuma saja aku marah nanti aku akan capek sendiri, aku juga tidak peduli padamu tuan duke yang bodoh!!!
Setelah Camell menatap tajam pada Lloyd yang acuh tak acuh ada suara yang mengalihkannya.
"Maaf kalau anda berkenan nona, maukah anda berdansa dengan saya??" Seorang pria muda yang kira kira sepantaran dengan Lloyd menundukkan badan dan menjulurkan tangannya dihadapan Camell.
Camell menatap dalam pria berambut coklat yang terlihat cukup tampan dihapannya ini, kalau dia tidak salah mengingat ini adalah putra Vincount Sterna merupakan bangsawan yang juga bekerja menjadi sekutu di Luckingham.
Namanya tadi siapa yah..? Aah iya, tuan Cailaden Sterna! Apa dia bersimpati padaku yah??
Camell menerima uluran tangan itu membuat Cailaden tersenyum senang.
__ADS_1
Mereka berdua berdansa dalam hening, sesekali saling menatap dan tersenyum.
Dia baik hati... kepalaku jadi terasa penuh.. tangan yang menggenggam jari jariku dengan simpati terasa hangat..