Abandoned Flower

Abandoned Flower
Terimakasih


__ADS_3

Seperti tidak mau menunggun lama lama untuk melangsungkan hari baik, 2 hari kemudian Winter mengadakan pernikahannya yang kedua kali dengan Flo. Pernikahan sah bagi mereka berdua, janji dan ikrar diucapkan dari hati dan dipenuhi cinta.


Hanya pernikahan sederhana dihalaman belakang rumah Agustin, disaksikan oleh Agustin, Altez yang terus menagis bahagia, serta Erlin, Sofia dan Lili yang merupakan pelayan di kediaman Winter dulu.


"Jadi kalian hari ini bersenang senang dan melupakan aku??" Ethan tiba tiba muncul membuat mereka terkejut terutama Flo.


"Ethan!!" Flo berlari menghampiri Ethan dan memeluk lelaki itu. "Maafkan aku dan terimakasih untuk semuanya."


Winter menarik tangan Flo dam berdecak sebal. "Suamimu ada disini loh, masa memeluk pria lain??"


Ethan tertawa. "Lihat pria pencemburu itu, sekarang dia lebih terang terangan."


Dengan menggenakan gaun panjang putih yang sederhana namun tetap terlihat cantik, Flo memeluk pinggang Winter. "Hanya kamu satu satunya untukku." Membuat pria itu mengulum bibirnya menahan senyum karena senang setengah mati.


..


"Bagaimana Luckingham?" Winter mengajak Ethan minum alkohol bersama selagi Flo berisitirahat setelah pemberkatan pernikahan mereka.

__ADS_1


"Apa kamu serius bertanya Winter??" Ethan menenggak isi gelasnya, "Untuk bisa kesini diam diam saja aku harus lembur 3 hari sebelumnya menyelesaikan pekerjaan. Sekarang aku kabur dan meninggalkan Dylan."


Winter terkekeh, karena dia sungguh merasakan kerja keras seperti itu. "Jangan membuat susah Dylan, berikan dia hari libur. Dia pantas mendapatkan itu. Anak itu sudah bekerja sedemikian keras untukku.. untuk Luckingham."


"Aku berniat memberinya gelas bangsawan Baron." Ethan menaikkan sudut bibirnya. Namun sejurus kemudian wajahnya berubah serius. "Winter.. pamanmu..  tuan Osbert aku akan mengasingkannya bersama  istrinya Leana."


Winter menaikkan alisnya. "Ada apa?"


Pria itu menarik nafas dalam sebelum berbicara. "Saat aku meminta Ethan dalam memberikan laporan rinci tentang keuangan proyek yang dia jalani. Ada banyak sekali penyelewengan dana dan apa kamu mengetahui bahwa keponakan Leana menjabat sebagai petinggi di pemerintahan karena dia memakai namamu untuk melakukan nepotisme?"


Kali ini Winter tidak dapat berkata kata.


Winter mengambil gelasnya dan meminum isinya. "Semua keputusan kembali padamu Ethan, kamu adalah grand duke dan aku hanyalah orang biasa. Aku sudah terlalu lama mengabaikan tingkah menyimpang mereka."


"Baiklah aku harus kembali sebelum Dylan meledak." Ethan tertawa dan mengguk isi terakhir dari gelasnya. "Tak baik juga menahan pengantin pria berlama lama yang akan menghabiskan malam dengan istrinya."


Winter hanya meninju pelan lengan Ethan dan kedua pria itu tertawa bersama.

__ADS_1


****


Flo duduk dengan cemas, rasanya dia seperti dejavu dengan kejadian ini. Malam pertama sehabis pernikahan mereka, duduk di tepi kasur dengan cemas menanti Winter. Sejenak Flo memikirkan masa lampau,


Apa dari awal kita ditakdirkan seperti ini Winter..? Ah bukan, menurutku kitalah yang melawan takdir itu sehingga kita bisa sampai sejauh ini bersama.


Tak lama pintu terbuka dan Winter masuk kedalam, pria itu memasang senyumnya dan menatap Flo lalu mendekat kearah kasur.


"Ma.. matikan lampunya Winter." Ucap Flo gugup.


Winter tersenyum lembut. "Kenapa wanita yang kemarin kupeluk menjadi berbeda seperti ini? Kenapa kamu malu malu??"


"...Bu.. bukan begitu.." Flo mengepalkan tangannya erat.


Kemarin aku benar benar terbawa suasana.. tidak sempat memikirkan itu.. tapi sekarang aku tidak bisa memperlihatkan luka bakarku ditempat seterang ini.


"Flo..." Winter menipiskan bibirnya melihat Flo tidak bergeming sedikitpun. Lalu Winter berlutut dilantai dan mengangkat kaki Flo.

__ADS_1


"Winter...?! Ja.." Wanita itu terkejut dan hendak menarik kembali kakinya namun Winter menahannya tanpa menyakitinya.


"Tidak apa apa..." Ucap Winter lembut lalu menciumi kaki Flo. "Dan terimakasih..." Winter tetap menciumi kaki Flo dengan mata terpejam yang basah, pria itu menangis. "Baru sekarang aku bisa mengatakan terimakasih, sekarang aku bisa menyentuhmu.. Terimakasih sudah selamat dan kembali dalam pelukanku. Karena itu.. aku tidak keberatan dengan apapun itu." Winter menatap Flo sebentar dan menyatukan bibir mereka, mendorong Flo perlahan hingga rebah dikasur dan melakukan malam pertama mereka.


__ADS_2