Abandoned Flower

Abandoned Flower
Rencana Camell


__ADS_3

Sejak kembali kedalam kamar Camell hanya berbaring, meski menang telak berdebat dengan Cyness tadi entah mengapa dia merasa ada yang mengganjal dihatinya.


"Nona Camell, apa anda baik baik saja? Sejak siang tadi anda hanya berbaring dikamar tidur saja?" Irene berdiri disisi kasur dengan wajah sedikit cemas. "Ini sudah waktunya makan malam."


Camell menyibak selimutnya, dia menghela nafas. "Irene, aku sedang tidak enak badan. Sepertinya aku tidak akan makan malam."


Irene menyipitkan matanya, memang Camell terlihat lesu dan tidak semangat tapi... untuk ukuran orang sakit wajahnya terlalu segar. "Sepertinya aku tidak bisa tertipu..."


Camell terkekeh sebentar, "Aduh memang susah menipumu yah, seharusnya kita itu sehati Irene. Aku ada maksud mendalam mengenai ini."


"Tolong jelaskan apa arti maksud mendalam itu." Tegas Irene.


Tiba tiba Maya muncul, "Nona kapan mau makan malam? Akan aku siapkan."


"Aduh, Maya juga.. masuklah kesini." Camell memanggil Maya dan meminta wanita itu untuk menutup pintu rapat.

__ADS_1


Setelah memastikan mereka hanya bertiga dan keadaan aman barulah Camell berbicara. "Tadi siang seperti yang kalian tahu aku bersitegang kembali dengan nona Cyness kan? Aku memang berhasil membungkamnya tapi dihatiku ada yang mengganjal..." Keluh Camell.


"Bagaimanapun juga faksi bangsawan banyak yang memihak pada keluarga Bourbon itu. Dipertarungan sebenarnya dia itu tetaplah lebih unggul." Lanjut Camell. "Disituasi seperti ini aku tidak bisa bertindak sembarangan."


Irene membenarkan semua yang Camell bicarakan. "Lalu apa rencana anda nona Camell??"


Camell tersenyum lebar dan memasang wajah yakin, "Pura pura sakit!!!"


Maya dan Irene saling bertukar pandang, mereka ragu akan rencana Camell bahkan sebelum mendengar alasannya. "Tapi itu agak..." Irene ragu.


Lagi lagi Irene dan Maya bertukar pandang namun kali ini dengan pandangan terkejut.


"Kalian berdua harus membantuku menjalankan rencana ini yah!" Tutup Camell.


Berkat bantuan Irene dan Maya, Camell bisa menjalankan rencana dengan sangat mudah. Selama dua hari dia terbaring dikasur dan berpura pura sakit, bahkan Agustin pun datang menemuinya meski membuat Camell gugup takut kalau encananya ketahuan. Semua pelayan di Luckingham pun sudah membicarakan penyakit yang di derita Camell.

__ADS_1


"Aku rasa ini sudah saatnya!" Camell duduk diatas kasur dan menatap sumringah kedua sekutunya. "Saatnya memberitahu tuan duke kalau satu satunya obat penyakitku hanyalah pulang kerumah!"


"Memangnya ada yah oramg sakit tapi tetap segar seperti ini." Maya menepuk bedak sedikit tebal pada wajah Camell. "Saya akan membuat bibir nona lebih pucat lagi."


"Kenapa sekarang saat yang tepat??" Tanya Irene.


"Besok tuan duke akan pergi wisata Esthus, dia pasti sedang sibuk mengejar semua pekerjaan. Tanpa berpikir panjang dia pasti akan membiarkan aku pulang kan?"


Irene terdiam, calon duchess tinggal di istana merupakan keharusan. Mempelajari banyak hal, sisilah keluarga, sejarah keluarga, urusan rumah tangga dan banyak lainnya. Tapi berbeda urusannya jika calon duchess sakit, mungkin dia akan bisa pulang kerumah sejenak. "Oh. Nona Camell sangat memutar otak yah hanya karena ingin pulang kerumah dan tidak ingin sendiri terlihat menyedihkan di Luckingham. Tsk pasti anda sangat tertekan." Sindir Irene dengan wajah jenaka.


Camell tertawa mendengar penuturan Irene, "Apa boleh buat, cepat panggilkan Maya kesini."


Camellia menginstruksikan Maya untuk menyampaikan pada tuan duke tentang 'penyakit kangen rumah' yang dideritanya. Tapi.... sudah hampir satu jam yang lalu Maya pergi dan belum kembali.


Jangan jangan... dia tahu aku pura pura sakit!

__ADS_1


__ADS_2