
Sebelum menemui Dylan, Camell sudah berpikir bahwa jalan satu satunya untuk menyelamatkan lumbung yang sudah sekarat untuk terisi penuh dengan hasil panen adalah dengan meminta bantuan lumbung lainnya. Bukan tanpa alasan Camell menemui Dylan, selain kehebatannya dalam bernegosiasi juga koneksi yang Dylan kenal sangat banyak.
"Aku terlibat dalam kompetisi calon duchess, dan kompetisi awal ini adalah mengelolah lumbung untuk masyarakat bagian wilayah." Camell memberi informasi terkait keperluannya pada Dylan setelah memberitahu Irene untuk menunggunya sebentar diluar.
"Aku mendengar kalau kamu menerima lumbung wilayah barat." Ujar Dylan tenang.
"Ah rupanya sir Dylan sudah mendengar hal itu, memang sangat disayangkan. Mungkin mereka menilai tinggi kemampuanku." Sikap Camell yang tetap tenang membuat Dylan cukup terkesima padahal siapapun tahu bahwa lumbung barat yang terparah diantar 8 lumbung lainnya.
"Ini menarik, apa menurut nona Camellia tragedi ini merupakan sebuah kesempatan??" Dylan tersenyum melihat Camell.
"Entahlah, tapi dari pada berkeluh kesah apa tidak lebih baik mencari solusinya??"
"Bukankah itu tidak akan mudah??" Dylan semakin mengembangkan senyumnya.
"Apa sir Dylan telah kehilangan ambisinya?? Tidak mudah bukan erarti tidak mungkin kan??" Camell tidak mau kalah.
Dylan tertawa, dia tidak bisa memungkiri inilah keturunan Winter dan Flower yang sesungguhnya. "Baiklah aku mengaku kalah, lantas apa yang harus aku bantu?? Melihat tingginya berkas pekerjaanku saat ini sudah pasti aku tidak bisa terlibat langsung dalam penawaran menarik ini."
Camell tersenyum puas. "Tolong perkenalkan saya pada pemilik lumbung wilayah bagian lain. Ajarkan saya cara bernegosiasi yang benar."
Dylan mengerutkan alisnya, "Hubungi tuan duke terdahulu, tuan Ethan. Dialah orang yang tepat untuk solusi ini."
Camell sedikit tergelak, "Paman Ethan?? Bukan kah itu sama saja nepotisme?!" Alasan selanjutnya dia meminta pertolongan Dylan adalah karena Dylan tidak memiliki hubungan dengan Ferkalon jadi dia tidak akan dinilai memanfaatkan bantuan koneksi.
"Siapa yang tidak melakukan nepotisme?? Calon duke, duchess dan pangeran sekalipun siapa yang tidak melakukan itu??" Ujar Dylan datar.
"Astaga." Camell menutup bibirnya, nampaknya dia terlalu lurus dalam memecahkan masalah yang dia hadapi. "Ugh.. benar sih. Jadi itu hal yang wajar yah.."
"Identitasmu itu berharga, manfaatkanlah itu nona Camell. Lihatlah jauh kedepan, ini akan jadi pengalaman berharga. Jadikan sekutu tuan duke terdahulu sebagai pendukung nona yang kompeten."
Setelah menghabiskan waktu lama dengan Dylan dan menerima daftar informasi serta ajaran untuk benegosiasi akhirnya Camell pamit undur diri.
__ADS_1
****
Esok harinya tanpa membuang waktu lagi Camell segera menulis surat untuk kedua orang tuanya dan juga Ethan. Camell benar benar memanfaatkan statusnya untuk menjalani kompetisi ini sesuai arahan Dylan.
Dengan menulis surat adalah cara teraman untuk berkomunikasi dengan orang tuanya juga Ethan tanpa harus melewati alat komunikasi yang bisa saja disadap oleh banyaknya mata mata yang mungkin saja Cyness susupkan untuk Camell.
Meminta data lumbung lainnya, juga tidak lupa memberi kabar agar kedua orang tuanya tidak cemas.
Dari pihak kerajaan memang memberikan Camell data lumbung lainnya senagai bahan referensi namun datanya tidak lengkap. Maka surat inilah tujuannya untuk meminta data terperinci berserta pemiliknya.
"Tolong kirim ini ke tuan Agustin, beliau tahu surat ini harus dikirim kemana." Camell menyerahkan dua buah surat dengan masing masing tanda pada Irene.
"Baik nona." Tanpa membuang waktu Irene segera melaksanakan itu.
"Minum ini nona." Maya juga menyajikan teh untuk Camell agar bisa beristirahat sejenak. "Nona sudah belajar sejak pagi, istirahatlah sebentar."
"Terimakasih Maya." Camell menyeruput teh nya. "Ah iya, Maya tolong panggilkan Irene ada yang mau aku diskusikan."
Irene segera menghadap Camell setelah Maya memberinya info tadi. "Ada yang perlu saya bantu nona?"
"Irene, aku sedikit bingung." Camell tidak melepaskan pandannya dari berkas laporan lumbung dihadapannya. "Lumbung yang Cyness terima adalah lumbung timur, kalau dilihat itu adalah lumbung yang pasokannya sedikit kedua setelah lumbung barat."
"Benar nona Camell." Jawab Irene. "Tapi karena pasokan lumbung barat terlalu sedikit jadi itu tidak akan terlalu berarti."
Camell hanya diam mendengar pernyataan Irene, bukan itu yang mengganggu pikirannya namun lebih kepada keputusan pembagian lumbung.
Jika tuan duke memasang wajah murung saat memberitahu aku mendapat lumbung barat maka berarti pembagian lumbungku bukan keputusan dari tuan duke. Karena jika itu keputusan tuan duke maka Cyness harusnya mendapat lumbung dengan pasokan yang melimpah. Harusnya dia kan memberi lumbung yang bagus untuk kekasihnya?
Apa benar campur tangan tuan marquiz Antonio Bourbon dalam pembagain lumbungku dan untuk lumbung yang diterima Cyness apakah itu kehendak tuan duke??
Apa itu tipu muslihat?? Apa ada yang tersembunyi?? Tapi Cyness kan kekasihnya?? Untuk apa tuan duke mendukungku?? Bena benar tidak bisa ditebak!!!
__ADS_1
****
Sementara itu suasana Luckingham cukup berjalan damai, beberapa pengawal menuju kandang kuda untuk memberishkan dan merawat kuda kuda istana namun mereka terkejut mendapati Cailladen berada disana dan menyikat bulu kuda.
"Tu.. tuan Sterna??!" Mereka terkejut mengapa seorang yang mempunyai kedudukan cukup penting diistana menyikat bulu kuda disini. "Biar kami saja yang lakukan! Mengapa tuan melakukan pekerjaan seperti ini??!" Mereka tergesa menggampiri Cai.
"Tidak perlu, aku memang ingin melakukannya." Cai tersenyum hangat. "Kalian bisa keluar untuk menyiapkan makanan kudanya."
"Ta.. tapi..." Tentu saja para pengawal itu ragu.
"Aku ingin melakukan ini sendiri." Meski tersenyum namun nada suara Cailaden tegas hingga mereka tidak bisa membantah.
"Baik!"
Setelah para pengawal itu keluar Cai terus menyikat bulu kuda itu dengan pikirannya yang kusut. Bukan tanpa alasan Cai disana dan menyikat bulu kuda, dia butuh waktu berpikir namun bingung harus melakukan apa.
"Aku tidak tahu harus bagaimana.." Cai menghela nafas panjang. "Kenapa bertemu lagi dengannya saat hatiku belum beres."
Cailaden mengingat kejadian dimana Cyness menyerang Camell di pesta keluarga Utha, Cyness terang terangan berkata bahwa Cai diam diam sering bertemu dengan Camell karena mereka memounyai perasaan khusus. "Aku tidak bisa membantah ucapan Cyness meski ingin, karena aku sadar apa yang Cyness ucapakan benar adanya."
"Aku... mencintai nona Camellia." Cicit Cailaden.
"Saat memgobrol dengannya aku merasa senang, saat tidak bertemu aku selalu ingin melihatnya. Saat bertemu pikiranku menajadi kosong, tapi... nona Camellia adalah calon duchess. Yang berarti tunangan kak Lloyd. Aku tidak pantas merasa seperti ini." Desah Cailaden kasar. "Jelas sekali nona Camellia tidak mempunyai perasaan khusus padaku, menyerah.. itu keputusan tepat kan??"
"Meski begitu, saat kemarin bertemu aku tidak bisa mengontrol hatiku. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan." Cailaden berjongkok dan menggaruk kepalanya frustasi.
.
.
Ingat Jejak, like dan Votenya yah kakak sekalian.
__ADS_1
mamaciuww ❤️❤️🥰