
Flo duduk diteras sore ini, hari ini dia memutuskan untuk meliburkan pelayannya berjualan dipasar. Wanita itu hanya diam merenung sambil menikmati alkohol yang Gemma sajikan.
Kenapa aku bermimpi buruk seperti itu?? Kalau bermimpi disiksa saat kecil aku sudah sering. Namun mimpi terbakar seperti itu sangat aneh..
Gemma menatap Flo dengan khawatir karena nyonya nya sedari tadi hanya diam melamun dan banyak minum alkohol. "Nyonya? Apa anda tidak mau makan dan mengisi perut? Aku bawakan kue yang tadi Gloria buat bagaimana??"
Flo menghela nafas panjang, "Apa anak anak itu belum kembali dari jalan jalannya di kota??"
"Sudah lama sekali kami tidak ada hari libur, wajar jika Nora dan Gloria begitu semangat untuk berjalan jalan." Gemma tersenyum.
"Kamu sendiri?"
"Aku lebih senang menemani nyonya disini." Gemma menjeda. "Apa nyonya butuh sesuatu untuk mengisi perut?"
"Alkoholku sudah hampir habis, ambilkan 1 botol lagi." Ucap Flo.
"Tapi... baiklah aku akan ambilkan." Gemma menghela nafas dan berjalan masuk menuju dapur.
Benar perkataan Nora, akhir akhir ini nyonya memang sangat aneh. Bahkan saat di istana saja beliau tidak minum alkohol sedikitpun.. dan sekarang nyonya juga jarang marah. Apa ini berarti baik??
Tak lama kemudian saat Gemma menyajikan alkohol untuk Flo, pintu rumah terbuka lebar. Gloria dan Nora masuk sambil tersenyum lebar bahagia. "Nyonya!!! Gemma! Kami pulang!!"
"Kalian senang sekali?" Flo menipiskan bibirnya.
"Senang nyonya!!" Nora paling semangat. "Kami menikmati hari libur ini dengan sangaaaattt baik. Aku senang senang sekali!!"
"Dijalan banyak orang berkumpul, besok akan ada festival rakyat. Bahkan ada perlombaan wanita tercantik di negri ini! Penginapan di ibu kota sudah hampir penuh, perwakilan dari berbagai daerah datang untuk mengikuti lomba, bahkan ada banyak pria pria berkumpul!!" Ternyata Gloria lebih berantusias. "Nyo.. nyonya apa kami besok boleh melihat lihat festival??" Gloria gugup bertanya namun wajahnya sangat berharap begitu juga dengan Nora.
Flo mengangkat alisnya dan tersenyum miring, "Tentu saja! Selama ini kan kalian hanya tinggal didalam istana, pria yang bisa kalian lihat hanya pengawal, tukang kebun dan kepala pelayan Agustin. Dan... tentunya kalian harus mendandaniku dengan cantik."
Mereka bertiga terdiam mendengar kalimat teralhir Flo. "Ja.. jangan bilang nyonya juga mau ikut lomba kontes kecantikan itu???!" Gemma memasang wajah khawatir.
Flo menaikkan sebelah alisnya dan tersenyum tipis. "Persiapkan aku dengan baik."
"Ada pakaian dan perhiasan yang kami bawa dari istana!!!" Nora menyingsingkan lengan bajunya dan tersenyum lebar.
"Urusan tatanan rambut serahkan padaku!" Gloria tidak mau kalah.
__ADS_1
Antusiasme mereka berdua mendapat tatapan marah dari Gemma.
****
"Nyonya.. sekarang masih sempat untuk pulang kerumah jika nyonya berubah pikiran. Kalau ketahuan oleh tuan Winter nyonya ikut kontes seperti ini maka kita akan mendapat tuduhan penistaan bangsawan." Gemma masih berusaha membujuk Flo untuk mengurungkan niatnya.
Mereka berempat dalam perjalanan menuju kota, Flo yang sudah berpenampilan cantik memakai jubah dan tudung untuk menutupi dirinya. "Kalau sekali lagi kamu berisik akan aku tebas kepalamu yah Gemma!" Hardik Flo.
"Tapi nyonya..." Gemma memelas lalu menatap marah kedua temannya yang mendukung perbuatan nekat Flo.
"Kalian ini!! Kita harus melindungi nyonya!! Bukan mengekspos nya!!"
"Aku kan hanya mendukung apapun keinginhan hati nyonya agar nyonya bahagia!" Nora memalingkan matanya dari tatapan marah Gemma.
"Gemma tutup mulutmu!" Flo menghardiknya sekali lagi membuat wanita itu cemberut sepanjang perjalanan.
"Kita sudah sampaii!" Gloria senang sampai menggoyang tubuhnya dengan antusias.
"Cepat nyonya kesini, aku sudah mendaftarkan nyonya kemarin, sekarang nyonya tinggal menunggu disini untuk dipanggil." Gloria membuka pintu bagian belakang sebuah rumah berlantai dua yang dijadikan sebagai panggung acara tersebut.
..
"Kamu bilang Flo apa?!" Winter menatap Dylan tidak percaya apa yang baru dia dengar.
"Baseus melapor kalau nyonya mengikuti kontes kecantikan di festival yang diadakan di kota. Baseus terlambat melapor karena dia terus mengikuti nyonya dan tidak mengerti apa tujuan nyonya, dia mengira nyonya hanya datang ke festival." Ucap Dylan khawatir kemarahan Winter meledak.
"Siapkan kedaraan aku akan kesana!" Kesal Winter.
"Baik!!" Dylan menggeleng kepalanya pelan saat berlalu dengan tergesa untuk menyiapkan mobil. Dduuh nyonya apalagi kali ini! Ronan sialan dia malah berhenti bekerja saat tugas begitu banyak!!
Saat mereka tergesa berjalan keluar, ada pelayan dari kediaman Summer datang dengan tergesa namun takut untuk mengutarakan niatnya. "Bukankah kamu pelayan di kediaman nona Summer?" Tanya Winter melihat wanita itu terengah karena berlari menghampiri Winter.
"I.. iya."
"Jika bukan sesuatu yang darurat sampaikan saja nanti, aku ada urusan keluar." Winter segera berjalan.
"No.. nona Summer demam tinggi!!" Pelayan itu reflek bereriak agar Winter mendengarnya.
__ADS_1
Pria itu berhenti dan memerintahkan Agustin. "Suruh dokter Kevan periksa dia. Aku harus keluar."
****
"Terimakasih para hadirin sekalian yang sudah hadir untuk menyaksikan kontek kecantikan yang diadakan setahun sekali di negri ini!!!" Pembawa acara tersebut menyambut masyarakat yang riuh berkumpul disana. "Baiklah tanpa perlu berlama lama, kami membawa 7 kontestan sekaligus yang tercantik dan spekatkuker!! Mari kita sambut inilah... yang pertama dari daerah xxx!!"
Masyarakat yang hadir didominasi oleh pria itu bertepuk tangan dengan semangat ketika kontestan pertama keluar.
"Lihat kulit coklatnya yang eksotis, dengan mata tajam seperti kucing pemalu!" Pembawa acara tersebut memuji para kontestan satu persatu hingga penghujung acara.
"Dan ini yang terakhir..!!"
"Nyonya, nyonya! Sekarang giliran nyonya!!" Nora berjingkrak antusias.
"Wanita yang tidak ingin disebut asal usulnya ini mendaftar di detik detik terakhir. Mari kita sambut...!" Pembawa acara tersebut sampai tergugu menatap Flo yang berdiri diujung menanti untuk dipanggil. "Ah.. ka.. kalian lihat saja sendiri deh!"
Flo berjalan keluar dengan senyuman dingin, beberapa saat seluruh pria yang menyaksikan kontes tersebut membeku menatap apa yang tersaji di depan mata mereka seakan tersihir akan kecantikan Flo.
Memakai terusan panjang dengan belahan dada sedikit rendah, bagian tangannya juga memakai bahan yang menerawang. Tatanan rambut yang elegan juga riasan yang tipis namun menawan, membuat Flo benar benar bersinar diatas panggung itu.
"Gila tidak sih?? Memangnya ada wanita secantik itu?! Dia benar benar indah seperti bunga!!!"
"Kulitnya halus sekali, seakan tidak bernoda!"
"Memangnya ada yah kecantikan yang dengan dipandang saja membuat dadaku sesak seperti ini?!"
"Ini sih kemenangan telak!! Bukan main kecantikannya aku sampai merinding!"
"Bagaimana sih cara mengungkapkan kecantikannya, aku sampai gak bisa berkata kata."
Flo menaikkan alisnya melihat Winter berwajah marah dan para pengawalnya diujung sana, dekat dengan kerumunan para pria yang menyaksikan kontes ini.
Nahh.. Winter.. lihatlah.. akibat perbuatanmu membuangku dari istana. Bagaimana.. saat diriku ditatap oleh ratusan pria disini...?
Pembicaraan para lelaki itu sangat menyakitkan bagi telinga Winter dan berdiri menyaksikan Flo diatas panggung itu ditatap oleh ratusan pria sekaligus. Belum lagi pakaian Flo serta riasannya membuat hati Winter semakin panas.
"Paksa dan seret dia turun, bawa dia kehadapanku sekarang juga!!!" Geram Winter pada pengawalnya dan juga Dylan, dengan marah Winter pergi dari sana.
__ADS_1
Winter berjalan cepat memasuki sebuah kedai pinggir jalan yang mempunyai ruangan tertutup.
Padahal aku bukan pertama kali melihat kecantikannya itu. Benar dia sangat cantik sampai bisa membuat orang sesak nafas! Kecantikan yang tidak akan bisa disembunyikan dimanapun sampai selalu terlihat mencolok! Kecantikan yang bagaikan racun yang bisa saja membunuh siapapun!