
Leanna meletakkan cangkir teh nya, tersenyum sedikit masam namun canggung ketika kepala pelayan dikediamannya datang dan memberi tahu bahwa Flo datang untuk berkunjung memberi salam. "Katakan bahwa aku benar benar tidak enak badan dan tidak ingin ditemui."
"Baik nyonya Leanna." Kepala pelayan itu pamit undur diri.
"Tante, apa benar tante tidak enak badan??" Summer berwajah cemas menatap Leana. "Jika demikian baiknya saya undur diri, saya sudah terlalu lama mengobrol sampai tidak tahu kalau tante sedang dalam keadaan tidak sehat."
"Tidak." Leanna cepat menahan Summer yang akan bangkit berdiri, "Aku baik baik saja, aku hanya ingin lebih lama menghabiskan waktu denganmu." Leana tersenyum hangat pada Summer. "Minumlah teh mu, jangan sungkan padaku. Aku sungguh sangat menyukai mengobrol dengan wanita sepertimu, santun, cantik dan berpengetahuan luas."
Summer tersenyum malu mendengar pujian dari Leana. "Aku juga menyukai tante, sangat baik dan hangat. Mengingatlan aku dengan ibuku."
"Namun aku mendengar bahwa kemarin Flo mempermalukanmu??"
"Ah.. itu.." Summer menunduk sedih.
"Dengarkan aku, akulah satu satunya orang yang akan melindungimu disini. Aku tahu betul sifat Flo, jadi aku tidak akan menanyakannya. Namun kamu membutuhkan kekuatan untuk bisa melawan sifat kejamnya Flo. Dan aku yang akan melindungimu."
"Baiklah. Terimakasih tante Leana."
Leanna tersenyum menatap Summer.
Semakin berbicara aku semakin menyukai wanita ini, benar benar bermartabat berbeda sekali dengan seseorang. Kupikir awalnya aku bisa memanfaatkan dia untuk menggencat Flo tetapi semakin mengenalnya aku semakin senang. Aku akan membuatnya menebas kepala Flo dengan kedua tanganmu sendiri Summer Grace!
****
Setelah berbincang cukup lama dengan Leana maka Summer memutuskan untuk pergi dan bekerja, dia memang dititipkan oleh ayahnya untuk memantau bisnis kerjasama dengan Ferkalon tapi tujuan utamanya adalah mendekati Winter. Namun meski demikian Summer tidak bisa hanya berpangku tangan di Luckingham, dia juga harus bekerja sebagai dalih dan pembuktian untuk orang orang. Kini Summer sudah duduk tenang dan membaca beberapa berkas laporan di kediamannya.
"Nona Summer!! Nona Summer." Shea yang menjadi pelayannya selama dia menetap di Luckingham datang menghampirinya dengan tergesa. "Tolong aku nona Summer, Tris dibawa oleh nyonya Flo ke kediamannya!!"
Summer membelakkan matanya, Shea dan Tris merupakan dua pelayan yang mengurusnya selama di Luckingham dan meski mereka baru mengenal kurang dari 1 bulan namun Shea dan Tris memperlakukannya dengan sangat baik. "Apa ini masalah alat lukis itu lagi??" Cemas Summer.
"Aku tidak tahu." Shea nampak terisak. "Mungkin saja memang demikian."
Tanpa menjawab Shea lagi, Summer segera berlari menuju kediaman Flo. Dia tidak memperdulikan 4 pelayan Flo yang menghadangnya, Summer menerobos mereka dengan sekuat tenaga.
Orang itu.. benar benar gila, iblis kejam! Kalau dia marah bisa bisa membuat Tris terluka atau bahkan dia bisa saja membunuh Tris tanpa harus mengotori tangannya!! Aku harus menghentikannya!!
"Nyonya duchess!" Summer terengah begitu melihat Flo sedang merangkai bunga diruang tengah. "Aku mohon lepaskan Tris. Dia tidak bersalah!!" Summer bahkan berlutut untuk bersimpuh di depan Flo.
__ADS_1
"Maafkan kami nyonya. Nona Summer menerobos masuk." Gemma datang disusul oleh tiga teman lainnya.
Flo hanya mengangkat tangannya untuk menghentikan Gemma, lalu dia kembali menatap Summer datar. "Bangunlah." Ucap Flo dingin. "Memang apa pentingnya pelayan itu sampai kamu berlutut seperti ini??"
"Nyonya duchess aku tau, dia memang pelayan di Luckingham namun jika hanya kesalahan yang dia buat karena ingin membantuku nyonya duchess silahkan menghukum saja aku."
".. apa?? Kamu pikir aku akan membunuh anak itu??" Sinis Flo.
Summer mengadahkan kepalanya menantap Flo. Iya!! Kamu bisa saja marah dan melakukan itu tanpa rasa bersalah!
"Lebih baik.. lebih baik. kamu mencambukku seperti waktu itu saja, gak apa apa. Tapi lepaskan Tris." Ucap Summer pada akhirnya.
Flo menggeram kesal, "J*lang bodoh!! Jadi kamu benar benar ingin menyudutkan aku yah?!"
"Sebenarnya.. kenapa kamu seperti ini??" Tanya Summer pada akhirnya.
"Sekarang kamu bertanya kenapa aku bersikap begini padamu??" Flo menyeringai kesal.
"Benar! Bukankah aku tidak pernah mengusik nyonya duchess??" Meski gentar namun Summer memberanikan dirinya, dia lelah menjadi pelampiasan kebencian dan murka Flo.
Flo memandang Summer tajam dan sinis, "Bukankah kamu habis dari kediaman tante Leana?"
"Kamu pikir aku tidak tahu??!!" Hardik Flo marah. "Kamu pikir aku tidak tahu siasatmu untuk mendapatlan posisi selir disini?! Kamu pikir aku tidak tahu kenapa tante Leana memanggil kamu dan kamu beramah tamah minum dengan wanita yang gelar bangsawannya jauh dibawah dia?! Dia bersikap seperti itu bukan karena ingin beramah tamah padamu!!!!" Jerit Flo.
Aku tahu.. tapi aku tidak mau mengakuinya!! Alasan tante Leana mendekatimu karena dia tahu.. hati Winter bisa diraih olehmu!! Sampai matipun aku tidak mau mengakuinya..!!
"Baiklah.." Flo menyeringai, "kamu bersedia menerima pukulan dariku kan?? Aku akan memukul sebanyak yang kamu mau!!"
Flo mengangkat tangannya.
"Kamu tanya kan apa yang sudah kamu lakukan?!"
'Plaaaakkk!!'
"Aku benci padamu!!"
'Plaaaakkk!!'
__ADS_1
"Aku benci ekspresi, mata, kesombonganmu! Dan segala tentangmu membuatku muak!!!"
'Pplaaakkk!!'
"Kamu benar benar menyedihkan!!"
Flo terengah setelah dia berkali kali menampar Summer.
"Nyonya duchess.." Summer memegang pipinya yang terasa nyeri dan memar. "Anda benar benar menyedihkan dan aku sangat bersimpati padamu." Summer menatap Flo sinis.
"Kau!!" Flo menggeram kesal. "Aku sudah tahu busukmu! Kau serius ingin mati yah?!!" Flo bersiap akan menghajar Summer kembali.
"Jangan nyonya!!" Altez memeluk Flo, "Hentikan!! Apa nyonya lupa apa yang tuan Winter katakan jika ada bekas luka pada tubuh nona Summer?! Aku mohon tenangkan diri nyonya!!"
Flo terdiam mendengar ucapan Altez. "Cepat keluarkan j*lang ini dari hadapanku!!"
Dengan segera keempat pelayan Flo memaksa Summer agar keluar. "Lepaskan Tris!! Nyonya Flo lepaskan Tris!!" Summer masih berteriak kesal saat pelayan Flo membawanya keluar.
Begitu sudah diluar, Summer mengangkat alisnya menyadari sesuatu. Benar.. Winter!
Dengan segera dia berlari keluar dari kediaman Flo, dengan airmata yang berderai untuk mencari Winter. Namun bak gayung bersambut, Summer berpas pas an dengan Winter dekat taman.
"Nona Summer?!" Winter terkejut melihat Summer. "Ada apa dengan wajahmu??"
Dengan terisak isak Summer menghampiri Winter. "Tuan Winter.. tolong selamatkan pelayanku, Tris. Nyonya duchess.. dia.."
Flower?! Bekas tamparan itu....
Winter mengeratkan kepalan tangannya. "Tenangkan dirimu.." Winter memegang kedua bahu Summer.
"Tris.. dia bisa saja mati. Hiks!" Summer terus terisak.
Berani sekali dia mengabaikan perintahku dan terus berulah seperti ini?!!
Dengan segera Winter berjalan menuju kediaman Flo.
'Bbrraaakk!!!'
__ADS_1
"Flowerr!!!" Winter membuka pintu kediaman Flo dengan kasar.