
Cailaden berjalan setelah meninggalkan kediaman utama, dia hendak pergi ke kantor Lloyd untuk mengambil beberapa berkas pekerjaan. Namun saat berjalan dia bertemu dengan sekretaris baru Lloyd.
"Tuan Sterna." Sapa seorang pria dengan sopan.
"Sir Kirion, ada apa?" Cailaden langsung tahu begitu Kirion menghampirinya pasti ada sesuatu yang ingin disampaikan.
"Tuan duke menunggu anda di aula pelatihan."
Cailaden menipiskan bibirnya dan segera berbalik arah menuju aula pelatihan, saat dia masuk kesana dia melihat Lloyd sedang berlatih pedang seorang diri.
"Kak Lloyd." Cailaden langsung menyapa Lloyd.
"Cai." Lloyd berhenti mengayunkan pedangnya.
"Ada apa??" Cailaden berjalan mendekat kearah Lloyd.
Lloyd menatap Cai sebentar lalu dia kembali memasang kuda kuda. "Ambil pedangmu." Tegas Lloyd.
Cai hanya mengangguk dan mengikuti kemauan Lloyd, mereka beradu pedang seperti saat latihan.
Sementara itu Camell duduk bersantai di dalam ruangannya, sedari tadi dia memikirkan soal jamuan minum teh.
Aku tadi melakukan jamuan dengan baik kan? Harusnya iya.. tuan Cailaden juga sudah setuju untuk pergi bersama ke peata kekuarga Utha. Huff untung saja aku mempelajari sedikit tata krama saat di akademi.
Grr! ini semua karena tuan duke sombong itu tidak kunjung memberikan aku guru privat. Ah iyaaa! Aku ingat... aku kan bisa belajar sendiri!!
"Lisa, Maya." Camell memanggil kedua pelayannya, namun yang datang bertiga bersamaan dengan Irene.
"Ada yang bisa kami bantu nona Camell?" Irene yang bertanya lebih dulu.
"Begini, saat aku datang paman Ethan , ehm maksudku tuan duke terdahulu memberitahuku bahwa disini ada perpustaan besar yang bisa aku kunjungi. Bisakah kalian menunjukkan dimana perpustakaan itu?"
Irene tersenyum, "Perpustakaan istana, Biblio. Perpustakaan itu mempunyai bangunan sendiri dan berada tidak jauh dari rumah utama. Biarkan kami mengantar nona Camell kesana."
Mereka berempat berjalan beriringan menuju gedung perpustakaan itu, saat tiba senyum Camell mengembang sempurna dia benar benar takjub dengan perpustakaan dalam istana ini. Bentuk bangunannya menyerupai kastil kecil, kuno, artistik namun terlihat sangat kokoh.
"Kalian tidak usah menungguku, aku akan lama membaca buku disini. Nikmati waktu kalian yah!"
Camell bergegas masuk kedalam perpustakaan setelah membalas sapaan para penjaga perpustakaan yang hendak membantunya.
"Tidak perlu repot aku hanya ingin melihat lihat saja."
__ADS_1
Begitu Camell sudah berada dalam bangunan itu matanya tidak berhenti berbinar binar menatap ratusan buku yang tersusun secara rapi dalam rak yang menjulang tinggi. Aroma buku yang sangat menenangkan, dan semua bukunya sangat terawat.
Sebelum belajar, ada baiknya aku mencari hiburan dulu!!!
Camell terlihat antusias, dia mencari novel novel drama percintaan yang tidak pernah bisa dia baca sebelumnya diluar sana.
Ada!!!! Camell terlihat sangat senang bahkan tertawa sendiri mendapati rak buku berisi novel novel karya yang terkenal yang tidak bisa dipasarkan secara umum karena menuai banyak kontroversi.
Camell sampai cekikikan memegang sebuah novel yang dari judulnya saja sudah panas.
"Mengapa duchess memberikan roti gandum hanya pada penjaga kuda."
Camell tertawa tanpa suara, ini novel panas yang terkenal dikalangan bangsawan. Dengan hati hati dia membaca novel itu disertai berbagai ekspresi setiap berganti halaman.
"Waaah..."
"Begitu yah.. hmmmm.."
"Pantas saja. Haha!"
Setelah 1 jam berlalu Camell menutup buku itu san mengipas ngipasi wajahnya. "Kepalaku jadi panas!" Wanita itu tertawa kecil.
"Buku apa itu?? Terlihat sangat mewah."
Buku itu diletakkan agak tinggi, dengan sekuat tenaga Camell berusaha menggapai buku itu.
Ugh! Tubuhku tidak pendek tapi itu tinggi sekali!
Sedikit lagi..
Namun Camell terkejut tangannya dipegang dan ditahan diatas oleh seseorang dibelakangnya.
"Apa yang kamu rencanakan??" Suara berat itu tepat berada disebelah telinga Camell. Setelah menahan tangan Camell, orang itu membalikkan badan Camell agar berhadapan dengannya dan kini jarak mereka cukup dekat.
"Apa maksudmu mengambil buku sejarah keluarga Ferkalon??" Lloyd mengulang pertanyaannya.
Ugh! Wajah Camell meringis tidak senang, tentu saja siapa yang senang tangannya ditahan dengan erat dan dia dituduh seperti seorang penjahat.
"Saya mengambilnya hanya karena itu terlihat indah." Camell menepis tangannya dari genggaman erat Lloyd dan mundur memberi jarak. "Saya tidak tahu itu buku sejarah keluarga duke." Decih Camell kesal.
"Kamu ingin aku percaya itu?!" Lloyd mengernyitkan keningnya.
__ADS_1
"Tertarik pada hal hal yang indah adalah sifat dasar seorang wanita, kalau yang mulia tuan duke tidak percaya terserah tuan duke saja." Camell masih terlihat sangat kesal.
"Tertarik hal hal indah sifat dasar seorang wanita..?" Lloyd menjulurkan tangannya mendekat dan memegang dagu Camell hingga wajah wanita itu menatap padanya. "..karena itu kamu hari ini tampil lebih indah dari pada biasanya?!"
Apa apaan pria ini?!! Saat ini Camell sangat berharap dia bisa menendang pria dihadapannya tanpa di jebloskan kedalam penjara bawah tanah.
"Benar tanpa ada maksud lain?!" Ulang Lloyd menatap dalam mata Camell. "Aku dengar hari ini kamu minum teh bersama Cailaden dan juga menghabiskan waktu bersama dengannya.
Aneh!! Pria ini benar benar aneh!! Nada bicaranya terlihat cemburu... tapi tidak mungkin juga kan?!
Camell lagi lagi menepiskan wajahnya agar terlepas dari tangan Lloyd.
"Saya mengundangnya minum teh hanya sebagai bentuk terimakasih saya." Kesal Camell.
"Katanya kamu juga akan pergi bersama Cailaden ke pesta keluarga Chandellum."
Camell sangat terlejut karena pembicaraan itu baru saja beberapa jam lalu.
Kabar aku mengundang tuan Cai minum teh bisa saja tersebar karena sudah lewat 2 hari sejak rencana itu. Tapi aku mengajak tuan Cai ke pesta baru saja beberapa jam lalu. Berarti ada mata mata tuan duke diantara pelayan dan dayangku.. sialan!
"Saya tidak mungkin tidak pergi ke pesta keluarga Chandellum." Camell masih berusaha untuk sabar.
"Tapi kenapa pergi dengan Cailaden??" Lloyd menekankan pertanyaannya.
Camell merasa aneh dan kesal, "Kabar saya seorang calon duchess sudah tersebar di negri ini mungkin. Kalau saya datang sendiri apa saya tidak akan dicemooh lagi?? Memangnya tuan duke akan datang bersama saya? Apa salahnya saya mengajak tuan Cailaden??"
"Cailaden??"
"Apa?" Camell bingung karena itu yang keluar dari mulut Lloyd.
"Kamu memanggilnya dengan nama???!" Wajah Lloyd kini terlihat sangat dingin.
Camell terdiam tidak mengerti.
Apa apaan sih pria ini?!!! Memang diantara para bangsawan terkenal jika memanggil nama saja itu membuktikan ada hubungan dekat antara dua orang. Sepertinya dia tidak suka aku mempunyai teman disini. Berarti benar kan dia memang mau mengucilkan aku di Luckingham?!
"Syukurlah tuan Cailaden mengijinkan saya memanggilnya dengan nama." Meski kesal Camell masih berusaha untuk tenang. "Kalau begitu saya permisi dulu tuan duke." Camell melangkahkan kakinya namun dia berhenti sebentar.
"Dan saya masih menunggu janji untuk mencarikan saya guru privat untuk belajar disini." Camell berlalu setelah menundukkan kepalanya memberi hormat meninggalkan Lloyd yang berdiri diam disana.
Dasar pria gila!! Maki Camell.
__ADS_1